Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ramai Pemalsuan, Ini Tips Aman Membeli Produk Stevia Murni!
Potret orang menggunakan stevia untuk minuman (unsplash.com/Tree of Life Seeds)
  • Isu produk stevia yang mengandung pemanis buatan memicu kekhawatiran, terutama di kalangan pegiat hidup sehat, penderita diabetes, dan konsumen produk tersebut.

  • Konsumen disarankan membedakan ekstrak stevia murni dari pemanis sintetis, lalu mencermati komposisi agar sukralosa, aspartam, asesulfam-K, atau dekstrosa tidak menjadi bahan dominan.

  • Periksa bahan pengisi seperti maltodekstrin dan eritritol, serta pastikan nomor izin edar BPOM valid; konsumen muslim juga perlu mengecek sertifikasi halal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan pemberitaan sebuah brand stevia yang ternyata mengandung pemanis buatan. Isu ini sontak sontak membuat masyarakat kaget dan khawatir, terutama para penggiat gaya hidup sehat, orang-orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes, dan para pengguna brand itu sendiri.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, agar tidak mudah tergiur klaim serba alami pada kemasan produk makanan maupun minuman. Mengonsumsi pemanis buatan dalam jangka waktu lama akan memberikan dampak tersendiri bagi kesehatan.

Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk membekali diri dengan pengetahuan ketelitian ekstra sebelum memutuskan untuk membeli produk pemanis stevia. Simak beberapa tips aman membeli stevia berikut, agar terhindar dari produk palsu dan oplosan.

1. Pahami perbedaan stevia alami dan pemanis buatan

Potret daun stevia (vecteezy.com/Praewpailyn Srijaroen)

Langkah awal yang paling krusial sebelum membeli produk stevia adalah memahami karakteristik dasar dari ekstrak stevia murni. Stevia murni diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana yang mengandung senyawa steviol glycosides. Pemanis alami ini memiliki tingkat kemanisan hingga ratusan kali lipat dari gula pasir biasa, tetapi tidak mengandung kalori dan tidak memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis.

Sebaliknya, pemanis buatan, seperti sukralosa, aspartam, asesulfam-K, atau siklamat, diproses secara sintesis kimiawi. Pemanis buatan ini seringkali dicampurkan ke dalam produk stevia untuk memangkas biaya produksi atau menyamarkan rasa pahit (aftertaste) khas yang dimiliki ekstrak daun stevia asli.

Dengan memahami perbedaan sifat dasarnya, kamu akan lebih jeli menilai apakah suatu produk benar-benar murni atau sudah melalui kombinasi zat sintetis.

2. Baca komposisi bahan secara cermat dan teliti

Potret produk stevia (pexels.com/olga Volkovitskaia)

Jangan terpesona dengan klaim "pemanis alami stevia" yang terpampang di bagian depan kemasan suatu produk. Bacalah tabel komposisi yang ada di balik kemasan dengan teliti untuk menghindari jebakan pemasaran. Satu hal yang perlu diingat adalah aturan pencantuman komposisi selalu diurutkan dari bahan dengan persentase terbanyak hingga yang paling sedikit!

Jika kamu menemukan bahan seperti sukralosa (sucralose), aspartam, asesulfam-K, atau dekstrosa di urutan atas, itu artinya kandungan stevia dalam produk tersebut mungkin sangat sedikit. Pastikan bahan utama yang tercantum secara spesifik bertuliskan ekstrak stevia, steviol glikosida, atau stevia rebaudiana extract. Jika menemukan nama-nama bahan kimia pemanis lain yang tidak kamu kenal, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu sebelum membelinya!

3. Waspadai kandungan bahan pengisi dan campuran gula alkohol

Potret orang menggunakan stevia untuk minuman (unsplash.com/Tree of Life Seeds)

Banyak produk pemanis cair maupun bubuk yang menggunakan bahan pengisi (bulking agent), seperti maltodekstrin atau eritritol (erythritol). Penggunaan eritritol sebenarnya cukup umum sebagai pemanis gula alkohol (sugar alcohol) untuk memberi tekstur.

Bagi beberapa orang yang memiliki pencernaan sensitif, konsumsi gula alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping, seperti perut kembung atau gangguan pencernaan.

Hal yang lebih diwaspadai adalah penggunaan bahan pengisi seperti maltodekstrin atau dekstrosa cair. Bahan-bahan ini memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi sehingga berpotensi memicu kenaikan gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Oleh karena itu, selalu pilih produk stevia cair atau bubuk yang menggunakan bahan pengisi aman atau 100 persen ekstrak stevia tanpa campuran karbohidrat tersembunyi.

4. Periksa legalitas BPOM dan sertifikasi halal

Potret label halal (pixabya.com/Willem67)

Tips selanjutnya adalah memastikan produk stevia yang kamu beli telah terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk yang telah memiliki nomor izin edar BPOM menandakan bahwa komposisi, klaim, serta keamanan bahannya telah melalui proses verifikasi dan uji laboratorium oleh otoritas yang berwenang.

Kamu bisa melacak keaslian nomor BPOM yang tertera di kemasan melalui aplikasi BPOM Mobile secara mandiri. Jika suatu produk pemanis tidak menyertakan izin BPOM yang valid, sangat disarankan untuk tidak membelinya demi kesehatanmu.

Jika kamu seorang muslim, pastikan produk tersebut juga mengantongi sertifikasi halal dari MUI atau Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kehalalan proses produksinya dari hulu ke hilir.

Demikian empat tips aman membeli produk stevia murni, agar terhindar dari produk palsu atau oplosan. Jangan sampai salah beli, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article