Fakta Unik Teh di Beberapa Negara yang Perlu Kamu Tahu

Teh telah lama menjadi salah satu minuman paling populer di dunia dan dinikmati berbagai kalangan lintas generasi. Di balik kehangatan dan kesegarannya, minuman ini menyimpan sejarah panjang yang tersebar ke berbagai belahan dunia melalui jalur perdagangan kuno.
Menariknya, ketika tiba di suatu wilayah, teh tidak hanya sekadar menjadi pelepas dahaga, tetapi juga melebur dengan kearifan lokal hingga melahirkan tradisi minum teh yang sarat akan filosofi. Setiap bangsa memiliki cara uniknya masing-masing dalam mengapresiasi dan menghasilkan berbagai produk olahan tehnya sendiri.
Ada beberapa fakta unik tentang teh di beberapa negara berdasarkan buku Roots of Tea dari CHAGEE. Selengkapnya, simak penjelasan dan informasinya di bawah ini, yuk!
Table of Content
1. Korea Selatan

Di Korea Selatan, teh umumnya terbagi menjadi dua kategori besar, yakni leaf tea yang diseduh dari daun teh, seperti teh hijau, dan traditional Infusions atau teh infus tradisional yang terbuat dari biji-bijian, buah-buahan, dan akar-akaran. Contoh dari traditional infusions ini antara lain teh barli, teh omnijo, teh yu, dan teh jujube.
Tradisi upacara minum teh Korea telah diwariskan selama berabad-abad dan ritualnya yang teliti. Aktivitas tersebut menekankan ketenangan batin dan kesederhanaan. Dalam beberapa tahun terakhir, generasi baru merek teh pun bermunculan. Kegiatan minum teh semakin populer di kalangan anak muda Korea sebagai bagian dari gaya hidup yang sadar kesehatan.
2. Qatar

Teh memiliki tempat istimewa sebagai salah satu minuman sehari-hari yang paling digandrungi di Qatar. Pada 2020, Qatar menempati peringkat ke-8 di dunia untuk konsumsi teh per kapita.
Teh karak, favorit warga lokal, biasanya dibuat dari teh hitam dan susu evaporasi, kemudian diperkaya dengan rempah-rempah. Biasanya ditambahkan kayu manis, pala, kunyit, dan vanili. Teh karak ini dapat ditemukan di kafe dan kedai teh di seluruh negeri dengan harga terjangkau.
3. Inggris

Di Inggris Raya, teh sangat dihargai semua lapisan masyarakat sejak dulu kala, mulai dari kalangan rakyat biasa hingga bangsawan. Masyarakat di sana kerap mengadakan afternoon tea, sebuah acara sosial pada sore hari yang menyajikan teh dan berbagai kudapan manis, seperti sandwich kecil, scone, dan kue-kue lainnya. Terdapat pula high tea yang merujuk pada kegiatan makan malam dengan sajian lengkap.
Sementara itu, jenis teh yang sangat disukai masyarakat Inggris adalah teh hitam. Mereka juga memiliki "produk" teh hitam andalan, namanya earl grey. Teh ini diolah secara tradisional dan diberi tambahan minyak bergamot, sehingga aroma harumnya sangat ikonik.
4. Thailand

Di Thailand, teh sering disajikan dengan es dan dicampur dengan daun mint atau jus buah. Campuran ini menciptakan minuman menyegarkan yang sangat cocok untuk iklim tropis. Warung teh keliling berjejer di jalanan, menjadikan teh sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Masyarakat setempat memiliki banyak olahan teh. Thai milk tea atau teh susu khas Thailand yang dibuat dari seduhan teh dan susu kental manis ini sangat disukai banyak orang. Daun teh juga diasamkan dengan cabai dan garam untuk membuat miang bai cha, camilan tradisional yang sering dinikmati bersama makanan atau sebagai pembersih langit-langit mulut.
5. Malaysia

Di Malaysia, teh dinikmati oleh orang-orang dari segala usia dan latar belakang. Komunitas Melayu dan India cenderung lebih menyukai teh hitam, sedangkan warga Malaysia keturunan Tionghoa sering lebih menyukai pu erh, liubao, dan tie guan yin. Kedai teh yang menyelenggarakan pertunjukan seni teh juga merupakan bagian yang berharga dari budaya lokal.
Teh tarik yang sering dianggap sebagai minuman nasional ini dibuat dari teh hitam yang telah diseduh dan susu kental manis. Campuran tersebut kemudian dituang dari satu gelas ke gelas lain sambil diangkat tinggi berkali-kali. Aktivitas ini menjadi sebuah pertunjukan yang menghibur dan ikonik.
6. China

Masyarakat China sangat menyukai teh pu erh. Teh ini diproduksi di lembah Sungai Lancang, Yunnan, khususnya di daerah Xishuangbanna. Proses produksinya masih tergolong tradisional, yakni dengan pengeringan di bawah terik matahari langsung. Teh ini teksturnya lembut dan segar dengan aroma earthy, sekaligus ada sentuhan manisnya.
Hal yang membuat teh pu erh ini unik adalah cara pengemasannya. Mereka masih menggunakan standar yang ditetapkan sejak zaman Dinasti Qing, yakni "seven cake per barel." Dalam konsep ini, tujuh keping teh (cake) dibungkus bersama dalam satu selongsong wadah (barel). Satu keping atau cake sendiri beratnya sekitar 357 gram, sehingga total berat satu selongsongnya sekitar 2,5 kilogram.
Demikian beberapa fakta unik tentang teh di beberapa negara yang dilansir dari buku Roots of Tea dari CHAGEE. Kamu sendiri sudah pernah cobain teh yang mana saja, nih?


![[QUIZ] Jenis Keju Favoritmu Bisa Melambangkan Kepribadianmu Lho!](https://image.idntimes.com/post/20260122/92922_067bb780-65b6-4860-aaad-da25a4e06cc4.jpg)


![[QUIZ] Pilih Jenis Mangga Favoritmu, Kami Tahu Kamu Cocoknya Bikin Dessert Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250207/eat-430-0f9b21527fae49acb18f02de705afd9c-08c03d5fe4528f45858a162e59d8bee0.jpg)











