Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Tangan yang Menusuk dari Belakang
ilustrasi seorang perempuan yang menahan kekecewaan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Aku tidak kalah oleh musuh
Aku runtuh oleh orang sendiri
Oleh tangan yang dulu menepuk pundakku
Namun diam-diam mendorongku jatuh

Kau berdiri di sampingku terlalu lama
Hingga aku lupa menjaga jarak
Aku percaya tanpa sisa
Dan kau menghabiskannya sekaligus

Lucu sekali cara manusia berubah
Di depan wajahmu mereka tersenyum
Di belakang namamu dijual murah
Demi keuntungan yang sementara

Hari itu aku belajar sesuatu
Tidak semua yang berjalan bersamamu
Benar-benar ingin melihatmu sampai tujuan
Sebagian hanya menunggu waktu untuk menjatuhkanmu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎