- Simpan dalam botol kaca dengan tutup yang bersih dan kedap udara.
- Pastikan tutup botol rapat dan simpan di dalam kulkas untuk mencegah penyerapan bau makanan lain serta menjaga kesegaran.
- Tulis tanggal pembuatan di botol agar kamu tahu kapan harus menghabiskannya.
- Simpan cold brew yang murni dan jangan dicampur dulu. Kamu bisa mencampurnya dengan susu atau sirup sesaat sebelum diminum, bukan saat penyimpanan.
Cold Brew Bisa Tahan Berapa Lama di Kulkas? Ini Jawabannya!

Kopi menjadi minuman favorit bagi banyak orang. Minuman ini punya aroma yang khas, variasi rasa yang beragam, hingga kombinasi efek kafein yang dapat meningkatkan fokus serta energi.
Ada berbagai sajian kopi yang bisa dinikmati setiap hari. Salah satunya adalah cold brew yang seringkali dinikmati dalam kondisi dingin. Kamu pun bisa membuatnya sendiri maupun membeli di kedai kopi favorit. Lantas, cold brew bisa tahan berapa lama di kulkas? Ini dia jawabannya!
1. Apa itu cold brew?

Cold brew memiliki proses pembuatan yang cukup unik. Minuman kopi ini dibuat dengan merendam bubuk kopi dalam air suhu ruang atau air dingin selama 12 hingga 24 jam. Kopi ini pun gak melewati proses brewing dengan suhu tinggi seperti kopi pada umumnya.
Metode ini menghasilkan konsentrat kopi yang lebih halus, rasa yang lebih lembut dan manis alami hingga rendah asam. Karena waktu penyeduhannya yang lama, cold brew memiliki rasa yang lebih intens dan tekstur yang lebih halus.
2. Tahan berapa lama di kulkas?

Cold brew konsentrat yang belum dicampur air atau susu, cenderung lebih tahan lama saat disimpan. Bahkan, bisa disimpan hingga 10 - 14 hari dalam kondisi steril.
Sedangkan cold brew yang sudah diencerkan atau siap minum, bisa tahan selama 2 hingga 7 hari di dalam kulkas. Jika cold brew kamu sudah dicampur dengan susu atau pemanis, hanya dapat disimpan selama 2 - 3 hari saja karena susu cepat rusak.
3. Tanda cold brew sudah tidak layak minum

Meski cold brew adalah kopi hitam dan tidak cepat rusak seperti susu, tetap ada tanda-tanda minuman ini sudah tidak layak dikonsumsi. Mulai dari perubahan aroma menjadi asam, apek, atau seperti fermentasi. Lalu, ada perubahan rasa yang menjadi tajam, asam, atau getir secara berlebihan yang bisa jadi indikator bahwa minuman ini sudah teroksidasi.
Selain itu, jika muncul endapan berlendir, bisa menjadi tanda pertumbuhan mikroba terutama menyimpan cold brew yang sudah dicampur bahan lain seperti susu. Cold brew yang berbuih atau mengandung gas saat dibuka, bisa mengindikasikan fermentasi atau kontaminasi bakteri yang sudah tidak layak untuk diminum.
4. Tips menyimpan cold brew

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menyimpan cold brew dalam kulkas:
Itulah informasi tentang ketahanan cold brew saat disimpan dalam kulkas. Kamu bisa langsung melakukannya agar cold brew favoritmu masih nikmat untuk teman santai di rumah.



















