Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Oatmeal Instan atau Rolled Oats, Mana Lebih Cocok untuk Diet?
ilustrasi oatmeal (unsplash.com/Margarita Zueva)
  • Kalori oatmeal instan tawar dan rolled oats hampir sama, sekitar 145–155 kalori per 40 gram; gula, krimer, dan perisa pada varian instan lebih memengaruhi total kalori.

  • Rolled oats berindeks glikemik lebih rendah, sekitar 55, dibanding oatmeal instan 70–80, sehingga lebih lambat dicerna dan dapat membantu menjaga gula darah serta kenyang lebih lama.

  • Rolled oats sedikit lebih tinggi serat, sedangkan oatmeal instan unggul dalam kepraktisan; keduanya cocok untuk diet bila tanpa gula tambahan, porsinya terjaga, dan disajikan seimbang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih oatmeal untuk diet ternyata tidak sesederhana melihat label "sehat" di kemasannya. Oatmeal instan dan juga rolled oats sama-sama berasal dari biji gandum utuh, akan tetapi proses pengolahannya membuat keduanya memiliki karakteristik gizi yang sedikit berbeda.

Perbedaan tersebut dapat memengaruhi rasa kenyang saat diet hingga cara tubuh mencerna karbohidratnya. Nah, sebelum menentukan pilihan, cari tahu dulu, mana yang paling sesuai dengan tujuan dietmu.

1. Kandungan kalori keduanya sebenarnya tidak berbeda jauh

ilustrasi rolled oats (commons.wikimedia.org/Hankwang)

Banyak orang mengira oatmeal instan pasti lebih tinggi kalori dibanding rolled oats, padahal anggapan itu tidak selalu benar. Dalam porsi sekitar 40 gram tanpa tambahan gula maupun perisa, rolled oats mengandung sekitar 150 kalori, sedangkan oatmeal instan tawar berada di kisaran 145—155 kalori. Selisih tersebut sangat kecil sehingga hampir tidak memberikan pengaruh berarti terhadap total asupan energi harian.

Perbedaan mulai terlihat ketika oatmeal instan sudah diberi tambahan gula, krimer, susu bubuk, atau perisa. Satu bungkus oatmeal instan berperisa dapat mengandung tambahan gula 8–15 gram dengan kalori yang meningkat hingga lebih dari 180 kalori per sajian. Jika tujuan diet adalah menciptakan defisit kalori, tambahan gula seperti ini lebih berpengaruh dibanding jenis oat yang digunakan. Karena itu, selalu baca informasi nilai gizi sebelum membeli agar tidak terkecoh oleh klaim sehat pada kemasan.

2. Rolled oats memiliki indeks glikemik yang lebih rendah

ilustrasi rolled oats (commons.wikimedia.org/Sten Porse)

Proses pengolahan menentukan seberapa cepat karbohidrat dipecah menjadi glukosa di dalam tubuh. Rolled oats hanya melalui proses dikukus dan dipipihkan, sehingga struktur seratnya masih lebih utuh dibanding oatmeal instan yang dipotong lebih kecil dan dimasak lebih lama saat produksi. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencernanya.

Secara umum, rolled oats memiliki indeks glikemik sekitar 55, sedangkan oatmeal instan dapat mencapai kisaran 70–80, tergantung tingkat pengolahannya. Nilai tersebut menunjukkan bahwa oatmeal instan cenderung membuat gula darah naik lebih cepat setelah dikonsumsi. Meski bukan berarti harus dihindari, rolled oats lebih cocok bagi orang yang ingin menjaga kestabilan gula darah atau mengurangi rasa lapar yang datang terlalu cepat selama menjalani program diet.

3. Kandungan serat lebih menentukan rasa kenyang daripada jenis oatnya

ilustrasi oatmeal (vecteezy.com/mariarzeszotarska)

Serat merupakan salah satu nutrisi penting ketika menjalani diet karena dapat memperlambat pengosongan lambung. Dalam 40 gram rolled oats, terdapat sekitar 4 gram serat pangan, sementara oatmeal instan tawar biasanya sedikit lebih rendah, yaitu sekitar 3 gram. Selisihnya memang tidak terlalu besar, tetapi tetap bisa memberikan pengaruh terhadap rasa kenyang jika dikonsumsi secara rutin.

Selain jumlah serat, cara penyajian juga menentukan kualitas sarapanmu. Oat yang dipadukan dengan buah segar, biji chia, yogurt tanpa gula, atau sumber protein seperti telur rebus akan memberikan rasa kenyang lebih lama dibanding hanya diseduh dengan air panas. Sebaliknya, oatmeal instan berperisa yang tinggi gula, justru dapat membuat rasa lapar datang lebih cepat karena lonjakan gula darah diikuti penurunan energi dalam waktu singkat.

4. Oatmeal instan unggul karena lebih praktis

ilustrasi oatmeal (vecteezy.com/105085124470371)

Tidak semua orang memiliki waktu memasak sarapan setiap pagi. Oatmeal instan hanya membutuhkan waktu sekitar 1–2 menit untuk diseduh, sedangkan rolled oats umumnya memerlukan waktu memasak 5–10 menit agar teksturnya lebih lembut. Bagi pekerja atau mahasiswa dengan jadwal padat, kepraktisan ini tentu menjadi nilai tambah.

Namun, kepraktisan tidak selalu berarti kualitas gizinya lebih rendah. Jika memilih oatmeal instan tawar tanpa tambahan gula, kandungan gizinya masih sangat baik untuk mendukung pola makan sehat. Sebab, yang perlu diperhatikan adalah komposisi bahannya, bukan sekadar jenis oat yang digunakan. Produk dengan daftar bahan yang sederhana biasanya menjadi pilihan yang lebih baik dibanding produk dengan banyak tambahan pemanis dan perisa.

5. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan diet yang dijalani

ilustrasi oatmeal (pexels.com/Life Of Pix)

Jika target utamamu adalah merasa kenyang lebih lama, menjaga kadar gula darah tetap stabil, atau mengurangi keinginan ngemil, rolled oats memiliki sedikit keunggulan karena tingkat pengolahannya lebih rendah. Teksturnya yang lebih padat juga membuat proses mengunyah menjadi lebih lama, sehingga dapat membantu meningkatkan rasa puas setelah makan. Meski demikian, manfaat tersebut tetap akan berkurang jika porsinya berlebihan atau ditambah banyak gula.

Sementara itu, oatmeal instan tetap bisa menjadi pilihan yang baik apabila kamu membutuhkan menu praktis dan memilih varian tanpa gula tambahan. Pada akhirnya, keberhasilan diet tidak ditentukan hanya oleh jenis oatmeal, melainkan juga total kalori harian, kecukupan protein, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta konsistensi menjalankan pola makan. Memilih oat yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup justru akan membuat program diet lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Diet yang sehat bukan tentang mencari satu makanan yang paling sempurna, melainkan membangun kebiasaan makan yang bisa dilakukan secara konsisten setiap hari. Selama memperhatikan komposisi, porsi, dan keseimbangan nutrisi, baik oatmeal instan maupun rolled oats sama-sama dapat menjadi bagian dari menu diet. Jadi, setelah mengetahui perbedaannya, mana yang lebih cocok dengan kebutuhan dan rutinitasmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article