Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Terbelenggu

[PUISI] Terbelenggu
ilustrasi buku (pexels.com/cottonbro studio)

Di tengah badai perkotaan yang tidak ingin aku dengar
Aku membutuhkan ruang
Aku membutuhkan tenang
Aku ingin memeluk diri sendiri dan berhenti menyalahkan keadaan

Jiwa-jiwa yang mati
Tumbuh kembali
Terjebak dalam pikiran hanya kesesatan
Terbelenggu pada masa lalu bukan akhir bahagia

Berhenti berharap dan menerima
Tidak apa memiliki impian
Untuk melangkah ke depan
Menebar kebaikan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Chilya A
EditorChilya A
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cinta Puan Bukan Takhta

25 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction