Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Kopi Susu Bisa Viral? Ini Penyebabnya!

Kenapa Kopi Susu Bisa Viral? Ini Penyebabnya!
ilustrasi kopi susu (unsplash.com/Thomas Vimare)
Intinya Sih
  • Kepopuleran kopi susu bermula dari eksperimen iseng mencampur susu ke kopi pada abad ke-17, lalu berkembang menjadi kebiasaan global yang disesuaikan dengan selera lokal di Eropa.
  • Dari Austria hingga Italia, inovasi rasa melahirkan cappuccino dan latte, dua varian kopi susu yang kemudian menginspirasi banyak kreasi minuman serupa di berbagai negara.
  • Kopi single origin dan kreativitas kedai kekinian menjadikan kopi susu bukan sekadar minuman, tapi simbol gaya hidup modern yang terus berevolusi mengikuti tren generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sekarang, minuman satu ini ada di mana-mana. Dari kedai pinggir jalan hingga kafe estetik di pusat kota, es kopi susu selalu ada dalam daftar menu. Bukan cuma soal rasa, ada sesuatu yang membuat orang terus kembali memesan minuman yang sama.

Namun, kalau dipikir lebih jauh, popularitas es kopi susu tidak muncul begitu saja dari tren media sosial semata, lho. Ada perjalanan panjang di baliknya yang jarang diketahui orang. Yuk, telusuri dari mana kepopuleran kopi susu dimulai.

1. Semua keviralan ini berawal dari keisengan

ilustrasi mencampur susu ke kopi
ilustrasi mencampur susu ke kopi (unsplash.com/Sarah Elizabeth)

Tidak banyak orang tahu bahwa kebiasaan mencampur susu ke dalam kopi lahir dari eksperimen yang tidak direncanakan. Pada 1660-an, Johan Nieuhof, duta besar Belanda untuk China, mencoba mencampurkan susu ke dalam kopinya begitu saja. Tidak ada alasan tertentu atau resep khusus di baliknya, murni keisengan semata. Namun, hasilnya ternyata disukai dan kebiasaan itu mulai menyebar.

Dari satu orang yang iseng bereksperimen, kebiasaan ini akhirnya berkembang ke berbagai penjuru dunia. Orang Eropa sendiri sebelumnya sudah terbiasa menambahkan susu ke teh, jadi transisi ke kopi tidak terlalu asing bagi mereka. Dari situlah lahir berbagai versi minuman kopi bercampur susu yang terus berevolusi hingga ke bentuknya yang kita kenal sekarang.

2. Kopi terasa terlalu pahit untuk lidah orang Eropa

ilustrasi kopi
ilustrasi kopi (unsplash.com/Julia Florczak)

Setelah Pertempuran Wina pada 1683, Austria mendapatkan tumpukan biji kopi sebagai bagian dari rampasan perang melawan Kerajaan Ottoman. Jerzy Franciszek Kulczycki, salah satu pahlawan dalam pertempuran itu, menerima karung-karung biji kopi tersebut dan membuka kafe.

Kulczycki mempelajari cara orang Ottoman menyeduh kopi, tetapi metode itu dinilai terlalu pahit untuk lidah orang Eropa. Akhirnya, ia mulai menambahkan madu dan susu agar rasanya lebih ramah di mulut.

Keputusan Kulczycki ternyata berdampak besar pada sejarah kopi dunia. Ia tidak sedang menciptakan resep baru secara sadar, tetapi menyesuaikan minuman asing dengan selera lokal. Penyesuaian inilah yang kemudian menjadi fondasi dari banyak menu kopi susu yang kita kenal sekarang.

3. Lahirnya cappuccino dan latte

ilustrasi latte
ilustrasi latte (unsplash.com/Fahmi Fakhrudin)

Kebiasaan mencampur susu ke dalam kopi yang bermula di Austria akhirnya menyebar ke Italia. Cappuccino muncul di awal abad ke-19 dan semakin populer setelah mesin espresso milik Luigi Bezzera dipatenkan pada 1901. Minuman ini dibuat dari espresso, susu cair, dan busa susu dengan perbandingan masing-masing sepertiga. Rasanya tajam dan kuat, sesuai dengan selera orang Italia yang memang menyukai kopi dengan karakter bold.

Namun, ternyata tidak semua orang cocok dengan ketajaman rasa cappuccino. Pada 1950-an, Lino Meiorin, pemilik kafe di Berkeley, California, meminta baristanya menambahkan lebih banyak susu ke cappuccino karena pelanggannya tidak terbiasa dengan rasanya. Hasilnya adalah minuman baru yang kemudian diberi nama latte, dengan perbandingan espresso yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan susu cairnya. Dari sinilah semakin banyak variasi kopi susu mulai bermunculan secara kreatif.

4. Kopi single origin jadi kunci rasanya

ilustrasi single origin
ilustrasi single origin (unsplash.com/Nick Harsell)

Di balik kopi susu yang enak, ada satu faktor penting yang sering luput dari perhatian, apalagi kalau bukan jenis kopi yang digunakan. Kopi single origin, yaitu kopi yang berasal dari satu sumber spesifik baik dari segi tempat maupun penanamannya, punya karakter rasa yang jauh lebih khas dibanding kopi campuran biasa. Indonesia sendiri punya beberapa single origin yang sudah dikenal luas dan sering jadi bahan dasar es kopi susu berkualitas.

Kopi Gayo dari Aceh, misalnya, dikenal dengan rasa yang bersih dan sering dipakai dalam berbagai resep kopi susu. Kopi Malabar dari Bandung punya dominasi rasa cokelat dan rempah yang cocok dipadukan dengan susu. Ada juga Kopi Toraja dengan catatan rasa tembakau dan karamel, serta Kopi Kintamani dari Bali yang punya keasaman buah yang unik. Pilihan biji kopi inilah yang menentukan apakah kopi susu yang dihasilkan akan terasa biasa atau benar-benar berkarakter.

5. Kedai kopi mengubah kopi susu jadi gaya hidup

ilustrasi kopi susu
ilustrasi kopi susu (unsplash.com/frank mckenna)

Kopi susu tidak hanya berubah dalam hal rasa, tetapi juga dalam cara penyajiannya. Kemunculan kedai kopi kekinian membuat minuman ini dikemas jauh lebih menarik, mulai dari gelas yang estetik hingga lapisan gradasi warna antara kopi dan susu yang terlihat cantik. Visual ini kemudian mendorong orang untuk memotret dan membagikannya di media sosial sebelum diminum. Minuman yang tadinya sekadar pelepas dahaga berubah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup.

Variasi resepnya pun semakin beragam seiring waktu. Tidak lagi terbatas pada espresso dan susu, tetapi sudah dicampur dengan gula aren, brown sugar, buah-buahan, hingga berbagai topping lainnya. Setiap kedai berlomba menciptakan versi uniknya sendiri. Persaingan itulah yang membuat kopi susu terus berkembang dan tidak pernah benar-benar membosankan.

Kopi susu bertahan bukan karena keberuntungan, tapi karena memang memiliki dasar rasa yang solid dan terus beradaptasi dengan selera pasar. Setiap generasi menambahkan sesuatu pada minuman ini, dari penambahan susu pertama kali di Eropa sampai inovasi gula aren di Indonesia. Minuman ini sudah membuktikan bahwa sesuatu yang lahir dari keisengan bisa bertahan ratusan tahun kalau rasanya memang senikmat itu. Apakah kamu salah satu pencinta kopi susu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More