Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Tak Dianggap

[PUISI] Tak Dianggap
Pixabay.com/KELEPICS

Dirimu...

Adalah sisa-sisa kata yang tak lagi dapat dibaca

Dibiarkan begitu saja

Dianggap tak ada, dilihat pun enggan

 

Dirimu...

Itu hanya setumpuk ranting tak berguna; itulah sisa

Dibiarkannya mengering lalu lapuk tak berdaya

Bahkan tak sempat mengucapkan rasa

 

Dirimu...

Adalah lampu jalan pada malam yang terbaikan

Walaupun penuh peluh selalu menerangi ditengah dingin malam

 

Dirimu itu aku

Aku adalah dirimu yang sama diabaikan oleh waktu

Dicampakkan begitu saja karena dianggap tak sepadan

Bahwa mereka kaum berada

Sementara aku, dirimu hanya angin yang sebentar berlalu 

Debu disapu angin kemudian hilang tak ada

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ini budinya
EditorIni budinya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Adalah Apapun yang Kamu Butuhkan

16 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Senyum Kecil

[PUISI] Senyum Kecil

14 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Persimpangan Hari

[PUISI] Persimpangan Hari

13 Mei 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Aku Cemburu

[PUISI] Aku Cemburu

13 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISi] Aksara Abadi

[PUISi] Aksara Abadi

12 Mei 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Alur Hidup

[PUISI] Alur Hidup

12 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pagi yang Menunggu

[PUISI] Pagi yang Menunggu

11 Mei 2026, 21:48 WIBFiction