Apakah Minyak Zaitun Aman Dikonsumsi Tiap Hari? Ini Penjelasannya!

- Minyak zaitun mengandung lemak baik yang dibutuhkan oleh tubuh.
- Aman dikonsumsi harian asal tidak berlebihan.
- Jenis minyak zaitun menentukan manfaatnya.
Minyak zaitun selama ini dikenal sebagai salah satu bahan makanan sehat yang sering direkomendasikan banyak ahli gizi. Tak hanya digunakan untuk memasak, minyak ini juga kerap dikonsumsi langsung sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Di balik reputasinya sebagai lemak sehat, banyak orang bertanya-tanya apakah minyak zaitun aman dijadikan konsumsi harian.
Wajar saja, karena satu sendok minyak zaitun sudah menyumbang kalori yang tidak sedikit. Di sisi lain, minyak zaitun mengandung lemak baik dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Lantas, bagaimana fakta sebenarnya dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menjadikannya konsumsi harian?
1. Minyak zaitun mengandung lemak baik yang dibutuhkan oleh tubuh

Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang dikenal lebih ramah bagi kesehatan jantung. Jenis lemak ini membantu menjaga keseimbangan kolesterol dengan menurunkan LDL dan mempertahankan HDL. Karena itu, konsumsi minyak zaitun setiap hari sebenarnya bisa memberi manfaat jika dilakukan dengan porsi tepat.
Kehadiran lemak sehat sangat dibutuhkan agar vitamin A, D, E, dan K dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Tanpa dukungan lemak yang cukup, manfaat vitamin tersebut tidak bisa dirasakan sepenuhnya. Karena itulah minyak zaitun sering dianggap sebagai pilihan lemak yang lebih sehat.
2. Aman dikonsumsi harian asal tidak berlebihan

Meski tergolong sehat, minyak zaitun tetap memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Dalam satu sendok makan minyak zaitun terdapat sekitar 120 kalori yang perlu diperhitungkan. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan kalori harian bisa meningkat tanpa disadari.
Minyak zaitun sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang terkontrol, yakni sekitar satu sampai dua sendok makan sehari. Takaran tersebut dinilai aman sekaligus efektif untuk mendukung kesehatan tubuh. Dengan begitu, asupan kalori harian tetap terjaga seimbang.
3. Jenis minyak zaitun menentukan manfaatnya

Kualitas minyak zaitun di pasaran tidaklah seragam, sehingga manfaatnya pun bisa berbeda-beda. Extra virgin olive oil (EVOO) dikenal sebagai pilihan terbaik karena melalui proses pengolahan yang sangat minimal. Karena itu, EVOO mengandung lebih banyak antioksidan dan senyawa antiinflamasi dibandingkan minyak zaitun jenis refined.
Zat aktif di dalamnya berfungsi melindungi sel tubuh dari dampak negatif radikal bebas. Jika dikonsumsi setiap hari, EVOO memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal. Oleh karena itu, penting untuk memilih minyak zaitun berkualitas saat menjadikannya konsumsi rutin.
4. Cara mengonsumsi minyak zaitun memengaruhi keamanannya

Minyak zaitun paling baik digunakan untuk menumis ringan atau sebagai dressing makanan. Penggunaan pada suhu terlalu tinggi dapat merusak kandungan nutrisinya. Jika dipanaskan berlebihan, rasa dan kualitas minyak zaitun juga bisa berubah.
Minyak zaitun kerap digunakan sebagai tambahan pada hidangan siap santap atau diminum langsung. Pilihan ini dinilai lebih aman karena tidak merusak kandungan alaminya. Selama digunakan dengan benar, minyak zaitun tetap aman dikonsumsi setiap hari.
5. Tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh

Apa yang dibutuhkan tubuh seseorang belum tentu sama dengan orang lain. Pada sebagian orang, konsumsi minyak zaitun berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan ringan. Karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.
Meski menyehatkan, minyak zaitun tidak dianjurkan menjadi satu-satunya sumber lemak dalam menu sehari-hari. Tubuh tetap membutuhkan variasi lemak sehat dari bahan makanan lain. Kombinasi ini membantu menjaga asupan nutrisi tetap lengkap dan seimbang.
Jadi, minyak zaitun aman dikonsumsi setiap hari selama digunakan dengan porsi dan cara yang tepat. Kunci utamanya ada pada pemilihan jenis berkualitas, jumlah yang tidak berlebihan, serta pola makan yang seimbang. Dengan kebiasaan ini, minyak zaitun bisa menjadi bagian kecil yang memberi dampak besar bagi kesehatan tubuh.


















