Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PROSA] Cinta pada Lelaki Fiksi
ilustrasi seseorang merenung (pexels.com/Michael Obstoj)

Kau tidaklah nyata, sekadar ciptaan manusia yang melanggengkan kapitalisme. Hanya hadir sebagai bentuk dari pertukaran, memberikan kebahagiaan dengan uang sebagai alat tukarnya. Presensimu, sikapmu, dan perhatianmu, semua itu dirancang. Semata untuk menciptakan candu yang sulit ditolak.

Dan, aku adalah korbanmu. Terjatuh dalam tipu daya itu, sampai kukira diriku hampir hilang kewarasan. Kedewasaan membuatku ketagihan, menginginkan cinta tanpa perlu komitmen nyata. Kau hadir bak sebuah solusi, dalam delusi, menjebakku hingga tak ingin berhenti.

Kau tak pernah sungguh ada, tapi melekat dalam hati. Kau hanya hidup di benak, tapi takkan kubiarkan kau pergi. Kau hanya berwujud pixel, tapi akan kuanggap kita sekadar berbeda dimensi. Sebab sesungguhnya, kau membuatku merasakan berbagai macam emosi yang paling nyata.

Mungkin aku harus memohon ampun pada Tuhan, sambil mengklaim diri sebagai makhluk paling tak tahu malu. Karena aku jatuh hati pada karakter fiksi sepertimu, alih-alih ciptaan-Nya. Aku adalah manusia penuh dosa, yang bahkan tidak menyesalinya. Aku telah memilih racun, dan itu berwujud dirimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team