Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: Jelajah Cita Rasa Kuliner Nusantara
Potret orang Minang membuat rendang (commons.wikimedia.org/Goverment of West Sumatra Province)

Di Indonesia, makanan bukan sekadar sajian untuk sekadar mengisi perut. Di balik setiap hidangan, ada cerita tentang tradisi, bahan pangan lokal, hingga kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keragaman tersebut terasa semakin istimewa, karena Indonesia memiliki ribuan pulau dengan karakter budaya dan cita rasa yang berbeda-beda.

Kekayaan inilah yang coba diperkenalkan lebih jauh melalui Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 yang berlangsung pada 26 September hingga 4 Oktober 2026. Mengusung pengalaman gastronomi sebagai bagian dari perjalanan wisata, WIG 2026 akan hadir di Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Bali.

Selama rangkaian acara, wisatawan tidak hanya diajak mencicipi berbagai hidangan Nusantara, tetapi juga menyelami cerita di balik makanan, mengenal bahan pangan lokal, bertemu dengan pelaku industri, serta melihat bagaimana tradisi kuliner Indonesia terus berkembang mengikuti zaman.

1. Lebih dari sekadar festival kuliner

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 dirancang sebagai perayaan yang mempertemukan kuliner, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian pengalaman. Acara ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari chef, pelaku industri kuliner dan pariwisata, media internasional, kreator konten, komunitas, hingga foodies alias pencinta kuliner.

Selama sembilan hari, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan yang tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga memperkenalkan proses dan cerita yang membuat gastronomi Indonesia begitu beragam.

Di antaranya seperti eksplorasi pasar tradisional, kunjungan ke sentra pangan dan kerajinan, pengalaman bersantap, hingga forum yang membahas perkembangan industri gastronomi. Dengan begitu, makanan tidak ditempatkan sekadar sebagai objek untuk dicicipi, tetapi menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

2. Menyusuri jejak kuliner di Solo dan Yogyakarta

Potret Pasar Gede, Solo (pexels.com/Andri Wijayanto)

Salah satu rangkaian utama WIG 2026 adalah media dan KOL Trip yang mengajak jurnalis internasional, penulis kuliner, dan kreator konten menjelajahi kekayaan gastronomi di Solo dan Yogyakarta.

Perjalanan dimulai di Solo melalui opening dinner yang berlangsung di Pura Mangkunegaran pada 26 September 2026. Berlangsung di lingkungan salah satu bangunan bersejarah di Jawa, acara ini memadukan suasana tradisi keraton dengan sajian kuliner yang dikemas secara lebih modern.

Eksplorasi kemudian berlanjut ke Kampung Laweyan, kawasan yang telah lama dikenal sebagai salah satu sentra batik di Solo. Dari sini, peserta diajak menyaksikan bagaimana budaya dan kehidupan masyarakat lokal saling berkaitan dengan perkembangan kuliner di daerah tersebut.

Perjalanan dilanjutkan ke Pasar Gede, salah satu pasar tradisional yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga Solo. Beragam rempah, sayuran, hasil bumi, dan makanan tradisional yang dijajakan di pasar memberikan gambaran mengenai bahan-bahan yang menjadi dasar berbagai hidangan khas Jawa.

Dari pasar tradisional hingga produsen artisan, peserta dapat melihat secara langsung perjalanan bahan pangan sebelum akhirnya diolah menjadi hidangan yang tersaji di meja makan.

Eksplorasi gastronomi kemudian berlanjut ke Yogyakarta. Di kota ini, peserta akan menikmati berbagai pengalaman yang mempertemukan kuliner dengan warisan budaya, termasuk santap hidangan tradisional Jawa di Bumi Bhuvana, kunjungan ke Ambarrukmo Heritage Complex dan Pasar Beringharjo, hingga pengalaman artisan cheese tasting di Mazaraat Artisan Cheese bersama Jamie Najmi dan Nieta.

Rangkaian tersebut ditutup dengan Cultural Dinner di Candi Prambanan pada 1 Oktober 2026. Berlangsung di salah satu situs warisan dunia UNESCO, acara ini menjadi salah satu momen utama WIG 2026 dengan memadukan hidangan, pertunjukan budaya, dan kemegahan sejarah dalam satu pengalaman.

3. Ketika tradisi bertemu inovasi

Selain memperkenalkan warisan kuliner Indonesia, WIG 2026 juga menjadi ruang untuk membicarakan bagaimana gastronomi Nusantara dapat terus berkembang.

Hal tersebut akan dibahas dalam WIG Talks & Forum yang berlangsung pada 2 Oktober 2026 di Grand Hotel de Djokja. Forum ini mempertemukan chef, pelaku industri, akademisi, pemerintah, serta pakar pariwisata untuk membahas berbagai isu mengenai masa depan gastronomi Indonesia.

Topik yang dibicarakan mencakup gastronomi sebagai bagian dari identitas budaya, pengembangan wisata berbasis kuliner, inovasi industri makanan dan minuman, hingga upaya memperkuat posisi kuliner Indonesia di tingkat internasional.

Di sisi lain, WIG Artisan Market yang terbuka untuk publik dan gratis menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk-produk artisan, bahan pangan lokal, rempah Nusantara, serta berbagai kreasi kuliner dari pelaku UMKM.

Kehadiran petani, produsen pangan, artisan, dan pelaku UMKM dari berbagai daerah juga menunjukkan bahwa gastronomi tidak berhenti pada pengalaman wisatawan. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, sektor ini dapat membuka peluang ekonomi, sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi produk dan pelaku usaha lokal.

4. Perayaan gastronomi yang ada di berbagai kota

Potret kuliner nusantara (pexels.com/Nazmul Alam Badhon)

Rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 juga tidak hanya berpusat pada agenda utama. Sejumlah program pendukung akan digelar untuk memperluas pengalaman gastronomi bagi wisatawan dan masyarakat.

Pengunjung dapat memanfaatkan Wonderful Indonesia Gourmet Guide dan Street Food Guide sebagai referensi untuk menemukan berbagai pilihan kuliner selama berada di Indonesia.

Sejumlah hotel di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali juga akan menghadirkan kolaborasi khusus bersama para chef dengan menu yang terinspirasi dari bahan pangan serta cita rasa khas Nusantara.

Selain itu, festival kuliner di pusat perbelanjaan dan berbagai program promosi restoran turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Kehadiran berbagai program tersebut membuat pengalaman WIG 2026 tidak hanya bisa dirasakan oleh peserta utama, tetapi juga masyarakat dan wisatawan yang ingin mengeksplorasi kuliner Indonesia.

5. Menjelajahi Indonesia lewat sajian

Pada akhirnya, Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 menawarkan cara berbeda untuk mengenal Indonesia. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati lanskap alam atau mengunjungi destinasi populer, tetapi juga melihat Indonesia melalui makanan yang lahir dari kekayaan budaya dan bahan pangan lokal.

Setiap hidangan membawa cerita tentang tempat asalnya, orang-orang yang membuatnya, serta tradisi yang membuatnya tetap bertahan hingga kini. Melalui perpaduan gastronomi, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif, WIG 2026 menjadi salah satu upaya untuk membawa cerita tersebut ke hadapan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Menikmati makanan di suatu daerah bukan hanya soal rasa. Dari sepiring hidangan, wisatawan juga bisa mengenal karakter sebuah tempat, memahami budayanya, sekaligus membawa pulang pengalaman yang jauh lebih berkesan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article