Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Olahan Belut Unik Khas Musim Panas di Jepang yang Gurih
ilustrasi unagi (pexels.com/ Freek Wolsink)
  • Unagi populer di Jepang saat musim panas karena dipercaya membantu menjaga stamina, serta terkait tradisi doyo no ushi no hi ketika banyak orang menikmati hidangan belut.
  • Unadon menyajikan belut panggang bersaus tare di atas nasi, sedangkan shirayaki mempertahankan rasa asli belut lewat pemanggangan sederhana dengan sedikit garam.
  • Hitsumabushi menawarkan beberapa cara santap dalam satu mangkuk, sementara unagi chazuke memakai teh hijau atau dashi, dan kimosui menjadi sup bening hati belut pelengkap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belut atau unagi menjadi salah satu bahan makanan yang sangat populer di Jepang, terutama saat musim panas. Masyarakat Jepang percaya bahwa mengonsumsi belut dapat membantu menjaga stamina saat cuaca sedang terik. Bahkan, ada tradisi khusus yang disebut doyo no ushi no hi, yaitu hari ketika banyak orang menikmati hidangan belut.

Gak heran kalau restoran di berbagai daerah mulai menyajikan beragam olahan unagi saat musim panas tiba. Selain unadon yang sudah terkenal, masih ada beberapa hidangan lain yang gak kalah lezat dan layak kamu coba.

1. Unadon

ilustrasi unadon (commons.wikimedia.org/ ノボホショコロトソ)

Unadon merupakan hidangan nasi hangat yang diberi potongan unagi panggang dan disiram saus tare yang manis gurih. Menu ini menjadi salah satu sajian belut paling populer di Jepang saat musim panas.

Belut dipanggang beberapa kali sambil diolesi saus hingga bagian luarnya sedikit karamel, sementara dagingnya tetap lembut. Perpaduan nasi hangat dan unagi membuat hidangan ini selalu jadi favorit banyak orang.

2. Shirayaki

ilustrasi shirayaki (commons.wikimedia.org/ Zheng Zhou)

Shirayaki adalah unagi yang dipanggang tanpa menggunakan saus tare. Belut hanya dibumbui sedikit garam sehingga cita rasa aslinya tetap terasa dan aroma dagingnya lebih menonjol.

Biasanya shirayaki disajikan bersama wasabi, kecap asin, atau perasan jeruk sudachi. Cara penyajian ini banyak dipilih oleh pencinta unagi yang ingin menikmati rasa belut tanpa tambahan saus manis.

3. Hitsumabushi

ilustrasi hitsumabushi (commons.wikimedia.org/ Kanesue)

Hitsumabushi berasal dari Nagoya dan menjadi salah satu olahan unagi paling terkenal di Jepang. Belut panggang dipotong kecil-kecil, lalu disajikan di atas nasi dalam mangkuk kayu.

Keunikannya terletak pada cara menikmatinya. Porsi pertama disantap seperti biasa, porsi berikutnya ditambah bumbu pelengkap, lalu sisanya disiram kaldu dashi sehingga menghadirkan rasa yang berbeda dalam satu hidangan.

4. Unagi chazuke

ilustrasi unagi chazuke (commons.wikimedia.org/ Kossy@FINEDAYS)

Unagi chazuke merupakan nasi dengan potongan unagi panggang yang disiram teh hijau atau kaldu dashi hangat. Hidangan ini terasa ringan sehingga sering dipilih saat cuaca musim panas.

Tambahan daun bawang, nori, wasabi, atau wijen membuat rasanya semakin kaya tanpa menghilangkan kelezatan unagi. Perpaduan kuah hangat dan belut panggang terasa sederhana, tetapi sangat nikmat.

5. Kimosui

ilustrasi kimosui (commons.wikimedia.org/ Totti)

Kimosui adalah sup bening yang menggunakan hati belut sebagai bahan utamanya. Hidangan ini hampir selalu disajikan sebagai pelengkap menu unagi di banyak restoran tradisional Jepang.

Kuahnya ringan dengan aroma yang lembut sehingga cocok dipadukan dengan belut panggang yang bercita rasa gurih. Meski porsinya kecil, kimosui sudah lama menjadi bagian dari tradisi menikmati hidangan unagi.

Bagi masyarakat Jepang, unagi bukan sekadar makanan musiman, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner yang terus bertahan hingga sekarang. Beragam cara mengolah belut membuat setiap hidangan memiliki karakter rasa yang berbeda meski menggunakan bahan utama yang sama.

Kalau nanti kamu berkesempatan menikmati musim panas di Jepang, sempatkan mencoba lebih dari satu olahan unagi. Dengan begitu, kamu bisa merasakan sendiri bagaimana satu bahan sederhana bisa diolah menjadi berbagai hidangan yang sama-sama menggugah selera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article