“Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pentingnya Minum Air Putih Dalam Pencegahan Batu Ginjal.” Journal of Health Innovation and Community Services. Diakses Mei 2026.
“Is High Fluid Intake Good for the Kidney?” Kidney Research and Clinical Practice. Diakses Mei 2026.
“The Medicinal Use of Water in Renal Disease.” Kidney International. Diakses Mei 2026.
“Relationship of the Intake of Water and Other Beverages With Renal Endpoints: Cross-Sectional and Longitudinal Data.” Journal of Renal Nutrition. Diakses Mei 2026.
“Pengaruh Minum Air Putih terhadap Hasil Pemeriksaan Mikroskopis (Sedimen) Urin.” Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Diakses Mei 2026.
Air Hangat atau Air Es, Mana yang Lebih Baik untuk Ginjal?

- Yang paling penting untuk kesehatan ginjal bukan suhu air, tapi memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup setiap hari agar fungsi penyaringan berjalan optimal.
- Tidak ada bukti kuat bahwa air es merusak ginjal; tubuh menyesuaikan suhu minuman secara alami selama asupan cairan harian tercukupi.
- Air putih tetap jadi pilihan terbaik dibanding minuman manis dingin yang bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan gangguan ginjal.
Saat cuaca sedang panas, segelas air es memang sering jadi pilihan karena memberi sensasi segar yang cepat menghilangkan dahaga. Namun, tidak sedikit orang yang justru lebih nyaman minum air hangat karena dianggap lebih baik untuk menjaga kondisi tubuh, termasuk kesehatan ginjal. Perbedaan kebiasaan ini akhirnya membuat banyak orang penasaran, sebenarnya mana yang lebih baik untuk ginjal, air hangat atau air es?
Tidak sedikit pula yang khawatir minum air dingin terlalu sering bisa membuat ginjal bekerja lebih berat. Padahal, kesehatan ginjal bukan cuma dipengaruhi suhu minuman, tetapi juga kebiasaan minum air setiap hari. Nah, supaya gak salah paham, yuk, cari tahu fakta tentang air hangat dan air es untuk kesehatan ginjal berikut ini!
1. Ginjal lebih membutuhkan tubuh yang terhidrasi dengan baik

Banyak orang sibuk memperdebatkan mana yang lebih sehat antara air hangat dan air es, padahal hal terpenting untuk ginjal adalah tubuh tetap mendapatkan cukup cairan setiap hari. Tanpa disadari, tubuh terus kehilangan cairan melalui keringat, urine, dan proses pernapasan saat beraktivitas. Ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, ginjal harus bekerja lebih ekstra untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan membuang sisa metabolisme dari dalam tubuh.
Kondisi ini bisa membuat urine menjadi lebih pekat dan meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih. Karena itu, suhu air bukan faktor paling utama selama tubuh tetap terhidrasi dengan baik setiap hari. Dibanding memperdebatkan air hangat atau air es, kebiasaan rutin minum air putih justru jauh lebih penting untuk menjaga kesehatan ginjal.
2. Air es sebenarnya tidak langsung merusak ginjal

Masih banyak orang yang percaya minum air es terlalu sering bisa membuat ginjal cepat rusak. Anggapan ini biasanya muncul karena sensasi dingin dianggap membuat organ tubuh bekerja lebih berat dari biasanya. Padahal, sampai sekarang belum ada bukti kuat yang menunjukkan air dingin secara langsung menyebabkan kerusakan ginjal pada orang sehat.
Tubuh secara alami akan menyesuaikan suhu minuman yang masuk sebelum cairan tersebut digunakan oleh oragn-organ di dalam tubuh. Meski begitu, minuman yang terlalu dingin terkadang bisa membuat sebagian orang merasa kurang nyaman, terutama saat kondisi tubuh sedang tidak sehat atau sensitif terhadap suhu dingin. Selama tidak dikonsumsi berlebihan dan asupan cairan harian tetap tercukupi, air es pada umumnya masih aman untuk kesehatan ginjal.
3. Air hangat bisa membantu tubuh terasa lebih nyaman

Sebagian orang merasa lebih nyaman minum air hangat, terutama saat bangun tidur atau ketika cuaca sedang dingin. Sensasi hangatnya sering membuat tubuh terasa lebih rileks dan tenggorokan terasa lebih nyaman. Tidak heran kalau banyak orang menjadikan air hangat sebagai bagian dari rutinitas pagi mereka.
Namun, manfaat ini lebih berkaitan dengan kenyamanan tubuh dibanding efek langsung terhadap fungsi ginjal. Air hangat tetap membantu memenuhi kebutuhan cairan harian seperti halnya air dengan suhu biasa atau dingin. Jadi, memilih air hangat bisa menjadi pilihan yang baik kalau memang membuat tubuh terasa lebih nyaman untuk minum lebih banyak.
4. Minuman manis dingin justru lebih perlu diwaspadai

Saat cuaca panas, banyak orang lebih memilih minuman dingin manis dibanding air putih biasa karena terasa lebih segar. Padahal, kandungan gula berlebih dalam minuman seperti soda atau teh kemasan bisa memberi dampak kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi yang berkaitan dengan gangguan ginjal.
Tanpa disadari, kebiasaan terlalu sering minum minuman manis juga membuat konsumsi air putih harian jadi berkurang. Padahal, ginjal membutuhkan cukup cairan agar proses penyaringan limbah dalam tubuh bisa berjalan dengan baik. Itulah sebabnya, bukan hanya suhu minuman yang penting diperhatikan, tetapi juga kandungan gula dan bahan tambahan di dalamnya, sementara air putih tetap menjadi pilihan paling sederhana untuk membantu menjaga kesehatan ginjal.
5. Kondisi tubuh tertentu bisa memengaruhi pilihan suhu air

Tidak semua orang merasa nyaman minum air dengan suhu yang sama dalam setiap kondisi tubuh. Misalnya, saat sedang flu atau sakit tenggorokan, banyak orang lebih memilih air hangat karena terasa lebih menenangkan. Sebaliknya, air dingin sering terasa lebih menyegarkan setelah beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas.
Perbedaan respons tubuh terhadap suhu minuman merupakan hal wajar karena setiap orang memiliki kebutuhan dan kenyamanan yang berbeda. Selama tidak menyebabkan tubuh terasa tidak nyaman dan kebutuhan cairan harian tetap tercukupi, keduanya sama-sama bisa dikonsumsi. Karena itu, memilih minuman hangat atau dingin sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas, kondisi tubuh, dan kebiasaan sehari-hari masing-masing.
6. Kebiasaan kurang minum justru lebih berisiko untuk ginjal

Banyak orang lebih fokus membahas mana yang lebih sehat antara air hangat dan air es, tetapi masih sering kurang minum karena terlalu sibuk beraktivitas. Kebiasaan baru minum saat tenggorokan terasa sangat kering bisa membuat tubuh perlahan mengalami dehidrasi tanpa disadari. Kalau terus dibiarkan, kekurangan cairan dapat membuat fungsi ginjal bekerja lebih berat dalam membantu membuang sisa metabolisme dari tubuh.
Tanda sederhana seperti urine berwarna lebih gelap sering kali menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Supaya kebutuhan air tetap terpenuhi, coba biasakan membawa botol minum sendiri saat beraktivitas. Dengan cara sederhana ini, tubuh akan lebih mudah terhidrasi tanpa perlu terlalu khawatir soal memilih air hangat atau air es.
Pilihan antara air hangat atau air es kembali lagi pada kenyamanan dan kebutuhan tubuh masing-masing. Selama tubuh mendapatkan cukup asupan cairan setiap hari, ginjal tetap bisa bekerja dengan baik untuk menjaga keseimbangan tubuh. Jadi, daripada terlalu khawatir soal suhu minuman, lebih penting membiasakan diri rutin minum air putih agar kesehatan ginjal tetap terjaga.
Referensi

![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Risiko Penyakit dari Cara Kamu Makan Mi Instan](https://image.idntimes.com/post/20250905/menu-kekinian-yang-sering-dijumpai-di-acara-pernikahan-gen-z-mie-instan_9fbc0e88-bc32-4c7d-aa54-6d2d485c6fb5.jpg)



.jpg)









![[QUIZ] Playlist Sebelum Tidur Kamu Bisa Cerminkan Kondisi Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20250206/pexels-cottonbro-6875743-9f2690fd965b0b529c7039fa544e675e-2755b951bee24306860255d895ab2944.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Doomscrolling? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250422/screenshot-2025-04-22-221059-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-4c959a1ccd6cb97411fd96bd015b48f4.png)

![[QUIZ] Dari Genre Musik Favoritmu, Kami Bisa Tebak Coping Mechanism Kamu](https://image.idntimes.com/post/20241114/pexels-olly-3768125-778094b3173696de6f6b16587c87c222-aafea8b76ff86156d2596a84a002af4a.jpg)