Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Memasak Sehat agar Kandungan Gizi Tetap Utuh

5 Tips Memasak Sehat agar Kandungan Gizi Tetap Utuh
ilustrasi memasak (pexels.com/cottonbro studio)

Memasak bukan sekadar proses mengolah bahan makanan menjadi hidangan yang lezat, tetapi juga menentukan seberapa banyak nutrisi yang ada di bahan masakan. Banyak metode memasak yang tanpa disadari justru mengurangi kandungan vitamin dan mineral penting. Hal ini sering terjadi akibat suhu yang terlalu tinggi atau waktu memasak yang terlalu lama.

Memahami teknik memasak yang tepat dapat membantu kita menjaga kualitas gizi dalam makanan sehari hari. Beberapa perubahan kecil dalam cara memasak dapat memberikan dampak besar terhadap nilai nutrisi yang dikonsumsi. Dengan cara dan teknik yang lebih tepat, makanan tidak hanya enak tetapi juga tetap memberikan manfaat optimal bagi tubuh.

1. Menggunakan suhu yang tepat saat memasak

Api biru menyala di atas tungku kompor gas stainless steel dengan latar belakang dapur yang tampak bersih dan rapi.
ilustrasi api di kompor (pexels.com/Mateusz Feliksik)

Penggunaan suhu yang terlalu tinggi dapat merusak kandungan nutrisi, terutama vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan beberapa jenis vitamin B. Proses pemanasan yang berlebihan juga dapat mengubah struktur zat gizi tertentu sehingga manfaatnya berkurang. Oleh karena itu, pengaturan suhu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas makanan.

Memasak dengan suhu sedang cenderung lebih aman untuk mempertahankan kandungan nutrisi. Teknik seperti low heat cooking dapat membuat bahan matang secara merata tanpa merusak komponen penting di dalamnya. Selain itu, suhu yang lebih terkontrol juga membantu menjaga tekstur dan rasa alami dari bahan makanan.

2. Memilih metode memasak yang minim air

Sayuran segar seperti brokoli, wortel, dan paprika hijau sedang dimasak di dalam wajan hitam di atas kompor dapur.
ilustrasi memasak sayur (pexels.com/Ravi Sharma)

Penggunaan air dalam jumlah besar saat memasak dapat menyebabkan nutrisi larut dan terbuang bersama air tersebut. Hal ini sering terjadi pada proses merebus sayuran dalam waktu lama. Vitamin yang mudah larut seperti vitamin C sangat rentan hilang dalam kondisi tersebut.

Metode memasak seperti steaming atau mengukus menjadi alternatif yang lebih baik karena hanya menggunakan sedikit air. Cara ini memungkinkan nutrisi tetap terkunci di dalam bahan makanan. Selain itu, warna dan tekstur sayuran juga cenderung lebih terjaga sehingga tampilan makanan tetap menarik.

3. Memperhatikan waktu memasak

Seorang wanita sedang menyiapkan masakan di dapur modern, menambahkan bumbu ke dalam panci di atas kompor dengan berbagai sayuran di meja.
ilustrasi memasak (pexels.com/Anna Shvets)

Semakin lama bahan terpapar panas, semakin besar kemungkinan nutrisi di dalamnya mengalami kerusakan atau hilang. Kondisi ini terutama terjadi pada sayuran hijau dan bahan segar yang memiliki kandungan vitamin sensitif terhadap panas tinggi.

Memasak dengan waktu secukupnya hingga bahan matang tetapi tidak terlalu lembek menjadi cara yang lebih efektif menjaga kandungan nutrisi. Sebagai contoh, sayuran cukup dimasak hingga warnanya tetap cerah dan teksturnya masih sedikit renyah. Cara ini membantu mempertahankan vitamin sekaligus menjaga rasa alami sehingga makanan tetap terasa segar dan tidak kehilangan kualitasnya.

4. Menghindari pemotongan terlalu kecil

Tangan memotong paprika merah segar di atas talenan kayu dengan pisau besar di dapur modern yang bersih dan terang.
ilustrasi memotong paprika (pexels.com/Gustavo Fring)

Memotong bahan makanan menjadi bagian yang terlalu kecil dapat mempercepat hilangnya nutrisi, terutama saat proses memasak berlangsung. Permukaan yang lebih luas membuat zat gizi lebih mudah terpapar panas dan air. Akibatnya, kandungan vitamin dan mineral menjadi lebih cepat berkurang.

Memotong bahan dalam ukuran yang lebih besar dapat membantu menjaga kandungan nutrisi tetap stabil. Selain itu, teknik ini juga membantu mempertahankan kelembapan alami bahan makanan. Dalam beberapa kasus, potongan yang lebih besar juga memberikan tekstur yang lebih baik saat dikonsumsi.

5. Menggunakan minyak secukupnya

Seseorang menuangkan minyak ke dalam wajan di atas kompor gas hitam di dapur dengan meja berwarna terang.
ilustrasi menuangkan minyak (pexels.com/RDNE Stock project)

Penggunaan minyak dalam jumlah berlebihan tidak hanya menambah kalori, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas nutrisi makanan. Minyak yang dipanaskan terlalu lama dapat menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi kesehatan. Hal ini juga dapat merusak kandungan lemak sehat yang seharusnya bermanfaat bagi tubuh.

Menggunakan minyak secukupnya dapat menjadi pilihan yang lebih sehat. Selain membantu mempertahankan rasa, cara ini juga menjaga kandungan nutrisi tetap seimbang. Pemilihan jenis minyak yang tepat seperti minyak zaitun juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan.

Memasak sehat membutuhkan pemahaman teknik yang tepat. Setiap langkah kecil dalam proses memasak memiliki pengaruh terhadap kualitas nutrisi yang dihasilkan. Dengan menerapkan beberapa tips diatas, makanan sehari-hari dapat tetap lezat sekaligus memberikan manfaat optimal bagi tubuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

See More

5 Tips Menyimpan Udang di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Segar

10 Mei 2026, 21:32 WIBFood