Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Siapakah Aku?
ilustrasi perempuan merenung (Pexels.com/ArtHouse Studio)
  • Puisi menggambarkan perempuan yang dulu bebas mengejar mimpi dan mengambil keputusan, sebelum kehidupannya berubah setelah menjadi ibu.
  • Rutinitas mengasuh anak dan mengurus rumah membuat tokoh merasa kehilangan sebagian identitas dirinya, meski ia memeluk buah hatinya dengan penuh kasih.
  • Tokoh menegaskan cintanya sebagai ibu dan istri, namun mempertanyakan siapa dirinya ketika peran-peran tersebut terlepas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dulu, aku adalah perempuan
yang punya banyak mimpi
yang bisa melangkah ke mana pun aku mau
yang bisa memutuskan segala hal tanpa ragu

Kini, namaku selalu dipanggil dari tangis kecil
dari piring yang belum sempat dicuci
dari rumah yang tak pernah benar-benar sunyi

Kadang kupeluk buah hatiku erat-erat
sambil diam-diam merindukan diriku sendiri
yang lama hilang bersama kelahiran makhluk baru di dunia ini

Tentu saja aku mencintainya dengan sepenuh jiwa raga
dan akan melindunginya tanpa ragu
hanya saja, aku teramat rindu
dengan diriku yang dulu

Siapakah aku kini?
orang mengenalku sebagai ibu
orang mengenalku sebagai istri

Jika semua itu terlepas,
siapakah aku?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team