Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Perbedaan Matcha dan Hojicha? Ini Penjelasannya!
Ilustrasi bubuk matcha (freepik.com/freepik)
  • Matcha dan hojicha sama-sama berasal dari Camellia sinensis, serta digunakan sebagai minuman dan bahan dessert, tetapi proses pengolahannya berbeda.
  • Matcha dibuat dari daun yang ditanam teduh, dikukus, dikeringkan, lalu digiling; hojicha memakai daun, tangkai, dan batang yang dipanggang pada 200 derajat Celsius.
  • Matcha berwarna hijau, berasa umami, perlu dikocok hingga berbusa, dan mengandung 3,2 gram kafein per 100 gram; hojicha lebih nutty serta berkafein 0,13 gram.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Matcha dan hojicha merupakan jenis teh yang berasal dari Jepang. Sementara matcha sudah populer ke mana-mana sejak bertahun-tahun lalu, hojicha baru mulai terkenal beberapa waktu belakangan. Baik matcha maupun hojicha sebenarnya sama-sama berasal dari tanaman teh Camellia sinensis yang digunakan untuk membuat teh hijau. 

Persamaan lainnya adalah keduanya gak hanya disajikan dalam bentuk minuman, melainkan juga menjadi bahan utama untuk membuat aneka dessert. Walaupun memiliki beberapa kesamaan, kedua jenis teh ini juga memiliki banyak perbedaan. Apa saja perbedaan matcha dan hojicha?

1. Proses pembuatan matcha jauh lebih rumit dari hojicha

ilustrasi pucuk daun teh (unsplash.com/Rashid)

Matcha pada dasarnya adalah daun teh hijau giling. Sekilas terdengar sederhana, tetapi siapa sangka proses pembuatan matcha justru sangat rumit. Pertama, tanaman teh Camellia sinensis ditanam di tempat yang teduh agar terhindar dari panas matahari sebelum dipanen. Daun teh yang sudah dipanen kemudian akan melalui proses pengukusan dan pengeringan, sebelum akhirnya digiling menjadi bubuk matcha.

Sedangkan hojicha umumnya terbuat dari tanaman teh yang dipanen lebih lambat. Setelah dipanen, daun, tangkai, dan batang teh kemudian dipanggang dengan hati-hati pada suhu 200 derajat Celsius. Proses pemanggangan inilah yang kemudian menjadi ciri khas hojicha dan membuatnya jadi berbeda dengan jenis teh hijau biasa.

2. Matcha berwarna hijau dengan rasa umami, sedangkan hojicha lebih nutty

ilustrasi hojicha yang baru diseduh (unsplash.com/Sergey N)

Salah satu hal yang mencolok dari matcha adalah warna hijau cerahnya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, matcha berasal dari tanaman teh yang ditanam di tempat teduh. Metode ini pada akhirnya menghasilkan daun teh yang kaya akan klorofil, sehingga warnanya pun jadi lebih hijau. Ketika diminum, matcha memiliki rasa umami yang gurih dan segar. Menariknya, beberapa orang kerap mendeskripsikan rasa matcha mirip rumput.

Hojicha di sisi lain memiliki warna cokelat kemerahan yang muncul karena proses pemanggangan. Menariknya, proses ini tidak lantas membuat hojicha terasa pahit. Sebaliknya, pemanggangan justru mengurangi kadar zat katekin dan menghasilkan cita rasa yang lebih lembut, dengan aroma seperti kacang, kayu, karamel, dan roasty.

3. Matcha perlu dikocok hingga berbusa, hojicha cukup diseduh

ilustrasi bubuk matcha yang sedang dikocok (unsplash.com/Sentidos Humanos)

Berbeda dengan jenis teh lainnya, matcha berbentuk bubuk halus. Makanya teh jenis ini gak bisa disajikan dengan cara yang sama seperti teh lainnya. Untuk membuat secangkir matcha, bubuk matcha perlu diseduh dengan air hangat, lalu dikocok hingga larut dan berbusa. Sedangkan hojicha umumnya memiliki cara penyajian yang sama dengan teh lainnya.

Teh diseduh dengan air hangat agar rasa dan aromanya keluar. Setelah didiamkan selama beberapa menit, daun teh yang sudah layu dapat disaring. Meski begitu, hojicha juga kerap dijual dalam bentuk bubuk. Untuk hojicha jenis ini, penyajiannya mirip dengan matcha. Bedanya, bubuk hojicha cukup dikocok hingga larut, tapi gak perlu sampai berbusa seperti saat membuat matcha.

4. Kandungan kafein pada matcha jauh lebih besar dari hojicha

ilustrasi secangkir matcha latte (unsplash.com/Jason Leung)

Hojicha dan matcha sama-sama mengandung kafein, tetapi kadar kafein pada keduanya sangat berbeda. Rata-rata matcha mengandung 3,2 gram kafein per 100 gram. Sedangkan hojicha hanya memiliki 0,13 gram kafein per 100 gram. Kenapa bisa berbeda? Ini karena matcha terbuat dari daun teh yang dihaluskan.

Ketika meminum matcha, kamu sebenarnya sedang meminum daun teh utuh. Hal itu sangat berbeda dengan hojicha dan jenis teh lainnya yang hanya diminum sari-sarinya saja. Selain itu, proses pemanggangan daun hojicha juga dapat memecah sebagian kafein pada daun teh dan mengurangi kadarnya sehingga lebih rendah.

Hojicha dan matcha memang berasal dari tanaman yang sama. Namun, proses pembuatan membuat keduanya berubah menjadi jenis teh yang sama sekali berbeda. Bukan hanya dari segi tampilan, tetapi juga rasa, aroma, hingga cara penyajian. Jadi, kira-kira kamu lebih suka yang mana, matcha atau hojicha?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article