Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Kolesterol Aman jika Kita Makan Telur Setiap Hari?

Apakah Kolesterol Aman jika Kita Makan Telur Setiap Hari?
ilustrasi roti panggang dengan alpukat dan telur (pexels.com/Jane T D.)
Intinya Sih
  • Telur mengandung kolesterol, tapi tubuh punya mekanisme alami untuk menyeimbangkan kadarnya sehingga tidak selalu menyebabkan lonjakan kolesterol darah secara signifikan.
  • Keseimbangan kolesterol lebih dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup, bukan hanya dari konsumsi telur semata.
  • Cara memasak dan frekuensi konsumsi telur perlu diperhatikan agar tetap sehat, terutama dengan memilih metode rendah lemak dan porsi sesuai kebutuhan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tak sedikit yang mengira bahwa makan telur setiap hari bisa langsung membuat kolesterol melonjak drastis. Padahal, fakta ilmiah menunjukkan bahwa pengaruh telur terhadap kolesterol tidak sesederhana itu. Bahkan, bagi sebagian orang, konsumsi telur justru tidak berdampak signifikan pada kadar kolesterol darah.

Namun, apakah kolesterol aman jika kita makan telur setiap hari? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami bagaimana tubuh mengolah kolesterol serta peran telur dalam pola makan sehari-hari. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini agar kamu tidak lagi salah kaprah dan bisa menentukan pola makan yang lebih sehat.

1. Telur sering jadi "tersangka utama" penyebab kolesterol naik

ilustrasi telur rebus
ilustrasi telur rebus (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Sebagian orang cenderung menjauhi telur saat mulai khawatir dengan kadar kolesterol, apalagi kalau sudah merasa pola makan sehari-harinya kurang terjaga. Anggapan ini muncul karena telur memang mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuningnya. Meski begitu, tidak semua kolesterol dari makanan otomatis berdampak buruk bagi tubuh seperti yang sering dibayangkan.

Tubuh justru punya mekanisme sendiri untuk mengatur kadar kolesterol agar tetap seimbang. Masalahnya, ketakutan berlebihan ini membuat sebagian orang kehilangan sumber protein yang praktis dan bergizi. Padahal, memahami cara kerja kolesterol bisa membantu kamu tetap menikmati telur tanpa rasa khawatir berlebihan.

2. Tubuh sebenarnya memproduksi kolesterol sendiri

ilustrasi cek kolesterol
ilustrasi cek kolesterol (freepik.com/wirestock)

Sering kali orang lupa bahwa kolesterol tidak hanya berasal dari makanan, tetapi juga diproduksi secara alami oleh tubuh. Bahkan, sebagian besar kolesterol dalam darah berasal dari organ hati, bukan dari apa yang kita makan. Ketika asupan kolesterol dari makanan meningkat, tubuh biasanya akan menyesuaikan produksinya.

Tapi, kebiasaan makan tinggi lemak jenuh ditambah gaya hidup minim gerak bisa bikin keseimbangan ini terganggu. Akibatnya, kadar kolesterol jahat naik dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu, penting untuk menilai pola makan secara menyeluruh, bukan hanya menyalahkan satu jenis makanan seperti telur.

3. Tidak semua kolesterol itu buruk

ilustrasi tes kolesterol
ilustrasi tes kolesterol (freepik.com/rawpixel.com)

Banyak yang mengira semua jenis kolesterol berbahaya, padahal ada jenis yang justru dibutuhkan tubuh. Kolesterol baik membantu membersihkan kelebihan kolesterol jahat dalam darah. Dalam konteks ini, konsumsi telur tidak selalu berdampak negatif, terutama jika diimbangi dengan pola makan sehat.

Masalah biasanya timbul saat makanan tinggi lemak jenuh dan gula terlalu sering dikonsumsi. Kondisi ini sering menjadi pemicu utama peningkatan kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan pemahaman ini, kamu dapat lebih bijak dalam menentukan pilihan makanan tanpa harus menghindari telur sepenuhnya.

4. Cara mengolah telur juga berpengaruh

ilustrasi mengocok telur
ilustrasi mengocok telur (freepik.com/freepik)

Bukan hanya jumlah telur yang dikonsumsi, cara mengolahnya juga punya peran penting. Telur yang digoreng dengan banyak minyak atau mentega tentu berbeda dampaknya dibandingkan dengan telur rebus. Kebiasaan menambahkan bahan tinggi lemak bisa meningkatkan risiko kolesterol naik.

Sering kali tanpa sadar, cara memasak seperti ini justru memberi dampak lebih besar dibandingkan dengan telurnya sendiri. Akibatnya, banyak orang keliru dan tetap menganggap telur sebagai penyebab utama. Padahal, memilih metode memasak yang lebih sehat bisa membantu tetap mendapatkan manfaat telur.

5. Frekuensi konsumsi tetap perlu diperhatikan

ilustrasi sarapan pagi dengan baked beans
ilustrasi sarapan pagi dengan baked beans (unsplash.com/Nima Naseri)

Walaupun telur dikenal kaya nutrisi, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan tidak bisa sembarangan setiap hari dalam jumlah berlebihan. Hal ini karena setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap asupan kolesterol, sehingga ada yang lebih rentan mengalami peningkatan kadar kolesterol. Jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi dengan pola makan sehat dan seimbang, potensi risiko kesehatan tetap bisa muncul.

Hal ini sering terjadi pada mereka yang jarang berolahraga atau memiliki riwayat kolesterol tinggi. Karena itu, penting untuk menyesuaikan jumlah konsumsi dengan kondisi tubuh masing-masing. Dengan porsi yang tepat, telur tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat sehari-hari.

6. Gaya hidup punya peran lebih besar

ilustrasi pola hidup sehat
ilustrasi pola hidup sehat (freepik.com/schantalao)

Faktanya, kondisi kolesterol lebih dipengaruhi oleh gaya hidup secara menyeluruh, bukan hanya oleh satu jenis makanan tertentu. Kebiasaan jarang bergerak, sering mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti fast food, serta kurangnya asupan serat dapat membuat kadar kolesterol lebih mudah meningkat. Dalam kondisi seperti ini, telur kerap dianggap sebagai penyebab utama, padahal faktor utamanya justru berasal dari pola hidup yang kurang seimbang.

Padahal, menjaga keseimbangan antara asupan nutrisi dan aktivitas fisik adalah kunci penting untuk kesehatan tubuh. Dengan membiasakan diri untuk aktif bergerak dan memilih makanan yang lebih bergizi, kadar kolesterol bisa lebih terkontrol. Oleh karena itu, alih-alih menghindari telur sepenuhnya, akan lebih efektif jika kamu mulai membangun gaya hidup sehat yang konsisten setiap hari.

Setelah melihat penjelasan ilmiah, apakah kolesterol aman jika kita makan telur setiap hari? Rupanya, bahan makanan ini bukanlah musuh utama. Meski begitu, telur harus dikonsumsi dengan cara serta porsi yang tepat. Kunci utamanya ada pada keseimbangan pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan, bukan pada satu jenis makanan saja. Jadi, daripada takut berlebihan, lebih baik mulai membangun kebiasaan sehat yang konsisten agar tubuh tetap terjaga dalam jangka panjang.

Referensi

“Pengaruh Pemberian Berbagai Olahan Telur terhadap Kadar Kolesterol Total Darah Mencit.” Jurnal Kesehatan Andalas. Diakses April 2026.

“Pengaruh Pengolahan Telur dengan Cara Pemasakan yang Berbeda terhadap Kadar Kolesterol.” Jurnal Riset Gizi. Diakses April 2026.

“Efek Suplementasi Jamu Rempah terhadap Kadar Kolesterol Telur Puyuh.” Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Diakses April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Food

See More