Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Makanan yang Disarankan untuk Ibu Hamil saat Buka Puasa

7 Makanan yang Disarankan untuk Ibu Hamil saat Buka Puasa
ilustrasi roti gandum dan telur (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Ibu hamil yang berpuasa butuh makanan bernutrisi seimbang saat berbuka untuk mengganti energi dan menjaga kesehatan ibu serta janin.

  • Kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral sangat penting untuk mendukung perkembangan janin.

  • Pilihan makanan seperti kurma, sup hangat, telur, ikan, buah, dan sayuran dapat membantu memulihkan energi tanpa membebani sistem pencernaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi ibu hamil yang sehat, pastinya akan tetap menjalankan ibadah puasa seperti biasa.

Meskipun puasa tidak akan memengaruhi kehamilan secara negatif, tetapi penting diingat bahwa ibu hamil harus makan dengan baik untuk mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk membantu bayi tumbuh sehat. 

Salah satu cara terbaik untuk memastikan ibu hamil mendapatkan nutrisi yang cukup adalah dengan memerhatikan apa yang dimakan saat berbuka.

Ada beberapa makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil saat berbuka puasa. Apa sajakah makanan tersebut?

Table of Content

1. Kurma

1. Kurma

Kurma sering menjadi pilihan pertama saat berbuka puasa, dan bukan tanpa alasan. Buah ini mengandung karbohidrat alami, serat, kalium, dan antioksidan yang membantu tubuh memulihkan energi dengan cepat.

Penelitian menunjukkan, konsumsi kurma pada akhir kehamilan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan ibu, termasuk mendukung proses persalinan yang lebih baik.

Selain itu, kandungan gula alami dalam kurma memberikan energi cepat tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang terlalu ekstrem dibanding makanan manis olahan.

2. Sup hangat

Semangkuk sup ayam kentang.
ilustrasi sup kentang ayam (pexels.com/Harry Tucker)

Setelah berpuasa, makanan berkuah hangat seperti sup ayam atau sup sayur bisa menjadi pilihan yang nyaman untuk sistem pencernaan. Sup membantu menghidrasi tubuh sekaligus memberikan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral.

Ibu hamil membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga volume darah, mendukung fungsi plasenta, serta mencegah dehidrasi.

Sup hangat juga cenderung lebih mudah dicerna, sehingga cocok sebagai makanan pembuka sebelum mengonsumsi makanan utama.

3. Telur

Telur merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang penting selama kehamilan. Selain protein, telur juga mengandung kolin, nutrisi yang berperan penting dalam perkembangan otak janin.

Kolin sangat penting untuk perkembangan sistem saraf dan fungsi kognitif bayi.

Mengonsumsi telur saat berbuka dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian ibu hamil sekaligus mendukung pertumbuhan janin.

4. Ikan berlemak

Sup ikan.
ilustrasi sup ikan (pixabay.com/Ирина Александрова)

Ikan seperti tenggiri (makerel), kembung, sarden, tuna, tongkol, atau kerapu merupakan sumber asam lemak omega-3, khususnya DHA. Nutrisi ini sangat penting untuk perkembangan otak dan mata janin.

Asupan omega-3 selama kehamilan berperan dalam mendukung perkembangan neurologis bayi dan dapat membantu mengurangi risiko kelahiran prematur.

Mengonsumsi ikan berlemak saat berbuka puasa dapat menjadi cara yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

5. Sumber karbohidrat kompleks

Setelah berpuasa, tubuh membutuhkan energi untuk kembali beraktivitas. Karbohidrat kompleks seperti beras merah, ubi jalar, roti gandum, kacang-kacangan dan polong, atau jagung dapat memberikan energi secara bertahap.

Berbeda dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Stabilitas gula darah sangat penting bagi ibu hamil untuk mencegah kelelahan berlebihan atau pusing setelah berbuka.

Konsumsi karbohidrat kompleks membantu memberikan energi yang lebih stabil dibandingkan karbohidrat olahan.

6. Sayuran hijau

Pecel sayur.
ilustrasi pecel sayur (commons.wikimedia.org/Hariadhi)

Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau kale kaya akan asam folat, zat besi, dan serat. Nutrisi ini sangat penting selama kehamilan.

Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah. Asupan asam folat yang cukup selama kehamilan sangat penting untuk perkembangan awal sistem saraf bayi.

Menambahkan sayuran hijau dalam menu berbuka dapat membantu memastikan ibu hamil mendapatkan nutrisi penting tersebut.

7. Buah segar

Buah-buahan seperti jeruk, pisang, atau pepaya merupakan sumber vitamin, mineral, serat, dan air yang baik. Buah juga membantu menggantikan cairan yang hilang selama puasa.

Vitamin C dalam buah, misalnya, berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi serta mendukung fungsi sistem imun. Vitamin C sangat penting untuk pertumbuhan jaringan dan kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Mengonsumsi buah segar setelah berbuka dapat membantu tubuh kembali segar sekaligus memberikan nutrisi penting bagi ibu dan janin.

Bagi ibu hamil yang berpuasa, memilih makanan yang tepat saat berbuka penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Kombinasi makanan yang bernutrisi dapat membantu tubuh memulihkan energi sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

Selain memperhatikan jenis makanan, ibu hamil juga sebaiknya menjaga asupan cairan, makan secara bertahap, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki kondisi medis tertentu. Dengan pendekatan yang tepat, puasa bisa lebih aman dan nyaman selama masa kehamilan.

Referensi

O. Al-Kuran et al., “The Effect of Late Pregnancy Consumption of Date Fruit on Labour and Delivery,” Journal of Obstetrics and Gynaecology 31, no. 1 (January 1, 2011): 29–31, https://doi.org/10.3109/01443615.2010.522267.

American College of Obstetricians and Gynecologists. “Nutrition During Pregnancy.” Diakses Maret 2026.

Lisa K. Akison et al., “Effect of Choline Supplementation on Neurological, Cognitive, and Behavioral Outcomes in Offspring Arising From Alcohol Exposure During Development: A Quantitative Systematic Review of Clinical and Preclinical Studies,” Alcoholism Clinical and Experimental Research 42, no. 9 (June 21, 2018): 1591–1611, https://doi.org/10.1111/acer.13817.

World Health Organization. "WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience." Diakses Maret 2026.

David S. Ludwig, “The Glycemic Index,” JAMA 287, no. 18 (May 8, 2002): 2414, https://doi.org/10.1001/jama.287.18.2414.

Centers for Disease Control and Prevention. “Folic Acid.” Diakses Maret 2026.

National Institutes of Health. “Vitamin C Fact Sheet for Health Professionals.” Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Eka Amira Yasien
3+
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More