Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Bikin Ketupat Sumpil Daun Bambu untuk Maulid Nabi

5 Tips Bikin Ketupat Sumpil Daun Bambu untuk Maulid Nabi
Potret ketupat sumpil (IDN Times/Fatma Roisatin)
  • Ketupat sumpil adalah hidangan khas sejumlah daerah di Jawa Tengah, dibungkus daun bambu berbentuk segitiga dan biasa disajikan saat Maulid Nabi.
  • Gunakan daun bambu lebar, hijau, utuh, serta lenturkan dengan air panas; isi beras maksimal tiga perempat agar mengembang tanpa merobek bungkus.
  • Tambahkan daun aromatik bila perlu, rebus hingga seluruh ketupat terendam selama 1–1,5 jam, lalu tiriskan dan simpan kering dalam wadah terbuka hingga dua hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah kamu mendengar nama ketupat sumpil? Berbeda dengan ketupat pada umumnya yang dibungkus janur, makanan satu ini dibungkus menggunakan daun bambu. Namanya berasal dari bentuk segitiga yang menyerupai siput sumpil.

Ketupat sumpil merupakan makanan khas Kaliwungu (Kendal), Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, dan Temanggung yang dihidangkan saat Maulid Nabi. Penasaran dengan rasanya? Kamu bisa membuat ketupat sumpil sendiri di rumah. Caranya pun gak jauh berbeda dari membuat ketupat pada umumnya, kok.

Kalau kamu baru pertama kali mau bikin sendiri, berikut beberapa tips membuat ketupat sumpil daun bambu yang perlu diperhatikan. Simak sampai selesai, ya!

  1. 1. Pilih daun bambu yang lebar

    Lebar daun bambu akan memengaruhi besar atau kecilnya ketupat yang kamu buat. Sebaiknya pilih daun bambu yang cukup lebar, masih hijau, dan utuh. Setelah itu, perlu dibersihkan dengan cara dilap dan sebaiknya dicuci menggunakan air mengalir.

    Daun bambu yang baru dipetik biasanya cenderung kaku saat dilipat untuk membungkus beras. Kamu bisa merendamnya dengan air panas atau merebusnya sebentar. Setelah itu, potong bagian ujung dan pangkalnya, supaya lebih mudah dibentuk.

  2. 2. Hindari isi beras terlalu penuh

    Potret membuat ketupat sumpil
    Potret membuat ketupat sumpil (IDN Times/Fatma Roisatin)

    Sama seperti ketupat biasa, hindari isi beras terlalu penuh. Sebaiknya hanya ¾ bagian atau sekitar 1 sdm penuh. Sisakan ruang kosong, supaya beras dapat menyerap air dan mengembang sempurna saat direbus.

    Isi beras yang terlalu penuh dapat membuat daun bambu robek ketika dimasak. Selain itu, ketupat akan sangat padat dan keras setelah matang. Pastikan kamu membungkusnya dengan rapat, agar beras tidak jatuh dari sela-selanya, gunakan lidi atau tali rami untuk membuat ketupat tetap terbungkus rapi.

  3. 3. Tambahkan bahan aromatik

    Jika kamu ingin ketupat sumpil buatanmu lebih harum aromatik, tambahkan bahan aromatik saat membungkusnya. Beberapa pilihannya antara lain daun jeruk, daun salam, atau daun pandan. Masukkan selembar daun aromatik, tambahkan beras yang telah dicuci, setelah itu bungkus menggunakan daun bambu.

    Pada dasarnya, daun bambu sudah punya aroma khas. Namun, aromanya tidak sekuat daun pisang atau janur. Aroma ketupat sumpil yang dibungkus daun bambu mirip dengan umbi-umbian atau biji nangka rebus.

  4. 4. Pastikan seluruh bagian ketupat sumpil terendam air

    Potret ketupat sumpil sebelum direbus
    Potret ketupat sumpil sebelum direbus (IDN Times/Fatma Roisatin)

    Sebelum mulai merebusnya, pastikan seluruh bagian ketupat sumpil terendam air, supaya matangnya merata. Jika kamu mengikatnya dengan tali rami, kamu dapat menambahkan pemberat seperti sendok dan garpu kayu. Kamu tetap bisa merebusnya hingga matang tanpa pemberat, tetapi pastikan airnya cukup banyak dan tambahkan lagi jika sudah menyusut, tetapi ketupat belum matang.

    Proses merebus ketupat sumpil cukup lama, sekitar 1–1,5 jam dengan panci biasa. Kamu dapat menggunakan metode 5-30-7 (rebus 5 menit, diamkan 30 menit tertutup, rebus lagi 7 menit) atau 10-15-20 (rebus 10 menit, diamkan 15 menit, rebus 20 menit) untuk menghemat gas. Kalau mau menghemat waktu, gunakan panci presto sebagai alternatif lainnya.

  5. 5. Simpan di tempat yang kering setelah ditiriskan

    Salah satu keunggulan ketupat sumpil adalah umur simpannya yang cukup lama. Kamu tidak perlu menggunakan bahan pengawet atau menyimpannya di dalam kulkas. Ketupat ini bisa bertahan hingga dua hari pada suhu ruang dan tempat yang kering.

    Sebaiknya tiriskan dan biarkan uapnya hilang setelah diangkat dari panci. Setelah dingin, cukup simpan di dalam wadah terbuka, supaya tidak cepat basi. Cara ini juga bisa membuat ketupat sumpil lebih padat ketika dingin dan tidak berair.

    Sejumlah tips membuat ketupat sumpil daun bambu di atas bisa kamu terapkan saat memasaknya. Tujuannya demi mendapatkan tekstur ketupat yang pas dan tahan lama untuk disajikan saat perayaan Maulid Nabi. Mau coba bikin sekarang?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More