ilustrasi menu dengan tampilan unik (pexels.com/ Kuiyibo Campos)
Dalam restoran molecular gastronomy, harga menu biasanya juga berkaitan dengan konsep restoran secara keseluruhan. Pengunjung gak hanya menerima sepiring makanan, tetapi juga bisa mendapatkan rangkaian hidangan dengan urutan tertentu, penjelasan dari staf, teknik penyajian di meja, serta suasana restoran yang memang dirancang untuk mendukung konsep tersebut.
Hal ini semakin terasa pada restoran yang menggunakan format tasting menu. Satu kunjungan bisa terdiri dari banyak hidangan kecil yang disusun secara berurutan, sehingga dapur harus menyiapkan berbagai komponen dengan waktu yang sangat terkoordinasi. Biaya staf, tempat, persiapan, dan pelayanan tersebut ikut masuk dalam harga yang dibayar pelanggan, meskipun gak semuanya terlihat langsung di atas piring.
Jadi, hidangan molecular gastronomy sangat mahal apakah worth it atau layak dicoba? Layak atau gak sebenarnya bergantung pada ekspektasi saat datang ke restoran tersebut. Kalau tujuan utamanya adalah makan dalam porsi besar dengan harga yang ekonomis, molecular gastronomy kemungkinan gak terasa sepadan karena sebagian nilai yang dibayar justru berasal dari teknik, proses, dan konsep penyajiannya.
Sebaliknya, kalau kamu memang penasaran dengan cara makanan bisa berubah bentuk, tekstur, atau cara penyajiannya, pengalaman tersebut bisa terasa menarik. Harga mahal tidak otomatis berarti setiap hidangan molecular gastronomy pasti lebih enak daripada makanan biasa, karena selera tetap punya peran besar dalam menilai sebuah hidangan.