Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Bedanya Daging Grass Fed dan Grain Fed? Ini Penjelasannya

Apa Bedanya Daging Grass Fed dan Grain Fed? Ini Penjelasannya
ilustrasi daging sapi (pexels.com/Evgeniy Alekseyev)

Siapa di sini yang hobi banget makan steak atau sekadar belanja daging sapi di supermarket? Kalau kamu perhatikan label di kemasannya, pasti sering melihat istilah grass-fed dan grain-fed. Sekilas tampilannya mungkin mirip, tapi sebenarnya keduanya punya karakteristik yang beda jauh, lho!

Memilih daging sapi yang tepat bukan cuma soal harga, tapi juga soal selera lidah dan kebutuhan nutrisi tubuh kamu. Agar gak bingung lagi pas mau masak atau pesan menu di restoran, yuk simak ulasan mengenai perbedaan utama antara daging sapi grass-fed dan grain-fed berikut ini!

1. Grass-fed beef: si merah yang kaya nutrisi

ilustrasi daging sapi
ilustrasi daging sapi (pexels.com/Maxi Gagliano)

Sesuai namanya, grass-fed beef berasal dari sapi yang sepanjang hidupnya diliarkan di padang rumput untuk memakan rumput alami. Karena sapi-sapi ini aktif bergerak dan mengonsumsi makanan alami, hasil dagingnya pun punya keunikan tersendiri.

Dari sisi kesehatan, daging jenis ini sering dianggap sebagai pilihan yang lebih unggul. Kenapa? Karena daging grass-fed kaya akan Conjugated Linoleic Acid (CLA), sebuah asam lemak yang dipercaya bisa membantu meningkatkan sistem imun. Selain itu, kandungan antioksidan dan asam lemak omega-3 di dalamnya juga lebih tinggi sehingga sangat baik untuk kesehatan jantung kamu.

Secara karakteristik, kamu bisa mengenali daging ini dari warna lemaknya yang cenderung kekuningan. Warna kuning ini muncul karena kandungan karoten dari rumput yang dimakan sapi tersebut. Dagingnya juga terlihat lebih merah pekat dan cenderung lebih kurus tanpa banyak lapisan lemak yang tebal.

2. Grain-fed beef: tekstur lembut dan rasa buttery

ilustrasi daging sapi
ilustrasi daging sapi (unsplash.com/Madie Hamilton)

Nah, kalau yang satu ini biasanya jadi favorit para pencinta steak yang mencari sensasi lumer di mulut. Grain-fed beef berasal dari sapi yang diberikan pakan berbasis biji-bijian, seperti jagung atau kedelai. Tujuannya adalah untuk penggemukan. Sebab, konsumsi biji-bijian ini membuat sapi menghasilkan lebih banyak marbling atau serat-serat lemak putih yang tersebar di sela-sela daging. Semakin banyak biji-bijian yang dimakan, biasanya semakin tinggi pula tingkat marbling-nya.

Efeknya ke rasa gimana? Jelas beda banget. Lemak yang banyak ini memberikan rasa yang lebih buttery (bermentega) dan gurih. Selain itu, tekstur dagingnya juga jauh lebih lembut dibandingkan daging sapi yang hanya makan rumput. Jadi, kalau kamu suka daging yang juicy dan empuk, grain-fed adalah jawabannya.

3. Perbandingan tekstur dan penampilan visual

ilustrasi daging brisket
ilustrasi daging brisket (pexels.com/Hayden Walker)

Kalau kamu meletakkan kedua jenis daging ini berdampingan, kamu tidak akan kesulitan membedakannya. Daging grass-fed memiliki serat otot yang lebih padat dan kandungan lemak (lemak luar maupun marbling) yang jauh lebih sedikit. Dagingnya terlihat sangat ramping, cocok buat kamu yang sedang menjaga asupan kalori tapi tetap ingin makan protein hewani.

Sebaliknya, daging grain-fed punya tampilan yang lebih "estetik" di mata pencinta kuliner karena pola marbling putihnya yang cantik. Lemak pada daging ini biasanya berwarna putih bersih, kontras dengan warna dagingnya yang merah cerah (sedikit lebih muda dibanding grass-fed). Secara tekstur, saat dimasak, lemak pada daging grain-fed akan meleleh dan membasahi serat daging, sehingga terasa sangat empuk saat dikunyah.

4. Mana yang lebih cocok untuk kamu?

ilustrasi daging sapi
ilustrasi daging sapi (pexels.com/Luis Merlos Vega)

Keputusan akhir sebenarnya kembali lagi ke prioritas kamu. Jika kamu sangat peduli pada aspek kesehatan, sedang diet rendah lemak, dan ingin mendapatkan manfaat maksimal dari Omega-3, maka grass-fed beef adalah pilihan yang paling bijak. Daging ini tidak mengandung tambahan hormon atau antibiotik yang sering ditemukan pada peternakan intensif, sehingga lebih alami.

Namun, kalau tujuan kamu adalah mencari kepuasan rasa dan pengalaman makan steak ala restoran bintang lima, grain-fed beef sulit dikalahkan. Teksturnya yang lembut membuat kamu tidak perlu usaha ekstra untuk mengunyah. Daging ini juga sangat cocok dimasak dengan teknik grill karena lemaknya akan memberikan aroma yang sangat menggoda.

Jadi, sudah tahu mau pilih yang mana buat menu makan malam nanti? Yang pasti, baik grass-fed maupun grain-fed, keduanya punya kelebihan masing-masing yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Tips Membuat Coconut Chiffon Cake yang Lembut dan Ringan

01 Apr 2026, 23:42 WIBFood