Pohon-pohon tumbang sebelum waktunya
Tanah kehilangan teduh yang pernah dijaganya
Tangan-tangan datang dengan keserakahannya
Meninggalkan sunyi di tempat kehidupan tumbuh
Lalu dari langit jatuh abu perlahan
Menutupi daun, batu, juga jalan pulang
Namun di dalam kelam yang kita sebut bencana
Tanah menerima kekuatan untuk memulai kehidupan
Barangkali Bumi lebih mengerti manusia
Tentang bertahan tanpa banyak suara
Tentang memberi meski pernah terluka
Tentang menyimpan hidup di balik derita
Sebab Bumi tak pernah meminta banyak
Hanya ruang untuk bernapas dan waktu untuk pulih
Meski berkali-kali manusia mengoyak tubuhnya
Tanah tetap menyimpan harapan untuk hari tua
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tanah yang Menyimpan Harapan
![[PUISI] Tanah yang Menyimpan Harapan](https://image.idntimes.com/post/20260906/ana-jovanovski-mda-awguyy0-unsplash_1e35222a-7065-4b86-8d4b-4b52d1ea4ee3.jpg)
ilustrasi menanam bibit (unsplash.com/Ana Jovanovski)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- [PUISI] Dunia Ribut Sendiri07 Sep 2026, 05:04 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Tubuh yang Jiwanya Sudah Pergi06 Sep 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Bercumbu dengan Bayang-bayang05 Sep 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Rintik yang Pulang Setelah Penantian24 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Janji Manis Dewa Petir yang Menyambar Kewarasan24 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bangku Tua di Ujung Taman23 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Asa Berperi23 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Bencana di Balik Angka23 Oct 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Jendela yang Selalu Terbuka23 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Anak Kecil Itu Sudah Mati23 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Melodi yang Kehabisan Kata22 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Juang Tanpa Henti22 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Figuran Tanpa Nama22 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Mengukir Luka Baru22 Oct 2026, 08:18 WIB
[PUISI] Sungai yang Tidak Melawan Batu22 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ketika Sarang Menjadi Abu22 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tetaplah Jatuh Cinta Walau Negara Porak-Poranda22 Oct 2026, 01:10 WIB
[PUISI] Asap Kalimantan dan Wajah-Wajah yang Berpaling22 Oct 2026, 00:19 WIB
[PUISI] Terima Kasih Hidup21 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Benar Pada Akhirnya21 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Tak Semua Cinta Berujung Bahagia21 Oct 2026, 18:47 WIB
[PUISI] Barangkali Memang21 Oct 2026, 05:44 WIB
[PUISI] Tidak Setengah Langkah21 Oct 2026, 05:25 WIB