Kenapa Matcha Latte Lebih Lembut Dibanding Kopi Latte?

- Matcha latte terasa lebih lembut karena bubuk matcha yang super halus mudah larut dan menyatu sempurna dengan susu tanpa meninggalkan butiran kasar atau rasa pahit berlebih.
- Kafein dalam matcha bekerja lebih tenang berkat kombinasi L-theanine, menghasilkan efek rasa yang stabil dan tidak sekuat kopi latte yang cenderung lebih pahit.
- Rasa umami alami, proses pengocokan berbuih, serta kadar tanin rendah membuat matcha latte memiliki tekstur creamy dan lembut dibandingkan kopi latte yang lebih intens.
Kalau kamu pencinta minuman creamy yang nyaman di tenggorokan, mungkin kamu pernah merasa matcha latte terasa jauh lebih lembut daripada kopi latte. Teksturnya lebih halus, rasanya lebih menyatu, dan sensasinya tidak meninggalkan aftertaste yang terlalu tajam. Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat kedua minuman berbasis susu ini punya karakter yang sangat berbeda?
Menariknya, perbedaan kelembutan ini bukan hanya soal selera, tapi juga karena faktor ilmiah dan komposisi bahan yang digunakan. Setiap elemen, mulai dari jenis bubuk hingga proses pencampuran punya peran besar dalam membentuk rasa akhir. Berikut lima alasan utama yang membuat matcha latte terasa lebih lembut dibanding kopi latte.
1. Bubuk matcha lebih halus dan larut sempurna

Matcha berasal dari daun teh hijau yang digiling sangat halus hingga menjadi bubuk lembut seperti bedak. Tekstur super fine ini membuat matcha lebih mudah menyatu dengan susu dan air hangat sehingga menciptakan pengalaman minum yang halus sejak tegukan pertama. Tidak ada butiran kasar yang tertinggal, jadi sensasi creamy terasa lebih maksimal.
Berbeda dengan kopi yang diekstrak dari biji, matcha diminum bersama keseluruhan bubuknya. Hal ini membuat tekstur matcha latte tetap lembut karena tidak ada proses penyaringan yang menghilangkan partikel. Hasil akhirnya adalah minuman yang lebih stabil dan tidak meninggalkan rasa pahit di akhir.
2. Kafein matcha lebih tenang dibanding kopi

Matcha mengandung kafein, tapi dalam bentuk yang bekerja lebih lambat dibanding kafein dari kopi. Kombinasi kafein dengan L-theanine membuat efeknya lebih stabil dan tidak terlalu menonjol. Ini berpengaruh pada rasa karena kafein yang lebih kalem tidak memunculkan pahit yang tajam.
Sebaliknya, kafein dalam kopi cenderung lebih kuat dan menghasilkan rasa pahit yang lebih intens. Rasa pahit inilah yang sering membuat kopi latte terasa lebih kuat dan kurang lembut. Itulah sebabnya matcha latte memiliki profil rasa yang lebih bulat dan menenangkan.
3. Rasa dasar matcha lebih umami daripada pahit

Matcha memiliki karakter rasa umami yang alami, terutama jika menggunakan kualitas premium. Umami ini memberikan kesan lembut dan creamy sehingga cocok dipadukan dengan susu. Ketika bercampur, matcha menjadi harmoni yang menenangkan tanpa rasa menusuk.
Di sisi lain, kopi, memiliki rasa dasar yang cenderung pahit dan asam. Walaupun susu dapat menyeimbangkan rasa ini, karakter kuat kopi tetap terasa. Inilah yang membuat kopi latte memiliki sensasi gigitan rasa yang tidak ditemukan pada matcha latte.
4. Matcha dikocok, kopi diekstrak yang mengubah tekstur

Cara membuat matcha latte adalah dengan mengocok bubuk matcha hingga berbuih halus sebelum dicampur susu. Busa mikro inilah yang menciptakan tekstur lembut dan ringan saat diminum. Proses whisking ini penting untuk menghasilkan karakter creamy yang menyatu sempurna.
Sementara itu, kopi latte menggunakan espresso yang diekstrak dengan tekanan tinggi. Ekstraksi ini menghasilkan rasa pekat yang kuat dan aftertaste yang lebih dominan. Saat dicampur susu, tekstur kopi tetap lebih intens dibanding matcha yang sudah berbuih halus sebelumnya.
5. Kandungan tanin matcha lebih rendah dibanding kopi

Tanin adalah senyawa yang memberikan rasa pahit dan sepat pada minuman seperti teh dan kopi. Matcha mengandung tanin, tapi kadarnya lebih rendah dibanding kopi. Tanin yang lebih sedikit membuat matcha latte tidak meninggalkan sensasi getir di lidah.
Pada kopi, tanin berperan besar dalam memberikan rasa pekat dan pahit yang khas. Bahkan dalam latte sekalipun, rasa tanin tetap terasa meski tertutup susu. Inilah alasan tekstur kopi latte cenderung berkarakter, tidak selembut matcha latte.
Matcha latte memang punya pesona tersendiri yang bikin suasana minum jadi lebih tenang dan lembut. Jadi, kapan kamu mau menikmati secangkir matcha latte hangat untuk menemani harimu?


















