Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tak Ikhlas

[PUISI] Tak Ikhlas
ilustrasi frustasi (pexels.com/Donald Tong)

Ketika luka tak kunjung reda
Ketika beban tak kunjung redam
Serta darah yang terus mengalir di sela-sela mata
Aku ikhlas ...

Riuh ricuhnya pikiran membuatku terjaga di setiap malam
Ribuan dosis kata-kata kusuntikan dengan harap ketenangan
Peluru meriam menghantam wajah dan pikiran
Aku ikhlas ...

Badanku ringkih bias dari hati manusia
Batuk darah akibat dari penyakit yang tak ada
Lalu aku merasa lelah dengan semua
Aku ikhlas ...
Ya, aku ikhlas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ibnu Ali Baijun
EditorIbnu Ali Baijun
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction