Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Artisan Bread? Kenali Bedanya dengan Roti Biasa
ilustrasi artisan bread (pexels.com/ready made)

Pernahkah kamu masuk ke toko roti dan melihat deretan artisan bread yang memiliki bentuk menarik serta harganya lebih mahal dibanding roti biasa? Banyak orang mengira semua jenis roti itu sama, padahal setiap jenis roti memiliki proses pembuatan, tekstur, dan cita rasa yang berbeda. Istilah artisan bread kini semakin populer di kafe, toko roti, bahkan di platform media sosial, namun masih banyak yang belum benar-benar memahami apa yang membuatnya begitu istimewa .

Di balik tampilan sederhana, artisan bread dibuat dengan teknik dan ketelitian yang menjadikannya berbeda dari roti yang diproduksi secara massal. Mulai dari penggunaan bahan yang lebih alami, proses fermentasi yang lebih lama, hingga tekstur kulit roti yang garing dan bagian dalam yang empuk, semua ini menjadi alasan mengapa roti jenis ini sangat disukai oleh para penggemar kuliner.

Jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai artisan bread, ciri khasnya, dan mengapa banyak orang bersedia membayar lebih untuk menikmatinya; simak penjelasannya dalam artikel ini sampai tuntas.

1. Artisan bread dibuat dengan proses yang lebih alami

ilustrasi membuat artisan bread (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE)

Banyak orang berpikir bahwa semua jenis roti diproduksi dengan metode yang sama karena semuanya dapat dinikmati sebagai makanan sehari-hari. Namun, artisan bread umumnya dibuat secara manual di mana pembuat roti terlibat aktif dalam setiap fase prosesnya. Bahan-bahan yang digunakan biasanya sederhana meliputi tepung, air, garam, dan ragi atau starter alami tanpa banyak tambahan bahan pengawet atau pelembut.

Proses ini memungkinkan tekstur, aroma, dan rasa roti untuk berkembang secara alami sehingga setiap hasil panggangan memiliki ciri khas yang unik. Tidak heran jika dua loaf artisan bread dari pembuat yang berbeda dapat memiliki cita rasa yang tidak benar-benar sama. Hal ini menjadikan artisan bread sering dianggap sebagai roti yang menekankan kualitas dan ketrampilan dibanding produksi dalam jumlah besar.

2. Fermentasi yang lebih lama menghasilkan rasa lebih kompleks

ilustrasi proofing adonan (pixabay.com/Pexels)

Di tengah rutinitas yang serba cepat, banyak produk makanan diproduksi dalam waktu singkat agar segera dapat dipasarkan. Artisan bread mengambil pendekatan yang berbeda karena adonannya biasanya difermentasi selama beberapa jam hingga lebih dari satu hari, tergantung pada jenis rotinya. Waktu ferementasi yang lama memberikan kesempatan bagi adonan untuk membentuk aroma, rasa, dan tekstur yang lebih kaya secara alami. Akibatnya, roti ini memiliki sedikit rasa asam yang lembut, rongga di bagian dalamnya, serta kulit luar yang renyah saat digigit.

Proses ini memerlukan lebih banyak kesabaran, tetapi kualitas rasa yang dihasilkan adalah salah satu alasan mengapa artisan bread begitu disukai. Jika kamu menyukai makanan dengan cita rasa yang lebih mendalam, roti jenis ini sangat layak untuk dicoba setidaknya sekali.

3. Tekstur dan bentuknya tidak selalu sempurna

ilustrasi tekstur artisan bread (pexels.com/Alexas Fotos)

Sebagian orang terbiasa melihat roti dengan bentuk yang seragam sehingga menganggap itulah tolok ukur kualitas terbaik. Padahal, artisan bread sering kali memiliki bentuk yang unik karena dibuat secara manual tanpa menggunakan cetakan produksi massal. Ada roti yang sedikit lebih bulat, dengan retakan alami, atau permukaan yang tampak tidak rata, tetapi justru menjadi ciri khasnya.

Selain itu, bagian dalamnya biasanya memiliki banyak rongga udara yang menunjukkan bahwa proses fermentasi berlangsung dengan baik. Ciri khas ini menjadikan setiap potong roti terasa lebih autentik dan memberikan pengalaman makan yang berbeda. Jadi, jangan terburu-buru menilai kualitas artisan bread hanya dari penampilannya karena keistimewaannya justru terletak pada proses dan hasil akhirnya.

4. Harganya lebih mahal karena proses pembuatannya

ilustrasi display artisan bread (pexels.com/frank minjarez)

Tidak sedikit orang yang terkejut ketika menemukan bahwa harga artisan bread lebih mahal dibandingkan dengan roti biasa yang dijual di supermarket. Selisih harga ini bukan hanya disebabkan oleh faktor tren, tetapi juga karena cara produksi yang memerlukan lebih banyak waktu, tenaga, dan perhatian yang lebih besar. Pembuat roti perlu mengawasi proses fermentasi, melakukan pengolahan adonan secara manual, serta memanggang dengan teknik tertentu demi mendapatkan hasil yang terbaik.

Di samping itu, sejumlah bakery juga menggunakan bahan-bahan berkualitas untuk menjaga cita rasa dan konsistensi produk mereka. Semua aspek ini meningkatkan biaya produksi sehingga harga jual pun menyesuaikan. Dengan memperhatikan proses di balik pembuatannya, harga artisan bread lebih mudah dipahami sebagai suatu bentuk penghargaan terhadap kualitasnya.

5. Artisan bread cocok dipadukan dengan berbagai hidangan

ilustrasi mengoles artisan bread dengan butter (pexels.com/Skyler Ewing)

Banyak yang berpendapat bahwa artisan bread hanya cocok dinikmati di kafe atau restoran bergaya Eropa. Sebenarnya, roti ini sangat serbaguna dan bisa dinikmati dalam berbagai situasi, mulai dari sarapan sederhana hingga makan malam bersama keluarga. Kamu dapat menyajikannya dengan mentega, selai, telur, sup hangat, salad, atau bahkan mengubahnya menjadi sandwich dengan isian favorit.

Teksturnya yang padat tetapi tetap lembut membuat setiap bahan pelengkap terasa lebih seimbang saat disantap. Bahkan, banyak orang juga memanfaatkan artisan bread yang sudah berumur satu atau dua hari untuk diolah menjadi French toast, crouton, atau bread pudding agar tidak terbuang. Dengan cara penyajian yang beragam, artisan bread menjadi pilihan menarik bagi siapa pun yang ingin menikmati roti dengan rasa dan pengalaman yang berbeda.

Kini kamu sudah tahu bahwa artisan bread bukan sekadar roti dengan harga lebih mahal, melainkan hasil dari proses pembuatan yang mengutamakan kualitas, kesabaran, dan cita rasa. Memahami perbedaannya dengan roti biasa bisa membantumu memilih jenis roti yang paling sesuai dengan selera maupun kebutuhan sehari-hari. Jadi, kalau suatu saat menemukan artisan bread di bakery favoritmu, jangan ragu untuk mencobanya dan rasakan sendiri keunikan yang membuat banyak orang jatuh hati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article