Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tips Memilih Jamur yang Kualitasnya Bagus dan Aman Dikonsumsi

4 Tips Memilih Jamur yang Kualitasnya Bagus dan Aman Dikonsumsi
ilustrasi jamur (unsplash.com/Thanh Soledas)
  • Pilih jamur dengan warna cerah alami sesuai jenisnya, bentuk utuh, permukaan halus, serta tanpa bercak kehitaman, kekuningan, kusam, atau keriput.
  • Pastikan teksturnya padat dan sedikit kenyal; hindari jamur lembek, berlendir, mudah hancur, atau terlalu basah karena dapat menandakan penyimpanan lama dan pembusukan.
  • Cium aromanya sebelum membeli: jamur segar beraroma ringan dan alami, sedangkan bau busuk, asam, atau tajam menandakan kondisi tidak layak dikonsumsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jamur merupakan bahan makanan yang cukup populer karena memang memiliki cita rasa yang lezat, tekstur yang unik, dan kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Namun, nyatanya tidak semua jenis jamur yang dijual di pasaran memiliki kualitas yang baik, sehingga pembeli memang harus ekstra selektif dalam memilihnya.

Pemilihan jamur yang sangat tepat tentu merupakan langkah penting agar bisa memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi memang aman dan sehat. Dengan mengetahui beberapa tips berikut ini dalam memilih jamur berkualitas, maka risiko mengonsumsi jamur yang sudah tidak layak makan pun dapat diminimalisasi.

  1. 1. Perhatikan warna dan tampilan jamur

    Ilustrasi jamur dengan tudung dan batang sebagai visual pendukung artikel tentang fungi dan kehidupan alami.
    ilustrasi jamur (unsplash.com/Thanh Soledas)

    Warna jamur yang baik pada umumnya akan terlihat lebih cerah dan alami sesuai dengan jenisnya, seperti putih bersih pada jamur kancing atau kecokelatan pada jamur shiitake. Sebaiknya kamu dapat menghindari pemilihan jamur yang sudah memiliki bercak kehitaman, kekuningan, hingga justru terlihat kusam karena kondisi tersebut menandakan jamurnya sudah mulai rusak.

    Perhatikan pula bentuk jamur yang kondisinya masih utuh dan tidak terlalu keriput. Jamur yang segar biasanya memiliki permukaan yang benar-benar halus dan tidak tampak layu, sehingga ini menunjukkan bahwa kualitasnya memang masih baik untuk dikonsumsi.

  2. 2. Periksa tekstur jamur

    Ilustrasi jamur sebagai representasi organisme yang tumbuh di lingkungan alami dengan tampilan visual sederhana.
    ilustrasi jamur (unsplash.com/Waldemar)

    Jamur berkualitas baik pada umumnya akan memiliki tekstur yang relatif padat dan sedikit kenyal pada saat disentuh dengan menggunakan tangan. Jika kamu menemukan jamur yang sudah mulai terasa lembek, berlendir, atau bahkan mudah hancur, maka hal tersebut menandakan bahwa jamurnya sudah terlalu lama disimpan.

    Tekstur yang baik juga menandakan bahwa kadar air yang dimiliki jamur masih sangat seimbang dan belum mengalami proses pembusukan. Oleh karena itu, memilih jamur dengan tekstur yang kokoh bisa membantu dalam memastikan kesegaran dan juga kualitasnya tetap terjaga lebih lama.

  3. 3. Cium aroma jamur

    Ilustrasi jamur sebagai visual pendukung artikel, menampilkan bentuk jamur dengan nuansa alam yang sederhana dan artistik.
    ilustrasi jamur (unsplash.com/Waldemar)

    Jamur segar memang biasanya akan memiliki aroma yang relatif lebih ringan dan alami bahkan cenderung tidak terlalu menyengat di hidung. Aroma yang bersih dan segar seolah menunjukkan bahwa jamur tersebut memang masih dalam kondisi yang baik dan sangat aman untuk dikonsumsi.

    Sebaliknya, untuk jamur yang mengeluarkan bau busuk, asam, atau bahkan terlalu tajam sebaiknya tidak dipilih untuk proses memasak. Bau yang tidak normal kerap kali menandakan adanya proses pembusukan atau bahkan pertumbuhan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

  4. 4. Hindari jamur yang terlalu basah kondisinya

    Ilustrasi jamur berwarna cokelat dan putih tumbuh berkelompok di antara rumput serta dedaunan di area alami.
    ilustrasi jamur (pexels.com/Emma Jones)

    Jamur yang terlalu basah ternyata rentan menunjukkan bahwa kondisinya sudah terlalu lama terkena air atau bahkan mulai mengalami proses pembusukan. Kelembaban berlebih bisa mempercepat risiko pertumbuhan bakteri dan membuat jamur jadi cepat mengalami kerusakan.

    Sebaiknya memang kamu dapat memilih jamur yang permukaannya kering dan tetap terlihat segar karena ini menunjukkan bahwa kualitasnya baik. Jamur dengan kondisi seperti ini biasanya akan lebih tahan lama pada saat proses penyimpanan dan tetap aman ketika diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat, serta menggugah selera.

    Memilih jamur yang berkualitas bukan hanya berpengaruh pada rasa masakan, namun juga berkaitan dengan Keamanan pangan. Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, maka kamu bisa mendapatkan jamur yang segar dan layak untuk diolah. Pemilihan jamur untuk bahan makanan harus dilakukan dengan ekstra selektif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More