Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[CERPEN] Kisah Secangkir Latte Art: Menjauhlah Dariku

[CERPEN] Kisah Secangkir Latte Art: Menjauhlah Dariku
Unsplash/Matthew Feeney

Aku tak mengerti dengan pria itu. Andre, ya dia. Kenapa dia begitu aneh. Tak biasanya berkali-kali kembali ke meja pelanggannya. Sesekali saja seingatku, saat Doni sibuk melayani pelanggan lain. Lalu ada apa dengan mejaku? Sejak tadi terus saja menghampiriku dengan berbagai macam alasan yang terlalu dibuat-buat.

"Hai Ocha. Kulihat kopimu sudah hampir habis. Apa kau mau pesan lagi?" tanyanya.

"Nanti saja," kujawab tanpa melihat wajahnya. Aku sebenarnya takut jika melihat terlalu lama, senyumnya akan melekat di ingatanku. Namun senyum itu sudah kuingat di luar kepala. Ah.. Ada apa denganku. Aku baru hari ini berbicara dengannya, lalu kenapa aku sudah bisa mengingat senyumnya? Rasanya ada yang salah dengan otakku.

"Ocha, apa kau ingin sepotong croissant? Masih hangat, kujamin kau pasti menyukainya."

"Boleh kalau kau memaksa," jawabku singkat.

Dia kembali lagi. Sudah kembali lagi tepatnya, dengan croissant dan secangkir latte yang tak pernah kuminta. Aku rasa belum satu menit dia berlalu. Bagaimana bisa secepat itu? Kilat pun kalah cepat dengannya. Pria ini benar-benar aneh.

"Apa setelah ini kau akan kembali ke mejaku lagi dan menggangguku, Mas Andre?" tanyaku dengan sinis. Biarlah, biar dia sadar aku terganggu dengan keberadaannya.

"Wooo.. Tenang my dear. Aku bukan ingin mengganggumu. Aku hanya melayani pelangganku agar merasa nyaman."

Belum keluar sepatah kata dariku, dia sudah berbicara lagi. "Dan panggil saja aku Andre. Agar kita bisa lebih akrab, bagaimana?"

Lagi-lagi pertanyaan aneh dan senyum manis itu. Tunggu! Apa aku baru saja bilang senyumnya manis? Ahh.. Baiklah. Memang manis, tapi mengganggu.

"Aku tak ingin dekat dengan siapapun. Jadi Andre, kumohon menjauhlah dariku".

Aku tahu ucapanku terlalu jahat, tapi sungguh aku tak ingin dia mendekat ke mejaku apalagi ke hatiku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
T y a s
EditorT y a s
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menjadi Abadi

20 Apr 2026, 05:48 WIBFiction
[PUISI] Mengingat Kamu

[PUISI] Mengingat Kamu

19 Apr 2026, 11:25 WIBFiction
[PUISI] Persis Kaca Rapuh

[PUISI] Persis Kaca Rapuh

18 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction