Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Memasak Paha Ayam yang Bikin Dagingnya Kering

5 min read
5 Kesalahan Memasak Paha Ayam yang Bikin Dagingnya Kering
ilustrasi daging paha ayam (magnific.com/jcomp)
  • Paha ayam tidak sebaiknya langsung diangkat saat suhu internal 74°C; memasak hingga sekitar 85°C membantu kolagen terurai sehingga daging lebih empuk dan juicy.
  • Kematangan perlu diperiksa memakai termometer pada bagian paling tebal, bukan hanya warna permukaan. Setiap potongan harus dicek karena ukuran, tulang, dan durasi matangnya berbeda.
  • Hindari panas terlalu tinggi yang membuat luar ayam cepat gosong sementara dalamnya belum matang. Setelah matang, diamkan beberapa menit agar cairan daging tersebar kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Paha ayam menjadi salah satu bagian ayam favorit banyak orang karena teksturnya cenderung lebih lembut dan gurih. Namun, kalau cara memasaknya kurang tepat, daging paha ayam tetap bisa terasa kering, alot, bahkan kurang nikmat saat disantap.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengangkat ayam dari wajan terlalu cepat karena takut dagingnya menjadi terlalu matang. Padahal, paha ayam memiliki karakteristik yang berbeda dari dada ayam sehingga membutuhkan perhatian tersendiri selama proses memasak.

Supaya hasil masakanmu lebih juicy dan empuk, ada beberapa kesalahan memasak paha ayam yang perlu kamu hindari. Coba praktikkan, ya!

  1. 1. Mengangkat ayam terlalu cepat

    ilustrasi masak ayam goreng
    ilustrasi masak ayam goreng (vecteezy.com/Zero Studio)

    Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat memasak paha ayam adalah langsung mengangkatnya begitu suhu bagian dalamnya mencapai 74 derajat Celsius. Suhu tersebut memang merupakan batas minimum yang direkomendasikan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) agar unggas aman dikonsumsi. Namun, mencapai suhu aman belum tentu membuat tekstur paha ayam menjadi paling empuk. Kalau kamu menginginkan daging yang lebih lembut, proses memasaknya mungkin perlu dilanjutkan sedikit lebih lama.

    Paha ayam memiliki jaringan ikat yang lebih banyak dibandingkan dengan dada ayam, termasuk protein kolagen yang membantu menyatukan jaringan otot. Ketika terkena panas dalam waktu yang cukup, kolagen perlahan terurai menjadi gelatin sehingga tekstur daging terasa lebih lembut dan juicy.

    Suhu sekitar 85 derajat Celsius dapat menjadi patokan untuk mendapatkan daging ayam yang seimbang antara kelembutan dan kelezatan dagingnya. Meski begitu, tingkat keempukan tetap dipengaruhi oleh ukuran potongan, waktu memasak, dan metode yang digunakan.

  2. 2. Tidak memeriksa suhu bagian dalam daging

    ilustrasi daging paha ayam
    ilustrasi daging paha ayam (unsplash.com/Dr Muhammad Amer)

    Kesalahan berikutnya adalah hanya mengandalkan warna permukaan untuk menentukan apakah paha ayam sudah matang. Kulit yang kecokelatan memang terlihat menggugah selera, tetapi tampilannya tidak selalu menunjukkan kondisi bagian dalam daging. Ayam bisa terlihat matang di luar, padahal bagian tengahnya belum mencapai suhu yang aman. Sebaliknya, permukaan yang sudah kecokelatan juga gak berarti dagingnya sudah terlalu matang.

    Untuk menghindari kesalahan tersebut, kamu bisa menggunakan termometer makanan dengan pembacaan cepat atau instant-read thermometer. Tusukkan ujung termometer ke bagian paha ayam yang paling tebal tanpa menyentuh tulang karena tulang dapat memengaruhi hasil pengukuran. Jika memasak paha ayam tanpa tulang yang tipis, masukkan termometer dari samping agar ujungnya mencapai bagian tengah daging. Periksa setiap potongan secara terpisah karena ukuran dan waktu matangnya bisa berbeda.

  3. 3. Memasak semua potongan dengan durasi yang sama

    ilustrasi kari ayam
    ilustrasi kari ayam (unsplash.com/Kalindu Waranga)

    Paha ayam gak selalu matang dalam waktu yang seragam, terutama jika kamu memasak potongan bertulang dan tanpa tulang secara bersamaan. Paha ayam tanpa tulang umumnya matang lebih cepat, sehingga perlu diperiksa terlebih dahulu.

    Sementara itu, potongan yang lebih besar atau yang masih memiliki tulang mungkin membutuhkan waktu lebih lama agar bagian dalamnya mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Jika kamu mengangkat semuanya bersamaan, tanpa memeriksa kondisinya, sebagian daging berisiko terlalu matang.

    Cara mengatasinya cukup sederhana, yakni dengan memeriksa kematangan setiap potongan secara berkala. Angkat paha ayam yang sudah mencapai target suhu dan tekstur sesuai keinginanmu, lalu lanjutkan memasak potongan lainnya jika masih diperlukan.

    Selain menggunakan termometer, kamu bisa memperhatikan tekstur daging dengan menusuknya dengan garpu atau termometer. Daging yang sudah empuk biasanya bisa ditembus dengan sedikit hambatan, sedangkan paha ayam bertulang yang matang dengan baik akan memiliki tulang yang lebih mudah digerakkan.

  4. 4. Membiarkan bagian luar terlalu cepat kecokelatan

    ilustrasi masak ayam goreng
    ilustrasi masak ayam goreng (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

    Saat memasak paha ayam di wajan, oven, atau panggangan, bagian luar daging terkadang berubah menjadi kecokelatan sebelum bagian dalamnya matang sempurna. Kondisi ini bisa terjadi ketika suhu memasak terlalu tinggi atau panas tidak tersebar dengan baik. Akibatnya, kamu mungkin tergoda untuk terus memasak dengan api besar agar bagian tengahnya segera matang. Padahal, cara tersebut justru berisiko membuat permukaan daging terlalu kering atau gosong, lho.

    Jika bagian luar paha ayam mulai kecokelatan terlalu cepat, turunkan suhu agar proses pematangan lebih merata. Saat menggunakan oven, kamu bisa menutup paha ayam secara longgar dengan aluminium foil untuk membantu melindungi permukaannya dari panas langsung. Jika memanggang di atas panggangan, pindahkan ayam ke area yang lebih sejuk agar bagian dalamnya memiliki waktu untuk matang. Sementara itu, jika memasak di atas kompor, kamu bisa melanjutkan proses pematangan di dalam oven menggunakan wajan yang aman untuk oven.

  5. 5. Tidak mendiamkan ayam sebelum disajikan

    ilustrasi makan ayam goreng
    ilustrasi makan ayam goreng (unsplash.com/Streets of Food)

    Setelah paha ayam matang, kamu mungkin ingin langsung memotongnya dan menyajikannya selagi panas. Kebiasaan ini memang terasa praktis, tapi memberikan waktu istirahat beberapa menit sebelum dipotong bisa membantu menjaga kualitas daging. Selama proses memasak, cairan di dalam daging bergerak akibat paparan panas. Dengan mendiamkannya sebentar, cairan tersebut memiliki kesempatan untuk tersebar kembali sehingga daging terasa lebih juicy ketika disantap.

    Kamu gak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan manfaatnya. Setelah diangkat dari wajan, oven, atau panggangan, diamkan paha ayam selama beberapa menit sebelum dipotong atau disajikan. Hindari langsung membelah daging saat baru diangkat karena cairan lebih mudah keluar saat dipotong. Dengan langkah sederhana ini, masakanmu berpeluang memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang tetap nikmat.

    Memasak paha ayam yang empuk dan juicy sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kamu hanya perlu memperhatikan suhu bagian dalam, menyesuaikan waktu memasak dengan ukuran potongan, serta mengatur panas agar permukaannya tidak cepat gosong. Jangan lupa memberikan waktu istirahat beberapa menit sebelum ayam disajikan.

    Dengan menghindari lima kesalahan tersebut, kamu bisa menikmati paha ayam yang matang dengan baik, lebih lembut, dan tetap menggugah selera. Gimana, semakin pede untuk mengolah paha ayam, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More