Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa itu Kaisendon dari Jepang?

Apa itu Kaisendon dari Jepang?
Potret kaisendon khas Jepang (unsplash.com/Zyanya Citlalli)

Bagi kamu pencinta kuliner Jepang, mungkin sudah tidak asing lagi dengan sajian nasi yang ditumpuk dengan berbagai macam irisan ikan segar di atasnya. Hidangan ini dikenal dengan nama kaisendon. Popularitasnya sedang naik daun di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya.

Selain kesegarannya, hal yang membuat orang tertarik makan kaisendon adalah visualnya yang sangat menggugah selera. Warna-warni seafood ditata rapi di atas mangkuk. Hidangan ini pun menjadi menu wajib turis saat berkunjung ke pasar ikan legendaris di Jepang, seperti Tsukiji di Tokyo atau pasar-pasar di wilayah Hokkaido.

Untuk mengenal lebih jauh tentang apa itu kaisendon dan apa yang membuatnya berbeda dari sajian ikan mentah lainnya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

Table of Content

1. Pengertian dan bahan-bahan kaisendon

1. Pengertian dan bahan-bahan kaisendon

Potret kaisendon
Potret kaisendon (pexels.com/Valeria Boltneva)

Secara harfiah, kaisendon berasal dari dua kata, yakni "kaisen" yang berarti makanan laut dan "don" yang merujuk pada donburi (mangkuk nasi khas Jepang). Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa dua komponen utama sajian ini adalah seafood atau bahan-bahan dari laut dan nasi.

Nasi putih ditata di bawah mangkuk dan kondisinya hangat. Berbeda dengan nasi pada sushi yang biasanya sudah dibumbui dengan cuka, nasi dalam kaisendon ini umumnya menggunakan nasi putih biasa (hakumai) yang baru matang.

Di atas nasi tersebut, koki akan menyusun berbagai jenis topping berupa seafood mentah atau yang kerap disebut sebagai neta. Pilihan topping-nya sangat beragam dan setiap kedai atau restoran memiliki preferensi masing-masing. Mlai dari maguro (tuna), sake (salmon), ikura (telur ikan), uni (bulu babi), hingga hotate (kerang simping). Sebagai pelengkap, biasanya ada sedikit wasabi di pinggir mangkuk dan irisan jahe kuning (gari).

Untuk menikmatinya, orang Jepang biasanya mencampurkan kecap asin (shoyu) dengan wasabi di dalam wadah terpisah, lalu digunakan sebagai cocolan potongan ikan. Perpaduan antara nasi hangat, ikan yang segar dan lembut, serta sentuhan pedas dari wasabi menciptakan rasa yang unik di mulut.

2. Variasi kaisendon

Potret kaisendon khas Jepang
Potret kaisendon khas Jepang (unsplash.com/sarahleejs)

Meski bisa ditemukan di berbagai kota di Jepang, setiap daerah memiliki variasi kaisendon yang mencerminkan hasil laut lokal mereka. Makanan ini sebenarnya paling identik dengan wilayah utara, khususnya Hokkaido. Karena dikelilingi perairan luas, Hokkaido menghasilkan seafood dengan kualitas premium.

Di daerah seperti Hakodate atau Sapporo (masih wilayah Hokkaido), kaisendon seringkali disajikan dengan porsi yang sangat melimpah hingga menutupi seluruh permukaan nasi di dalam mangkuk, lho!

Sementara itu, di Kanazawa, kaisendon disajikan dengan hiasan serpihan emas (gold leaf) di atasnya dan di wilayah pesisir selatan, topping yang digunakan mungkin lebih banyak didominasi ikan putih atau seafood musiman yang hanya ada pada waktu-waktu tertentu. Di beberapa wilayah bahkan menambahkan telur mentah di atasnya untuk memberikan tekstur creamy.

3. Perbedaan kaisendon dengan chirashi dan sashimi

Potret sashimi khas Jepang
Potret sashimi khas Jepang (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Ternyata, masih banyak orang bingung membedakan antara kaisendon dengan chirashizushi (chirashi) dan sashimi, karena ketiganya sama-sama menggunakan ikan segar dan mentah. Apalagi kalau melihatnya sekilas saja, pasti banyak yang mengira semuanya adalah sashimi.

Perbedaan utama kaisendon dengan chirashi terletak pada nasinya. Chirashi menggunakan nasi sushi yang sudah dibumbui (asam dan manis), sedangkan kaisendon menggunakan nasi putih tawar. Selain itu, chirashi seringkali mencampurkan bahan nonlaut, seperti tamagoyaki (telur dadar) dan sayuran yang dipotong dadu. Sedangkan, kaisendon lebih fokus pada sajian laut.

Jika dibandingkan dengan sashimi, perbedaannya terletak pada format penyajiannya. Sashimi adalah potongan ikan mentah yang disajikan tanpa nasi sama sekali. Sementara itu, kaisendon adalah makanan utama karena sudah menyertakan nasi sebagai sumber karbohidrat.

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu kaisendon yang berasal dari Jepang. Jadi makin penasaran dengan rasanya, kan? Yuk, berburu kaisendon di tempat terdekat!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Related Articles

See More

Resep Nasi Goreng Daging Sapi Cabai Rawit untuk Pencinta Pedas

13 Mei 2026, 11:07 WIBFood