Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[CERPEN] Kisah Secangkir Latte Art: Aku Sudah Merindukanmu

[CERPEN] Kisah Secangkir Latte Art: Aku Sudah Merindukanmu
Unsplash/Carli Jeen

Kepergianmu dan kecewaku malam ini menyadarkanku jika aku sudah mulai merindukanmu, bahkan sejak kita belum memulai apapun.

Aku kembali memandangnya dari balik mejaku, lagi. Terlihat jauh, padahal tempat ini tidak begitu besar. Rasanya sikap dinginmu yang membuat jarak ini terasa jauh, Cha. Dan kamu tahu? Aku tidak peduli. Selama kau masih ada dalam pandanganku, mata dan hati ini tak akan pernah melepasmu. 

---

Tiba-tiba kulihat kau mengangkat tangan. Tentu saja kusambut dengan senyum bahagia dan lambaian tangan. Mana mungkin kulewatkan tanda semacam itu, karena aku memang tak pernah berpaling darimu. Aku segera menghampirimu, menuju wajah cantik yang sudah membuatku rindu meski belum berpisah. Sial! Ternyata aku sudah merindukanmu, sangat.

"Ada yang bisa kubantu, Cha?"

"Bill," jawabmu singkat seolah tak ingin berbasa-basi denganku dan lagi-lagi tanpa melihat ke arahku.

"Sudah mau pulang? Hmm.. Sayang sekali. Apa besok kau datang lagi? Aku akan membiarkan meja favoritmu ini kosong." Ah.. Bodoh! Kenapa aku bertanya macam itu. Terlihat sekali aku mengharapkannya datang lagi.

"Entahlah."

Jawaban seadanya itu entah kenapa cukup menyiksaku. Mendatangkan gelisah akan penantian yang tak pasti.

"Kalau begitu mau kuantar pulang? Atau setidaknya tinggalkan nomormu, agar besok aku bisa menghubungimu tentang meja ini?"

Aku memang sudah gila. Mengejarnya tanpa pikir panjang. Dengan cara apapun. Rasa takut kehilangan sebentuk kehadiran di sudut ini tampaknya sudah merasukiku.

Terlihat enggan menjawab pertanyaan gilaku tadi, dia hanya tersenyum tipis, melihat pada tagihannya, membayarnya, dan bergegas pergi. Sempat dia menoleh dan melihat kearahku. Apa dia melihat kekecewaan di wajahku ini? Entahlah, kuharap begitu. Namun sedetik kemudian dia berpaling dan berlalu melewati pintu tanpa kata. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Mana Aku Kembali

03 Mar 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction