Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Pisang Bisa Jadi Makanan Pokok Pengganti Nasi

5 Alasan Pisang Bisa Jadi Makanan Pokok Pengganti Nasi
pexels.com/Pixabay
Intinya Sih

  • Riset global memprediksi produksi nasi, jagung, dan gandum menurun, sementara pisang berpotensi jadi sumber makanan pokok baru di tengah krisis pangan dan perubahan iklim.
  • Pisang memiliki kandungan gizi tinggi seperti karbohidrat, vitamin, dan mineral yang membuatnya mampu menggantikan nasi serta sudah menjadi makanan pokok di beberapa wilayah Afrika.
  • Pisang dinilai ramah lingkungan dan menyehatkan karena membantu pencernaan, menjaga fungsi ginjal lewat kandungan potasium tinggi, serta berpotensi menggantikan kentang di daerah bersuhu meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di Indonesia, nasi telah menjadi salah satu makanan pokok kita. Namun, hasil riset terbaru dari Consultative Group on International Agricultural Research memperkiraan tiga jenis bahan pangan penting penyedia kalori, seperti tepung jagung, nasi, dan gandum akan makin turun produksinya di negara-negara berkembang.

Survei terbaru menyatakan pisang diramalkan bisa menjadi sumber makanan pokok dunia pada suatu saat akibat krisis pangan dan perubahan iklim. Bagaimana bisa? Berikut ulasan tentang pisang sebagai makanan pokok yang bisa kamu konsumsi di masa depan.

Table of Content

1. Kandungan gizi pisang setara dengan nasi

1. Kandungan gizi pisang setara dengan nasi

pexels.com/Pixabay
pexels.com/Pixabay

Jika tak sempat makan nasi, kita bisa menggantinya dengan pisang. Bukan tanpa alasan mengapa pisang bisa membuat kita merasa kenyang untuk beberapa jam. Kandungan gizi dalam buah pisang ternyata cukup banyak, selain itu kandungan karbohidratnya cukup tinggi untuk menggantikan nasi jika memang kita belum sempat makan nasi.

Secara umum kandungan gizi dalam satu buah pisang matang adalah 99 kalori, 25,8 mg karbohidrat, 1,2 gr protein, 0,7 gr serat, 8 mg kalsium dan 0,2 gr lemak. Selain itu, pisang juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan juga air. Makan pisang membuat perut terasa kenyang karena karbohidrat yang terkandung di dalam pisang tergolong dalam karbohidrat yang dicerna secara lambat.

2. Makanan pokok di Afrika adalah pisang

pexels.com/lascot studio
pexels.com/lascot studio

Jika kita mengkonsumsi pisang sebagai buah, beda cerita di Afrika. Di sana pisang justru menjadi makanan pokok. Bahkan di Afrika pisang diolah menjadi tepung pisang. Olahan tepung pisang dikonsumsi dengan cara dibuat bubur, roti, kue, dan adonan tipis yang dipanggang.

Hampir tak ada konsumsi beras di sejumlah wilayah Afrika. Orang Afrika menjadikan pisang makanan pokok karena tekanan harga, pasokan yang lebih mudah didapat, atau karena lebih mudah dimasak. 

3. Kentang di berbagai negara akan diganti pisang

pexels.com/icon0.com
pexels.com/icon0.com

Para peneliti pertanian menyimpulkan bahwa kentang yang tumbuh di suhu dingin, kemungkinan akan turun produksinya seiring naiknya suhu bumi dan cuaca yang makin tak tentu. Pisang berpotensi menggantikan peran kentang di sejumlah negara.

Meski pisang punya sejumlah keterbatasan, namun pisang juga bisa menjadi kandidat bagus untuk menggantikan peran kentang walau tidak sepenuhnya, tetapi mungkin di tempat-tempat yang suhunya mulai naik, pisang bisa jadi salah satu opsi untuk dimanfaatkan petani kecil.

4. Pisang menyehatkan saluran cerna

pexels.com/Pixabay
pexels.com/Pixabay

Dalam pisang terkandung serat, karbohidrat yang membantu mengatur sistem pencernaan tubuh dengan membantu mempertahankan gerakan usus tetap teratur. Kandungan pektin pisang juga membantu meningkatkan pencernaan secara keseluruhan dan mencegah sembelit. Selain itu, pisang juga memiliki efek antasid yang membantu mencegah penyakit maag kambuh. Makan pisang secara rutin membantu mengurangi risiko kanker lambung.

5. Pisang meningkatkan fungsi ginjal

pexels.com/Pixabay
pexels.com/Pixabay

Makan pisang adalah cara termudah untuk tubuh kita mendapat kecukupan potasium. Potasium pada pisang memiliki manfaat yang baik bagi ginjal. Ketika tubuh kita mendapatkan cukup potasium, tubuh akan mengontrol pengeluaran kalsium dalam urin.

Kondisi cukup potassium akan membuat ginjal kita tetap berfungsi baik, selain itu juga mengurangi risiko batu ginjal. Perlu diketahui bahwa pisang memiliki tingkat senyawa fenolik antioksidan yang tinggi, yang berperan membantu melindungi ginjal.

FAQ Seputar Pisang yang Bisa Jadi Makanan Pokok Pengganti Nasi

Mengapa pisang dianggap sebagai sumber energi yang baik setara nasi?

Pisang mengandung karbohidrat kompleks dan gula alami (seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa) yang dapat memberikan dorongan energi instan sekaligus tahan lama bagi tubuh. Hal ini membuat pisang sangat efektif sebagai bahan pangan pokok untuk menunjang aktivitas harian.

Apa keunggulan kandungan nutrisi pisang dibandingkan sumber karbohidrat lain?

Selain karbohidrat, pisang kaya akan kalium (potasium) yang penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otot, serta vitamin B6 dan vitamin C. Pisang juga mengandung serat yang tinggi, yang membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus dibandingkan nasi putih yang rendah serat.

Jenis pisang apa yang biasanya dijadikan makanan pokok?

Tidak semua pisang dikonsumsi langsung sebagai buah meja. Jenis pisang yang sering dijadikan makanan pokok adalah pisang olah (plantain). Pisang jenis ini memiliki tekstur yang lebih keras dan kandungan pati yang lebih tinggi, sehingga sangat cocok untuk direbus, dikukus, atau dibakar sebagai pendamping lauk pauk.

Bagaimana pisang membantu menjaga rasa kenyang lebih lama?

Pisang mengandung pati resisten, terutama pada pisang yang belum terlalu matang. Pati ini bekerja menyerupai serat larut yang memperlambat proses pencernaan di dalam lambung, sehingga memberikan efek kenyang yang lebih lama dan membantu mengontrol nafsu makan secara alami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
BAYU WIDHAYASA
EditorBAYU WIDHAYASA
Follow Us

Latest in Food

See More