Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Superfood Asal Indonesia yang Kaya Nutrisi, Mudah Ditemukan!
ilustrasi superfood (magnific.com/jcomp)
  • Indonesia memiliki tujuh pangan lokal bernutrisi yang mudah ditemukan, meliputi tempe, daun kelor, ubi ungu, jambu biji, kacang hijau, sukun, dan jawawut.
  • Tempe, kelor, kacang hijau, serta jawawut menyediakan protein nabati, serat, vitamin, mineral, atau senyawa bioaktif untuk melengkapi menu sehari-hari.
  • Ubi ungu, jambu biji, dan sukun menawarkan pilihan pangan lokal yang dapat diolah beragam, dari kukus, panggang, tumis, hingga campuran salad dan minuman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau mendengar kata superfood, yang terbayang mungkin langsung quinoa, chia seed, atau alpukat yang sering muncul dalam menu-menu sehat. Padahal, Indonesia juga punya banyak bahan pangan lokal dengan kandungan nutrisi yang gak kalah menarik. Lucunya, beberapa di antaranya justru sering luput dari perhatian karena sudah terlalu dekat dengan keseharian kita.

Mulai dari umbi-umbian, biji-bijian, sampai buah lokal, pilihan pangan bergizi sebenarnya ada di sekitar kita. Menariknya, bahan-bahan ini juga relatif mudah ditemukan di pasar tradisional, supermarket, atau bahkan tumbuh di berbagai daerah Indonesia. Nah, sebelum buru-buru mencari superfood dari luar negeri, yuk kenali tujuh superfood asal Indonesia yang kaya nutrisi dan mudah ditemukan!

1. Tempe

ilustrasi tempe (commons.wikimedia.org/FotoosVanRobin)

Tempe mungkin sudah sangat familiar karena sering muncul di meja makan, tetapi justru di situlah daya tarik dari makanan lokal yang satu ini. Dihasilkan melalui fermentasi kedelai, tempe kaya akan protein nabati serta sejumlah nutrisi lain yang membuatnya cocok untuk dimasukkan dalam menu harian. Proses fermentasi tersebut juga membuat tempe punya karakter rasa dan tekstur yang khas, lho.

Tempe tidak harus selalu digoreng hingga renyah, melainkan dapat diolah dengan berbagai cara sesuai dengan selera. Kamu dapat memanggangnya, menumisnya dengan sayuran, atau menggunakannya sebagai bahan untuk sandwich dan salad. Jadi bahan makanan yang dianggap sederhana ini sebenarnya cukup fleksibel dan bisa ditambahkan ke berbagai menu modern.

2. Daun kelor

ilustrasi daun kelor (pixabay.com/Pixabay)

Daun kelor mungkin lebih dikenal sebagai menu sayuran di rumah ketimbang sebagai makanan superfood. Padahal daun mungil ini memiliki banyak vitamin, mineral, protein, serat, serta senyawa bioaktif yang menjadikannya menarik dari segi nutrisi. Wajar saja kalau daun kelor mendapat perhatian sebagai salah satu tanaman pangan dengan nilai nutrisi yang tinggi.

Metode pengolahannya sebenarnya gak serumit yang dibayangkan. Daun kelor bisa ditambahkan ke dalam sayur bening, ditumis, atau dipadukan dengan bahan makanan lainnya. Jadi, kalau selama ini kamu hanya menganggap kelor sebagai tanaman di halaman rumah, ternyata daunnya juga bisa memperkaya menu harian.

3. Ubi ungu

ilustrasi ubi ungu (magnific.com/jcomp)

Ubi ungu punya satu hal yang langsung mencuri perhatian, yaitu warna ungunya yang cantik dan alami. Warna tersebut berasal dari antosianin. Selain itu, ubi juga menyediakan karbohidrat dan serat yang bisa menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Teksturnya yang lembut setelah dimasak membuat bahan ini gampang disukai, bahkan oleh orang yang biasanya kurang tertarik dengan umbi-umbian.

Menariknya, ubi ungu gak harus selalu berakhir sebagai makanan tradisional. Kamu bisa mengukus atau memanggangnya, lalu menikmatinya sebagai camilan maupun mengolahnya menjadi berbagai makanan. Rasanya yang cenderung manis alami juga membuat ubi ungu tetap enak meski gak diberi banyak tambahan gula, lho.

4. Jambu biji

ilustrasi memetik jambu (magnific.com/jeswin)

Jambu biji mungkin terasa seperti buah yang biasa saja karena gampang ditemui dan tinggal dimakan begitu saja setelah dicuci. Padahal, buah ini punya kandungan vitamin C yang cukup tinggi, ditambah serat dan berbagai senyawa antioksidan yang menarik. Teksturnya yang renyah dengan rasa manis sedikit asam juga bikin jambu biji enak dijadikan camilan kapan pun, lho.

Cara menikmatinya juga gak perlu ribet karena bisa langsung dimakan setelah dicuci dan dipotong. Kalau bosan, jambu biji bisa dijadikan campuran salad buah atau diolah menjadi jus tanpa harus menambahkan banyak gula. Nah, buah yang gampang ditemukan di pasar maupun toko buah ini bisa jadi pilihan simpel untuk menambah variasi asupan buah harian.

5. Kacang hijau

ilustrasi kacang hijau (freepik.com/ilovehz)

Kacang hijau mungkin langsung mengingatkanmu pada semangkuk bubur hangat dengan santan dan gula merah. Di balik hidangan sederhana tersebut, kacang hijau mengandung protein nabati, serat, folat, serta beberapa mineral yang dibutuhkan tubuh. Ukurannya memang kecil, tetapi kandungan gizinya cukup menarik untuk dimasukkan ke dalam menu yang beragam.

Kacang hijau gak cuma enak dijadikan bubur, tetapi juga bisa diolah menjadi isian kue, campuran makanan, atau minuman. Kalau mau yang praktis, cukup rebus kacang hijau sampai empuk lalu padukan dengan bahan lain sesuai selera. Jadi, gak perlu menunggu lagi pengin bubur kacang hijau untuk menikmati bahan pangan yang satu ini, lho.

6. Sukun

ilustrasi sukun (commons.wikimedia.org/whologwhy)

Kalau ingin menikmati sukun dengan cara yang berbeda, kamu bisa mengukus, merebus, atau memanggangnya. Rasanya yang cenderung gurih dan teksturnya yang pulen membuat sukun gampang dipadukan dengan berbagai bumbu. Nah, kalau biasanya cuma menemukan sukun dalam bentuk gorengan, sesekali coba olah dengan cara lain supaya gak bosan.

Sukun gak harus selalu berakhir jadi gorengan kok karena kamu bisa mengukus, merebus, atau memanggangnya di rumah. Rasanya yang gurih dengan tekstur lembut dan pulen juga bikin sukun gampang dipadukan dengan berbagai bumbu. Nah, kalau selama ini tahunya cuma sukun goreng, sesekali coba olah dengan cara lain agar makannya gak terasa itu-itu saja.

7. Jawawut

ilustrasi jawawut (magnific.com/evening_tao)

Jawawut mungkin terdengar asing bagi sebagian orang karena serealia lokal ini sekarang gak sepopuler beras atau gandum. Padahal, jawawut mengandung karbohidrat, protein, serat, serta sejumlah mineral yang membuatnya menarik sebagai alternatif pangan. Biji-bijian kecil ini juga punya sejarah panjang sebagai salah satu bahan pangan yang dibudidayakan di beberapa wilayah Indonesia.

Jawawut bisa diolah dengan cara yang cukup beragam, mulai dari dimasak jadi bubur sampai dijadikan tepung untuk berbagai olahan. Rasanya yang cenderung ringan juga bikin biji-bijian ini gampang dipadukan dengan bahan makanan lain. Nah, kalau kamu lagi ingin mencoba pangan lokal yang mulai jarang ditemui di meja makan, jawawut bisa jadi pilihan yang menarik, lho.

Indonesia ternyata punya banyak pangan lokal yang gak cuma mudah ditemukan, tetapi juga kaya nutrisi, mulai dari tempe, kelor, ubi ungu, hingga jawawut. Bahan-bahan ini bisa diolah menjadi berbagai menu sehari-hari tanpa harus selalu mengandalkan makanan yang sedang populer dari luar negeri. Nah, sekarang tinggal pilih pangan lokal favoritmu dan mulai kasih ruang lebih banyak buat bahan-bahan bergizi ini di meja makan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article