5 Tips Menyimpan Mangga Matang agar Gak Cepat Busuk

- Mangga matang utuh sebaiknya disimpan di kulkas dalam kondisi kering, tidak memar, di laci buah, dan tidak ditumpuk agar proses pelunakan melambat.
- Jangan mencuci mangga sebelum disimpan karena kelembapan dapat memicu jamur; cuci dengan air mengalir hanya saat akan dikupas atau dikonsumsi.
- Mangga potong harus masuk wadah bersih tertutup di kulkas, dipisahkan dari penghasil etilen, serta diperiksa berkala untuk mendeteksi lembek, bau asam, lendir, atau bercak.
Pernah membeli mangga yang sudah matang dengan warna cantik dan aroma harum, tetapi beberapa hari kemudian justru lembek atau muncul bercak hitam? Kondisi ini cukup sering terjadi, apalagi kalau mangga dibeli dalam jumlah banyak dan gak langsung habis dimakan. Padahal, cara menyimpan yang kurang tepat bisa membuat buah lebih cepat kehilangan kesegarannya, lho.
Agar mangga matang gak cepat busuk, cara menyimpannya ternyata gak bisa asal taruh begitu saja, lho. Mangga yang masih utuh dan yang sudah dipotong punya cara penyimpanan berbeda supaya kesegarannya lebih terjaga. Nah, daripada mangga keburu lembek dan akhirnya terbuang, yuk simak lima tips menyimpan mangga matang agar lebih awet!
1. Simpan mangga matang di kulkas

ilustrasi menyimpan bahan makanan di kulkas (unsplash.com/Ello) Kalau mangga sudah matang dan belum sempat dimakan, sebaiknya pindahkan ke dalam kulkas untuk memperlambat proses pematangannya. Suhu dingin akan memperlambat perubahan struktur dan kerusakan buah, sehingga mangga gak cepat menjadi lembek saat disimpan. Jadi, kalau kamu membeli beberapa mangga sekaligus, gak perlu khawatir untuk menghabiskannya dalam satu hari.
Sebelum memasukkannya ke kulkas, pastikan mangga dalam kondisi yang utuh dan gak ada bagian yang memar atau rusak. Sebaiknya letakkan di dalam laci yang khusus untuk buah agar penyimpanannya lebih rapi dan gak mudah terbentur dengan makanan lainnya. Selain itu, hindari menumpuk mangga terlalu banyak karena tekanan dapat membuat bagian tertentu lebih cepat memar.
2. Jangan langusng mencuci mangga sebelum disimpan

ilustrasi mencuci (freepik.com/zinkevych) Mencuci buah sesaat setelah belanja memang terasa lebih praktis, terutama kalau ingin semuanya rapi di kulkas. Namun, jika mangga belum akan dikonsumsi, lebih baik tunda dulu mencucinya hingga waktu yang tepat karena sisa air dan kelembapan di permukaan buah dapat memicu pertumbuhan jamur. Mangga yang disimpan dalam keadaan kering akan lebih mudah dijaga kualitasnya.
Kalau permukaan mangga tampak kotor, bersihkan kotoran yang menempel dengan hati-hati agar buah tidak terlalu basah. Ketika ingin menikmati mangga, cuci dengan air mengalir sebelum dikupas atau dipotong. Cara sederhana ini membantu menjaga kebersihan buah tanpa menambah kelembapan selama penyimpanan, lho.
3. Simpan mangga potong dalam wadah tertutup

ilustrasi menyimpan sayuran di wadah tertutup (freepik.com/freepik) Mangga yang sudah dikupas atau dipotong sangat praktis dijadikan sebagai camilan, topping yoghurt, atau bahan campuran smoothie. Namun, ketika kulitnya telah dibuka, daging buah menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi, dan kualitasnya dapat menurun dengan cepat. Karena itu, jangan biarkan potongan mangga terlalu lama terpapar di meja makan, ya.
Masukkan potongan mangga ke dalam wadah bersih yang tertutup rapat, lalu langsung simpan di kulkas. Disarankan untuk memakai wadah yang cocok dengan jumlah potongan agar gak terlalu banyak terkena udara. Kalau sudah berbau asam yang gak biasa, berlendir, atau ada tanda-tanda pembusukan, jangan nekat memakannya, ya.
4. Pisahkan mangga dari buah yang menghasilkan etilen

ilustrasi pisang (pixabay.com/Security) Pernah menyimpan mangga berdekatan dengan pisang atau apel, lalu buah-buahan itu matang lebih cepat dari perkiraan? Hal ini disebabkan oleh beberapa jenis buah yang memproduksi gas etilen, yakni senyawa alami yang mempercepat proses pematangan. Pada mangga yang sudah matang, paparan etilen tambahan dapat mempercepat perubahan kualitas buah, terutama jika disimpan pada suhu ruangan.
Kalau ingin memperlambat proses pematangan mangga, coba pisahkan dari buah lain yang menghasilkan etilen dalam jumlah banyak, terutama ketika semuanya disimpan di luar kulkas. Kamu juga bisa memeriksa kondisi buah secara berkala supaya mangga yang sudah terlalu matang bisa segera dikonsumsi atau diolah. Kebiasaan kecil ini sangat berguna kalau kamu sering menyimpan berbagai jenis buah di rumah.
5. Periksa kondisi mangga secara berkala

ilustrasi mangga (pixabay.com/SwidaAlba) Meski sudah disimpan dengan benar, mangga matang tetap bisa mengalami perubahan kualitas seiring waktu. Karena itu, jangan cuma memasukkannya ke kulkas lalu lupa sampai beberapa hari, apalagi kalau ada buah yang sudah memar sejak awal. Memeriksa kondisi mangga sesekali membantu kamu mengetahui buah mana yang perlu segera dimakan.
Coba cek mangga sesekali ya, terutama kalau sudah disimpan beberapa hari di kulkas. Kalau ada bagian yang makin lembek, bercaknya meluas, atau muncul bau dan lendir yang gak biasa, sebaiknya jangan dikonsumsi. Nah, dengan rutin memeriksa kondisinya, kamu jadi tahu mangga mana yang perlu segera dimakan sebelum keburu rusak.
Menyimpan mangga matang sebenarnya gak sulit, asalkan kamu tahu kapan harus memasukkannya ke kulkas dan bagaimana menjaga kondisinya tetap baik. Jangan lupa pisahkan mangga utuh dari yang sudah dipotong, simpan dalam wadah tertutup jika perlu, dan periksa kondisinya secara berkala. Nah, dengan cara sederhana ini, mangga bisa dinikmati lebih lama tanpa buru-buru busuk atau berakhir terbuang sia-sia!





















