ilustrasi sajian tape singkong (commons.wikimedia.org/Joseagush)
Tujuan utama memilih metode kukus adalah mendapatkan kondisi singkong yang mendukung fermentasi. Singkong yang empuk tetapi tidak hancur dan tidak kelebihan air memungkinkan ragi bekerja dengan lebih optimal.
Jika prosesnya berjalan baik, fermentasi akan menghasilkan tape dengan tekstur lembut, rasa manis, dan sensasi legit yang menjadi ciri khasnya. Sebaliknya, terlalu banyak air dapat membuat hasil fermentasi kurang sesuai dan meningkatkan risiko singkong menjadi lembek atau berlendir.
Jadi, bukan cuma soal membuat singkong matang, cara memasaknya juga menentukan kualitas tape yang akan kamu dapatkan. Karena itu, pengukusan sebaiknya menjadi pilihan utama saat menyiapkan singkong untuk tape.
Jadi, apakah tape singkong harus direbus atau dikukus? Singkong untuk membuat tape sebaiknya dikukus, bukan direbus. Pengukusan membantu menjaga kadar air agar tidak berlebihan sehingga singkong tetap empuk, tidak mudah hancur, dan lebih siap untuk difermentasi.
Setelah dikukus, pastikan singkong sudah dingin hingga suhu ruang sebelum diberi ragi. Dengan proses yang tepat, fermentasi dapat berlangsung lebih optimal sehingga tape singkong yang dihasilkan terasa manis, legit, dan punya tekstur yang pas.