Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jenis Susu yang Cocok untuk Cappuccino dan Tips Memilihnya

Jenis Susu yang Cocok untuk Cappuccino dan Tips Memilihnya
ilustrasi cappuccino dengan latte art (unsplash.com/Pichara)
  • Kandungan protein susu penting untuk membentuk dan menstabilkan foam cappuccino; hasilnya juga dipengaruhi suhu serta teknik steaming.
  • Susu full cream memberi tekstur creamy dan rasa gurih, sedangkan susu rendah lemak menghasilkan foam lebih ringan serta membuat karakter espresso lebih menonjol.
  • Susu nabati seperti oat, kedelai, dan almond dapat digunakan dengan hasil berbeda; pilihan susu perlu disesuaikan dengan karakter kopi, tekstur, dan rasa yang diinginkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bikin cappuccino di rumah kelihatannya gampang, sampai busa susu yang dihasilkan malah cepat hilang atau teksturnya terasa kurang lembut. Ternyata, jenis susu yang dipakai ikut menentukan rasa, kekentalan, dan kualitas foam di atas secangkir cappuccino. Jadi, gak cukup cuma memilih susu yang ada di kulkas, karena setiap jenis punya karakter yang berbeda, lho!

Susu sapi full cream memang sering jadi pilihan karena bisa menghasilkan foam yang lembut, creamy, dan lebih mudah dibentuk. Tapi kalau kamu lebih suka susu rendah lemak atau susu nabati, keduanya tetap bisa dipakai, kok, selama kandungan protein dan teknik pengolahannya diperhatikan. Nah, sebelum membuatnya di rumah, yuk, cari jenis susu yang cocok untuk cappuccino beserta tips memilihnya!

  1. 1. Pilih susu dengan kandungan protein yang cukup

    ilustrasi minum susu
    ilustrasi minum susu (magnific.com/pvproductions)

    Kalau kamu berkeinginan untuk membuat cappuccino dengan foam yang halus dan gak cepat kempis, kandungan protein di dalam susu sangatlah penting untuk diperhatikan. Protein berperan dalam pembentukan serta menstabilkan gelembung udara saat susu di-steam, sehingga tekstur yang dihasilkan dapat terasa lebih lembut. Itulah mengapa susu yang mengandung protein cukup biasanya lebih mudah menghasilkan foam yang cantik, lho!

    Susu sapi umumnya memiliki jumlah protein yang cukup untuk keperluan ini dan relatif mudah diproses dengan menggunakan mesin espresso atau milk frother. Meski begitu, hasil akhir tetap dipengaruhi oleh suhu dan teknik steaming yang digunakan. Jadi, jangan cuma melihat label full cream atau low fat, tetapi cek juga kandungan protein pada kemasannya.

  2. 2. Full cream cocok kalau suka rasa yang creamy

    ilustrasi susu full cream untuk pengganti santan
    ilustrasi susu full cream untuk pengganti santan (freepik.com/freepik)

    Kalau kamu menyukai cappuccino dengan rasa susu yang gurih dan tekstur creamy, susu full cream dapat menjadi pilihan yang tepat. Kandungan lemaknya membantu menciptakan sensasi yang lebih lembut dan kaya ketika berkolaborasi dengan espresso. Akibatnya, rasa antara kopi dan susu terasa saling melengkapi tanpa ada yang terlalu mendominasi.

    Namun, bukan berarti semakin tinggi lemak pasti semakin bagus, ya. Jumlah lemak sebaiknya disesuaikan dengan selera karena susu yang terlalu kaya bisa membuat rasa kopi terasa lebih ringan. Jadi, kalau kamu menginginkan cappuccino yang lembut dan creamy, susu full cream sebaiknya dicoba terlebih dahulu.

  3. 3. Susu rendah lemak bisa dipilih untuk foam yang lebih ringan

    ilustrasi susu rendah lemak
    ilustrasi susu rendah lemak (freepik.com/stockking)

    Bagi mereka yang kurang menyukai sensasi susu yang terlalu creamy, susu rendah lemak juga dapat dimanfaatkan untuk membuat cappuccino. Teksturnya cenderung lebih ringan, sementara foam tetap dapat terbentuk asalkan teknik steaming dilakukan dengan benar. Jadi, gak perlu merasa harus selalu menggunakan full cream hanya demi mendapatkan cappuccino yang lezat.

    Karakter susu rendah lemak juga bisa membuat rasa espresso terasa lebih menonjol. Ini cocok buat kamu yang ingin menikmati rasa kopi dengan sentuhan susu tanpa sensasi yang terlalu berat. Kuncinya ada pada proses steaming supaya foam tetap halus dan gak berubah menjadi gelembung besar.

  4. 4. Pertimbangkan susu nabati sesuai kebutuhan

    ilustrasi minum susu almond
    ilustrasi minum susu almond (pixabay.com/Couleur)

    Susu nabati seperti oat, kedelai, dan almond juga dapat digunakan untuk membuat cappuccino, namun hasilnya bisa berbeda dibandingkan dengan susu sapi. Kandungan protein, lemak, dan komposisi dari masing-masing jenis susu memengaruhi kemampuan dalam menciptakan foam dan rasa akhirnya. Oleh karena itu, pilihlah produk yang dirancang atau disarankan untuk digunakan dengan kopi jika menginginkan hasil yang lebih stabil.

    Susu oat umumnya disukai karena teksturnya yang kaya dan rasanya yang mudah berpadu dengan espresso. Di sisi lain, susu kedelai memiliki ciri khas tersendiri dan tetap dapat menghasilkan foam kalau dipanaskan dengan benar. Kalau ingin mencoba susu nabati, jangan ragu untuk bereksperimen hingga menemukan rasa yang paling pas.

  5. 5. Perhatikan suhu saat memanaskan susu

    ilustrasi menuang susu untuk latte
    ilustrasi menuang susu untuk latte (freepik.com/freepik)

    Sudah memilih susu yang tepat, tetapi hasil cappuccino masih terasa aneh? Mungkin masalahnya bukan terletak pada jenis susu, melainkan pada suhu saat memanaskan susu, karena susu yang terlalu panas bisa mengubah rasa dan tekstur. Oleh sebab itu, proses steaming perlu dilakukan secara perlahan dengan memperhatikan perubahan tekstur susu.

    Untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten, disarankan menggunakan termometer kalau masih dalam tahap belajar membuat kopi di rumah. Susu biasanya cukup dipanaskan hingga terasa panas dan menghasilkan tekstur microfoam yang halus, bukan sampai mendidih. Dengan cara ini, rasa susu tetap enak untuk diminum dan foam-nya dapat menyatu dengan espresso, bukan hanya menumpuk di permukaan.

  6. 6. Sesuaikan pilihan susu dengan karakter kopi

    ilustrasi susu
    ilustrasi susu (magnific.com/azerbaijan_stockers)

    Jenis kopi yang kamu pakai juga bisa menentukan susu seperti apa yang paling pas untuk cappuccino. Kalau kopinya punya rasa yang kuat dan cenderung pahit, susu yang creamy bisa membantu membuat rasanya lebih seimbang. Sementara itu, kopi dengan karakter lebih ringan atau punya sentuhan fruity biasanya enak dipadukan dengan susu yang rasanya gak terlalu dominan.

    Jadi, gak ada satu jenis susu yang mutlak paling enak untuk semua cappuccino, sih. Coba sesuaikan pilihan susu dengan rasa kopi dan hasil akhir yang kamu inginkan, baik itu creamy, ringan, atau tetap menonjolkan karakter espresso. Nah, dari beberapa percobaan kecil ini, kamu bisa menemukan kombinasi susu dan kopi yang paling pas dengan selera sendiri.

    Memilih jenis susu yang cocok untuk cappuccino ternyata gak cukup hanya melihat merek atau variannya, karena kandungan protein, lemak, dan cara memanaskannya juga ikut menentukan hasil akhir. Kamu bisa menyesuaikannya dengan karakter kopi dan tekstur yang disukai, baik yang creamy maupun yang lebih ringan. Nah, tinggal coba beberapa pilihan sampai ketemu susu yang paling pas buat secangkir cappuccino favoritmu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More