Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Untuk Ayah

[PUISI] Untuk Ayah
freepik.com/pressfoto
Share Article

Raganya terus dititah hingga tertatih-tatih
Barangkali ia pernah menyeduh
sedih-sedihnya dengan air mendidih
untuk sekadar menghilangkan peluh
Dia bilang, dia adalah seorang yang rendah
Setiap harinya selalu terkena sumpah serapah
Tetapi dia tangguh
Walaupun lelah telah menjelma sebagai kekasih
Berbekal tasbih
Ia melangkah untuk beribadah
Katanya, siapa tau mendapat anugerah
Sehingga susah-susahnya digantikan dengan harta yang melimpah
Baiklah, semoga berkah, Ayah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
diana puspitasari
Editordiana puspitasari

Related Articles

See More

[PUISI] Ketika Harapan Masih Bernapas

01 Jul 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Samudera Suci

[PUISI] Samudera Suci

30 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pemain Curang

[PUISI] Pemain Curang

30 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lambang Buram

[PUISI] Lambang Buram

29 Jun 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Cerita dari Bahari

[PUISI] Cerita dari Bahari

29 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Rumah yang Salah

[PUISI] Rumah yang Salah

28 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction