Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Perbedaan Nasi Kabsah dan Nasi Mandhi, Serupa tapi Tak Sama

5 Perbedaan Nasi Kabsah dan Nasi Mandhi, Serupa tapi Tak Sama
ilustrasi kabsah (pexels.com/Nurul Sakinah Ridwan)
Intinya Sih
  • Nasi kabsah berasal dari Arab Saudi, sedangkan nasi mandhi berasal dari Yaman. Keduanya populer di Indonesia sebagai hidangan khas Timur Tengah.

  • Perbedaan utama terletak pada teknik memasak: kabsah dimasak bersama kaldu dan rempah dalam satu panci, sementara mandhi menggunakan oven atau tungku.

  • Nasi kabsah memiliki warna oranye kemerahan dan rasa rempah kuat, sedangkan nasi mandhi berwarna kekuningan dengan cita rasa lebih ringan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Masakan Timur Tengah semakin populer di Indonesia, terutama hidangan nasi berbumbu rempah seperti nasi kabsah dan nasi mandhi. Sekilas, keduanya memang terlihat mirip karena sama-sama menggunakan beras panjang, rempah aromatik, dan lauk daging yang dimasak hingga empuk. Tidak heran kalau masih banyak orang mengira dua hidangan ini adalah makanan yang sama.

Padahal, nasi kabsah dan nasi mandhi memiliki beberapa perbedaan cukup mencolok, mulai dari teknik memasak, rasa, hingga aroma khasnya. Meski sama-sama lezat dan kaya rempah, keduanya menawarkan karakter rasa yang berbeda. Nah, supaya gak lagi tertukar, yuk kenali beberapa perbedaan nasi kabsah dan nasi mandhi berikut ini!

1. Berasal dari daerah yang berbeda

ilustrasi mandhi
ilustrasi mandhi (magnific.com/stockking)

Nasi kabsah dikenal sebagai salah satu hidangan nasional Arab Saudi dan cukup populer di kawasan Teluk. Menu ini sering disajikan dalam acara keluarga besar, jamuan, hingga perayaan penting karena porsinya besar dan cocok disantap bersama-sama. Kabsah juga menjadi salah satu hidangan Timur Tengah yang paling mudah ditemukan di berbagai restoran Arab.

Sementara itu, nasi mandhi berasal dari Yaman, tepatnya dari wilayah Hadhramaut. Hidangan ini kemudian menyebar ke berbagai negara Timur Tengah karena cita rasanya yang khas dan teknik memasaknya yang unik. Di Indonesia sendiri, nasi mandhi cukup populer berkat pengaruh kuliner Timur Tengah dan banyak disajikan saat acara spesial atau perayaan keagamaan.

2. Teknik memasaknya tidak sama

ilustrasi memasak nasi mandhi
ilustrasi memasak nasi mandhi (youtube.com/Macho Recipes)

Salah satu perbedaan paling mencolok antara nasi kabsah dan nasi mandhi terletak pada teknik memasaknya. Nasi kabsah biasanya dimasak bersama kaldu dan bumbu rempah dalam satu panci sehingga rasa rempah lebih kuat dan meresap ke nasi. Dagingnya juga sering dimasak langsung bersama nasi atau kuah berbumbu hingga teksturnya empuk.

Berbeda dengan kabsah, nasi mandhi terkenal dengan teknik memasak menggunakan oven atau tungku khusus tradisional. Daging dimasak perlahan dengan panas dari bara sehingga menghasilkan aroma smoky yang khas. Kaldu dari daging kemudian digunakan untuk memasak nasi agar rasanya tetap gurih meski bumbunya cenderung lebih ringan dibanding nasi kabsah.

3. Aroma rempahnya punya karakter berbeda

ilustrasi nasi kabsah
ilustrasi nasi kabsah (youtube.com/Our Yemeni Kitchen مطبخنا اليمني)

Nasi kabsah biasanya memiliki aroma rempah yang lebih kuat dan tajam. Hidangan ini memakai banyak bumbu seperti kayu manis, kapulaga, cengkih, jintan, hingga tomat yang membuat rasanya terasa lebih kaya dan kompleks. Karena penggunaan rempahnya cukup berani, aroma nasi kabsah sering langsung tercium bahkan sebelum disantap.

Di sisi lain, nasi mandhi punya aroma yang lebih lembut dan smoky. Meski tetap menggunakan rempah-rempah khas Timur Tengah, rasa mandhi cenderung lebih ringan dan tidak terlalu "ramai" di lidah. Aroma asap dari proses memasak daging justru menjadi ciri khas utama yang membuat nasi mandhi terasa berbeda dari nasi Arab lainnya.

4. Warna nasi terlihat berbeda

ilustrasi olahan nasi mandhi
ilustrasi olahan nasi mandhi (youtube.com/Chef Kayum Kitchen)

Kalau diperhatikan, warna nasi kabsah biasanya cenderung lebih merah kecokelatan atau oranye. Warna tersebut berasal dari penggunaan tomat, saus tomat, atau campuran rempah tertentu saat proses memasak. Tampilan warnanya yang cukup pekat membuat nasi kabsah terlihat kaya bumbu dan menggugah selera.

Sementara itu, nasi mandhi umumnya memiliki warna yang lebih pucat atau kekuningan. Karena penggunaan bumbunya lebih sederhana, warna nasinya juga tampak lebih ringan dan bersih. Meski begitu, rasa gurih dari kaldu daging tetap terasa kuat sehingga nasi mandhi tetap nikmat meski tampilannya lebih sederhana dibanding nasi kabsah.

5. Cita rasa yang dihasilkan juga berbeda

ilustrasi olahan nasi kabsah
ilustrasi olahan nasi kabsah (youtube.com/Chef Kayum Kitchen)

Nasi kabsah terkenal dengan rasa rempah yang bold dan cukup intens. Perpaduan bumbu, tomat, dan kaldu membuat cita rasanya terasa gurih, hangat, dan sedikit kaya asam manis. Hidangan ini cocok untuk pencinta makanan berbumbu kuat karena setiap suapan terasa penuh aroma rempah khas Timur Tengah.

Sebaliknya, nasi mandhi lebih menonjolkan rasa gurih alami dari kaldu dan daging yang dimasak perlahan. Bumbunya tetap terasa aromatik, tetapi tidak terlalu mendominasi. Karakter rasa yang lebih ringan inilah yang membuat nasi mandhi sering dianggap lebih soft dan mudah diterima oleh orang yang baru mencoba masakan Timur Tengah.

Meski sekilas terlihat mirip, nasi kabsah dan nasi mandhi ternyata punya banyak perbedaan menarik, mulai dari asal, teknik memasak, hingga cita rasanya. Keduanya sama-sama lezat dengan karakter khas masing-masing yang membuat pencinta kuliner Timur Tengah sulit memilih favoritnya. Jadi, kalau disuruh pilih, kamu lebih tim nasi kabsah atau nasi mandhi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More