Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Keunikan Klepon, dari Tekstur Kenyal hingga Isian Gula Merah
ilustrasi klepon (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)
  • Klepon merupakan jajanan tradisional berbahan tepung ketan yang masih hadir di acara keluarga, pasar tradisional, perayaan tertentu, hingga momentum Agustusan.
  • Tekstur kenyal dan lembut membungkus gula merah yang mencair saat direbus, menghadirkan perpaduan rasa gurih dari ketan dan manis dari isian.
  • Balutan kelapa parut menambah rasa gurih serta tekstur, sementara warna hijau dari pandan atau suji memberi aroma khas dan membuatnya mudah dikenali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klepon menjadi salah satu jajanan tradisional Indonesia yang hingga kini masih mudah ditemukan di berbagai kesempatan. Bentuknya yang bulat kecil dengan warna hijau khas, balutan kelapa parut, serta isian gula merah membuat klepon memiliki tampilan sederhana tetapi begitu menggugah selera. Jajanan berbahan dasar tepung ketan ini juga kerap hadir dalam berbagai acara keluarga, pasar tradisional, hingga perayaan tertentu, termasuk momentum Agustusan.

Di balik ukurannya yang mungil, klepon memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya berbeda dari jajanan tradisional lainnya. Perpaduan tekstur, aroma, rasa, hingga cara menikmatinya menghadirkan pengalaman tersendiri. Berikut lima keunikan klepon yang membuat jajanan tradisional ini tetap memiliki banyak penggemar.

1. Teksturnya kenyal dan lembut

ilustrasi klepon (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Salah satu ciri paling khas dari klepon adalah teksturnya yang kenyal ketika digigit. Penggunaan tepung ketan membuat adonan klepon memiliki karakter elastis dan lembut setelah dimasak. Tekstur tersebut menjadi daya tarik utama karena memberikan sensasi berbeda dibandingkan jajanan berbahan tepung beras atau tepung terigu.

Klepon yang dibuat dengan komposisi adonan yang tepat biasanya terasa kenyal tanpa menjadi terlalu keras. Bagian luarnya lembut, sementara bagian dalamnya menyimpan kejutan berupa gula merah. Perpaduan tekstur tersebut membuat setiap gigitan terasa semakin menarik.

2. Memiliki isian gula merah yang lumer

ilustrasi klepon (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Keunikan lain terletak pada isian gula merah di bagian tengahnya. Gula merah biasanya dipotong atau disisir kecil kemudian dimasukkan ke dalam adonan sebelum klepon direbus. Saat terkena panas, gula tersebut akan mencair sehingga menghasilkan isian manis yang khas.

Menariknya, gula merah baru benar-benar terasa ketika klepon digigit. Cairan gula yang keluar memberikan sensasi manis sekaligus menjadi kontras dengan adonan ketan yang cenderung gurih. Inilah yang membuat klepon memiliki kejutan rasa di balik bentuknya yang sederhana.

3. Balutan kelapa parut yang gurih

ilustrasi klepon (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Setelah direbus hingga matang, klepon biasanya digulingkan di atas kelapa parut. Lapisan putih dari kelapa tersebut membuat tampilan klepon semakin menarik sekaligus memberikan tambahan cita rasa. Kelapa parut menghadirkan rasa gurih yang membantu menyeimbangkan rasa manis dari gula merah.

Tekstur kelapa parut juga menambah pengalaman saat klepon disantap. Kelembutan adonan ketan berpadu dengan serat kelapa yang sedikit kasar, menciptakan kombinasi tekstur yang khas. Tidak heran jika balutan kelapa menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari klepon tradisional.

4. Warna hijau yang menjadi ciri khas

ilustrasi klepon (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Klepon identik dengan warna hijau yang membuatnya mudah dikenali. Secara tradisional, warna tersebut dapat diperoleh dari bahan alami seperti daun pandan atau daun suji. Selain memberikan warna, bahan tersebut juga membantu menghadirkan aroma harum yang khas.

Warna hijau pada klepon memberikan kesan segar dan membuat jajanan ini terlihat semakin menarik. Ketika disandingkan dengan kelapa parut berwarna putih, tampilannya menjadi sederhana tetapi memiliki karakter visual yang kuat. Inilah salah satu alasan klepon mudah dikenali di antara jajanan pasar lainnya.

5. Cara menikmatinya menjadi pengalaman tersendiri

ilustrasi klepon (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Klepon bukan sekadar jajanan yang menawarkan rasa manis dan gurih. Bentuknya yang kecil membuatnya praktis disantap dalam sekali atau beberapa gigitan. Namun, justru karena memiliki isian gula merah cair, klepon perlu dinikmati dengan hati-hati agar isinya tidak langsung keluar saat digigit.

Sensasi ketika bagian luar yang kenyal pecah dan mempertemukan lidah dengan gula merah yang lumer menjadi pengalaman khas dari klepon. Perpaduan tersebut membuat jajanan ini terasa sederhana, tetapi tetap meninggalkan kesan. Tidak mengherankan jika klepon masih bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional yang digemari lintas generasi.

Klepon membuktikan bahwa jajanan tradisional tidak harus memiliki bentuk rumit untuk menjadi istimewa. Tekstur kenyal, isian gula merah yang lumer, kelapa parut yang gurih, warna hijau yang khas, serta cara menikmatinya yang unik menjadi kombinasi yang membuat klepon tetap menarik. Di tengah banyaknya pilihan jajanan modern, klepon tetap memiliki tempat tersendiri sebagai kudapan sederhana yang membawa cita rasa dan nuansa tradisional Indonesia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article