Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perbedaan Penyetan dan Sambelan yang Sering Dianggap Sama

3 min read
Perbedaan Penyetan dan Sambelan yang Sering Dianggap Sama
Potre Ayam Penyet Kemangi (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
  • Penyetan menekan lauk bersama sambal di atas cobek agar teksturnya lebih lembut dan bumbu meresap, sedangkan sambelan mempertahankan bentuk lauk dengan sambal terpisah atau disiram melimpah.

  • Lauk penyetan umumnya berupa pilihan harian seperti tahu, tempe, telur, ayam, lele, dan ikan air tawar, sementara sambelan menawarkan variasi lebih luas termasuk bebek, empal, jeroan, tongkol, pari asap, serta ikan laut.

  • Penyetan lekat dengan warung tenda kaki lima yang praktis untuk makan malam, sedangkan sambelan berkembang menjadi kedai khusus atau warung berskala lebih besar dengan jam buka beragam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi pencinta kuliner yang tinggal atau berkunjung ke Jawa Timur, terutama di wilayah Surabaya dan sekitarnya, penyetan dan sambelan adalah dua kuliner yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Keduanya sama-sama menyajikan aneka lauk pauk yang dipadukan dengan pedasnya sambal dan membuat nafsu makan meningkat.

Namun, tak sedikit orang yang menganggap penyetan dan sambelan adalah hal yang sama. Meski sekilas mirip, sebenarnya ada perbedaan mendasar dari kedua istilah ini, lho. Penasaran apa saja bedanya? Berikut IDN Times bagikan informasi tentang perbedaan penyetan dan sambelan yang perlu kamu ketahui!

  1. 1. Teknik pengolahan dan penyajian

    Potret menu penyetan di Djaman Doeloe Resto and Bar
    Potret menu penyetan di Djaman Doeloe Resto and Bar (IDN Times/Dewi Suci Rahayu)

    Secara harfiah, kata penyet merujuk pada teknik menekan lauk (daging ayam, lele, tahu, tempe, terung, dan sebagainya) dengan ulekan dan langsung di atas cobek bersama sambal. Proses ini dilakukan, agar tekstur lauk menjadi lebih lembut dan sambal meresap hingga ke bagian dalam.

    Berbeda dengan penyetan, sajian sambelan lebih mengutamakan sambal sebagai daya tarik utama tanpa harus "merusak" bentuk asli lauknya. Lauk yang sudah digoreng atau dibakar kemudian diletakkan di samping sambal. Tak jarang, sambal juga disiram di atas lauk tersebut dan takarannya cukup melimpah. Pencinta pedas langsung happy saat melihatnya!

  2. 2. Variasi lauk

    Potret lauk penyetan
    Potret lauk penyetan (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

    Pilihan lauk pauk pada menu penyetan pada umumnya cenderung "aman." Menu yang paling sering dijumpai adalah tempe, tahu, telur ceplok atau dadar, ayam goreng, lele, dan ikan air tawar lainnya yang disajikan dalam porsi pas untuk santap harian.

    Sementara itu, warung sambelan menawarkan variasi lauk yang jauh lebih banyak. Di antaranya seperti bebek goreng, ayam goreng, empal, jeroan sapi (usus, babat, dan paru), jeroan ayam (ati ampela dan usus), ikan tongkol, ikan pari asap, dan ikan air laut lainnya.

  3. 3. Konsep warung dan budaya makan

    Potret warung makan penyetan Kedai Bu Muji Suraba
    Potret warung makan penyetan Kedai Bu Muji Surabaya (IDN Times/Putri Nailah)

    Secara tradisi dan budaya lokal, penyetan sangat identik sebagai warung tenda kaki lima di pinggir jalan. Jumlahnya pun menjamur, sehingga mudah ditemukan di berbagai sudut tempat. Selain itu, porsinya yang pas dan proses pembuatannya yang cepat menjadikan sebagai pilihan utama untuk makan malam yang praktis.

    Sedangkan, sambelan kini telah bertransformasi menjadi tren bisnis kuliner dengan kedai khusus atau warung makan skala besar. Jam operasionalnya juga sama seperti penyetan, yakni buka menjelang sore atau malam hari. Ada pula yang buka sejak pagi hingga malam hari. Contoh warung sambelan ini, antara lain Sego Sambel Cak Uut, Sambel Tongkol Mbak Ju, dan Sego Sambel Mak Yeye.

    Nah, sekarang kamu sudah paham perbedaan antara penyetan dan sambelan, kan? Kamu paling sering makan yang mana, nih? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More