5 Keunikan Lau Mam yang Membuatnya Berbeda dari Hot Pot Lain

- Lau mam, hot pot khas Vietnam Selatan terutama Delta Mekong, memakai mam atau pasta ikan fermentasi sebagai dasar kuah yang menghasilkan aroma kuat serta rasa gurih-umami.
- Kuah mam dimasak dan disaring, lalu dipadukan serai, bawang putih, cabai, serta bahan seperti nanas untuk menyeimbangkan karakter fermentasinya yang dominan.
- Hidangan ini menyajikan beragam ikan air tawar, seafood, daging, dan sayuran segar, mencerminkan kekayaan hasil perairan serta pangan lokal Delta Mekong.
Vietnam memiliki beragam hidangan hot pot yang menarik, tetapi lau mam memiliki karakter yang sangat khas. Hidangan ini populer di wilayah Vietnam Selatan, terutama kawasan Delta Mekong, dan dikenal karena penggunaan mam atau pasta ikan fermentasi sebagai dasar kuahnya. Bahan tersebut memberikan aroma kuat sekaligus rasa gurih dan kaya umami.
Selain kuahnya, lau mam juga menarik karena cara penyajiannya yang melibatkan berbagai jenis ikan, seafood, daging, dan sayuran. Isiannya dimasukkan ke dalam kuah panas secara bertahap sehingga setiap bahan dapat menyerap rasa mam yang khas. Lantas, apa saja yang membuat lau mam berbeda dari hot pot lainnya? Berikut lima keunikannya!
1. Menggunakan mam sebagai dasar kuah

ilustrasi mam (youtube.com/Sống khỏe) Keunikan paling utama lau mam terletak pada penggunaan mam, yaitu produk ikan yang difermentasi dan menjadi salah satu bahan penting dalam kuliner Vietnam Selatan. Beberapa jenis mam yang digunakan dalam pembuatan kuah berasal dari ikan air tawar yang banyak ditemukan di kawasan Delta Mekong. Proses fermentasi menghasilkan aroma yang kuat serta cita rasa gurih dan umami yang khas.
Mam biasanya tidak langsung dituangkan begitu saja ke dalam kuah. Bahan ini terlebih dahulu dimasak dengan air atau kaldu hingga sari dan aromanya keluar, kemudian disaring untuk mendapatkan kuah yang lebih bersih. Setelah itu, kuah dapat diberi serai, bawang putih, cabai, dan berbagai bumbu aromatik untuk menyeimbangkan rasa fermentasinya.
2. Kuahnya memiliki aroma dan rasa yang sangat kuat

ilustrasi kuah lau mam (youtube.com/Sống khỏe) Berbeda dari hot pot yang menggunakan kaldu ayam, sapi, atau seafood sebagai rasa utama, lau mam mengandalkan karakter mam yang lebih dominan. Aroma fermentasinya cukup kuat bahkan sebelum berbagai bahan dimasukkan ke dalam panci. Bagi yang belum terbiasa dengan makanan fermentasi, aromanya mungkin terasa cukup menyengat.
Namun, aroma kuat tersebut tidak berarti rasanya hanya asin. Kuah lau mam memiliki rasa gurih dan umami yang dalam, kemudian dipadukan dengan rasa manis alami dari bahan-bahan seperti nanas atau sayuran. Rempah dan bumbu aromatik juga membantu menciptakan rasa yang lebih seimbang sehingga kuah tetap nikmat disantap bersama berbagai isian.
3. Menggunakan banyak sayuran segar

ilustrasi sayuran segar (magnific.com/magnific) Salah satu ciri lau mam adalah banyaknya sayuran yang disajikan bersama kuah. Pilihannya dapat mencakup terung, okra, kangkung, tauge, kembang kol pisang, kacang panjang, dan berbagai sayuran lokal lainnya. Sayuran tersebut biasanya disajikan dalam keadaan segar lalu dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam panci saat akan disantap.
Penggunaan banyak sayuran bukan hanya membuat hidangan terlihat lebih beragam, tetapi juga membantu menyeimbangkan rasa kuah yang kuat. Sayuran dengan tekstur renyah atau sedikit pahit memberikan kontras terhadap kuah yang gurih dan kaya umami. Beberapa sayuran juga mampu menyerap kuah sehingga cita rasa mam terasa lebih jelas saat disantap.
4. Isiannya sangat beragam, dari ikan hingga seafood

ilustrasi lau mam (youtube.com/KeepingUpWithTheTrans) Lau mam biasanya tidak hanya mengandalkan satu jenis protein. Ikan air tawar, udang, cumi-cumi, kerang, dan daging dapat menjadi bagian dari hidangan, tergantung daerah dan variasi resep yang digunakan. Penggunaan ikan air tawar sangat berkaitan dengan kondisi geografis Delta Mekong yang kaya akan hasil perikanan air tawar.
Beragam protein tersebut dimasukkan ke dalam kuah panas sesuai waktu memasaknya. Ikan memberikan rasa gurih yang lembut, sementara udang, cumi-cumi, dan kerang menambahkan cita rasa seafood. Perpaduan berbagai bahan inilah yang membuat satu panci lau mam memiliki rasa yang kompleks tanpa harus menggunakan banyak jenis bumbu tambahan.
5. Menjadi gambaran kekayaan bahan pangan Delta Mekong

ilustrasi lau mam (youtube.com/Bếp Của Vợ) Lau mam tidak hanya dikenal sebagai hidangan hot pot, tetapi juga mencerminkan kebiasaan makan masyarakat Vietnam Selatan. Kawasan Delta Mekong memiliki sungai dan jaringan perairan yang luas sehingga ikan air tawar, seafood, dan berbagai tanaman air maupun sayuran lokal mudah ditemukan. Kondisi tersebut tercermin dalam banyaknya bahan yang digunakan untuk melengkapi lau mam.
Dalam satu hidangan, kamu bisa menemukan ikan, udang, sayuran, herba, dan berbagai bahan lokal yang dimasak bersama dalam satu panci. Karena itu, lau mam dapat dipandang sebagai salah satu hidangan yang menggambarkan kekayaan hasil bumi dan perairan Vietnam Selatan. Karakternya pun sangat berbeda dari hot pot yang hanya berfokus pada satu jenis protein atau kaldu.
Itulah 5 keunikan lau mam yang membuatnya berbeda dari hot pot lainnya. Penggunaan ikan fermentasi sebagai dasar kuah, aroma yang kuat, banyaknya sayuran segar, serta beragam isian dari hasil perairan membuat hidangan ini memiliki identitas yang sangat khas. Bagi pencinta kuliner yang ingin mengeksplorasi cita rasa Vietnam di luar pho dan bun ho Hue, lau mam tentu layak untuk dicoba.




















