Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Menyimpan Minyak Zaitun yang Bikin Cepat Tengik
ilustrasi minyak zaitun atau olive oil (magnific.com/magnific)
  • Panas dekat kompor dan sinar matahari langsung mempercepat oksidasi minyak zaitun, sehingga aroma, rasa, dan kualitasnya cepat menurun.
  • Botol yang sering dibiarkan terbuka membuat minyak terpapar oksigen; tutup rapat setelah digunakan untuk menjaga kesegaran lebih lama.
  • Minyak zaitun adalah produk segar yang kualitasnya menurun seiring waktu; simpan di tempat sejuk, gelap, bersuhu stabil, bukan di kulkas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Minyak zaitun dikenal sebagai salah satu bahan dapur yang serbaguna. Selain bisa dipakai untuk menumis, membuat salad dressing, hingga menjadi pelengkap berbagai hidangan, minyak zaitun juga memiliki kandungan lemak sehat yang baik untuk tubuh.

Namun, manfaat dalam minyak zaitun bisa berkurang jika cara penyimpanannya kurang tepat. Sayangnya, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat menyimpan minyak zaitun di rumah.

Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata dapat mempercepat penurunan kualitas minyak zaitun, lho. Akibatnya, aroma segarnya menghilang, rasanya berubah, bahkan minyaknya menjadi tengik lebih cepat.

Para ahli menjelaskan bahwa minyak zaitun sebenarnya merupakan produk yang mudah mengalami penurunan kualitas apabila terkena kondisi penyimpanan yang kurang ideal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kesalahan menyimpan minyak zaitun agar kualitasnya tetap terjaga lebih lama.

1. Menaruh minyak zaitun di dekat kompor

ilustrasi masak, minyak zaitun atau olive oil (unsplash.com/Abbey Houston)

Banyak orang meletakkan minyak zaitun tepat di samping kompor karena lebih praktis saat memasak. Padahal, kebiasaan ini justru menjadi salah satu kesalahan paling umum. Menurut Lisa Pollack, Education Manager di Corto Olive Co., panas dari area sekitar kompor dapat mempercepat penurunan kualitas minyak, meskipun botolnya gak terkena api secara langsung.

Paparan panas secara terus-menerus membuat karakter rasa segar dan aroma khas minyak zaitun memudar lebih cepat. Kondisi tersebut juga mempercepat proses oksidasi sehingga minyak lebih cepat tengik. Sebaiknya simpan minyak zaitun di dalam lemari dapur yang sejuk dan gelap, tetapi tetap cukup dekat agar mudah dijangkau saat memasak.

2. Membiarkan botol terkena sinar matahari langsung

ilustrasi minyak zaitun atau olive oil (unsplash.com/Juan Gomez)

Meletakkan minyak zaitun di atas meja dapur yang terkena cahaya matahari memang terlihat rapi. Namun, sinar matahari langsung merupakan salah satu musuh terbesar bagi kualitas minyak zaitun. Lisa Pollack menjelaskan bahwa cahaya dapat mempercepat proses oksidasi yang akhirnya merusak rasa dan kualitas minyak.

Itulah sebabnya produsen minyak zaitun berkualitas biasanya menggunakan botol kaca berwarna gelap atau kemasan logam. Kemasan tersebut dirancang untuk mengurangi paparan cahaya yang dapat merusak isi di dalamnya. Agar kualitas minyak tetap terjaga, simpanlah botol di tempat yang teduh dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung, ya.

3. Sering membiarkan tutup botol terbuka

ilustrasi minyak zaitun atau olive oil (magnific.com/magnific)

Setelah selesai memasak, sebagian orang terkadang lupa menutup kembali botol minyak zaitun dengan rapat. Kebiasaan sederhana ini ternyata dapat mempercepat kerusakan minyak. Paul Bartolotta, chef sekaligus pendiri The Bartolotta Restaurants, menjelaskan bahwa paparan oksigen dalam waktu lama merupakan salah satu penyebab utama minyak zaitun mengalami oksidasi.

Semakin lama minyak bersentuhan dengan udara, semakin cepat rasa dan aromanya berubah. Bahkan kualitas minyak juga akan menurun meskipun warnanya masih tampak normal. Karena itu, biasakanlah selalu menutup botol dengan rapat setiap selesai digunakan agar udara tidak gampang masuk ke dalam kemasan.

4. Menganggap minyak zaitun bisa bertahan selamanya

ilustrasi minyak zaitun, olive oil, salad (pexels.com/Jessica Lewis 🦋 thepaintedsquare)

Banyak orang mengira minyak zaitun sama seperti bahan makanan kering yang bisa disimpan sangat lama di dapur. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat, lho. Lisa Pollack menjelaskan bahwa minyak zaitun lebih mirip jus buah segar karena berasal dari buah zaitun, sehingga kualitasnya akan terus menurun seiring waktu.

Chef Morgan Lewis dari Halls Catch di Nashville juga menjelaskan bahwa minyak zaitun merupakan produk segar, bukan bahan makanan yang kualitasnya tetap sama selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan minyak zaitun dalam waktu yang wajar setelah dibuka. Semakin segar minyak yang digunakan, semakin maksimal pula cita rasa dan manfaat yang bisa kamu dapatkan.

5. Menyimpan minyak zaitun di dalam kulkas

ilustrasi kulkas (freepik.com/freepik)

Sekilas, kulkas tampak menjadi tempat penyimpanan yang ideal karena dingin dan minim cahaya. Namun, para ahli justru gak menyarankan cara ini untuk penggunaan sehari-hari. Lisa Pollack menjelaskan bahwa suhu dingin membuat lilin alami yang terdapat pada buah zaitun mengeras sehingga minyak berubah menjadi padat atau keruh.

Meski perubahan tersebut tidak langsung merusak kualitas minyak, banyak orang akhirnya memanaskannya agar kembali cair. Proses pemanasan berulang inilah yang dapat mengurangi kesegaran aroma dan cita rasa minyak zaitun. Sebaiknya simpan minyak zaitun di tempat yang sejuk dengan suhu ruangan yang stabil, bukan di dalam kulkas.

Menyimpan minyak zaitun ternyata gak bisa dilakukan sembarangan. Paparan panas, cahaya, udara, hingga cara penyimpanan yang kurang tepat dapat mempercepat proses oksidasi sehingga minyak kehilangan rasa, aroma, dan sebagian manfaatnya. Karena minyak zaitun termasuk produk yang mudah mengalami penurunan kualitas, kamu perlu memperlakukannya seperti bahan makanan segar.

Mulai sekarang, coba simpan minyak zaitun di tempat yang sejuk dan gelap, lalu selalu pastikan tutup botol tertutup rapat setelah digunakan. Hindari pula meletakkannya di dekat kompor atau di bawah sinar matahari langsung. Dengan cara penyimpanan yang benar, minyak zaitun bisa tetap segar, lezat, dan siap memberikan cita rasa terbaik pada setiap masakanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article