Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Tirani Pembelenggu

[PUISI] Tirani Pembelenggu
Ilustrasi menyendiri (unsplash.com/Soragrit Wongsa)
Share Article

Kedua bola mata menatap dengan nanar
Mengintai dunia luar dengan arogansi liar
Sambil menerka-nerka dengan dursila yang kembali memoar
Perihal tindakan palsu pembawa semu yang lapar

Angkara murka masih terlalu berkuasa
Diri ini kadang tak berdaya
Lemah, lengah, mengalah begitu saja
Padahal sejatinya digdaya

Nafsu loba masih akrab bercengkerama
Diri ini begitu mudah salah dan lupa
Sedikit saja sudah terlena
Berlaku nista
Berlindung pada dinding bertemakan cinta
Padahal dusta semata

Entah sampai kapan kita terus terjerat belenggu tirani
Sedangkan tabir culas itu perlahan menipis pasti
Karena semua telah diketahui oleh Ilahi Rabi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Saya? Ingin Lenyap

[PUISI] Saya? Ingin Lenyap

11 Sep 2020, 21:24 WIB
Editorial Team