Otot bagian paha depan yang biasanya digunakan untuk meluruskan lutut dan menstabilkan kaki
Otot fleksor pinggul yang berukuran kecil dan ada di depan pinggul untuk mengangkat kaki
Otot paha bagian bawah atau betis yang digunakan untuk meluruskan pergelangan kaki
Otot belakang untuk meluruskan pinggul atau glutes
Otot paha belakang yang gunanya untuk menekuk lutut dan mendorong ke depan saat berlari
Otot perut dan punggung atau otot inti yang membuat tubuh tetap tegak dan seimbang
Apakah Lari Bisa Membentuk Otot? Ini Jawabannya

- Lari dapat membentuk otot terutama di bagian bawah tubuh seperti paha, betis, dan glutes, namun juga bisa menyusutkan otot tergantung pola makan serta intensitas latihan.
- Latihan sprint menanjak dan interval berintensitas tinggi efektif membantu pembentukan otot kaki karena memberikan dorongan besar pada otot bagian bawah.
- Pemenuhan nutrisi seimbang, hidrasi cukup, istirahat berkualitas, serta konsistensi latihan menjadi faktor penting agar pertumbuhan otot dari aktivitas lari berjalan optimal.
Lari telah menjadi salah satu latihan yang digandrungi banyak orang. Tak hanya meningkatkan kebugaran, lari dimanfaatkan untuk melepas stres di tengah tekanan kehidupan. Bahkan, ramai bermunculan fun run yang bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat.
Dengan berlari, tubuh menjadi lebih bugar. Namun yang sering jadi pertanyaan, apakah lari bisa membentuk otot? Pertanyaan ini menjadi diskusi menarik karena pelari identik dengan tubuh yang ramping. Padahal, ada otot yang digunakan saat berlari. Untuk mendapatkan jawabannya, simak artikel sampai habis ya.
1. Lari bisa membentuk dan menyusutkan otot

Tidak ada jawaban pasti apakah lari bisa membentuk otot. Pasalnya, lari bisa saja membentuk otot khususnya otot bagian bawah seperti kaki dan paha. Namun, lari juga bisa menyusutkan otot dengan kondisi tertentu.
Sebagai gambaran, dikutip dari Asics, pertumbuhan otot bisa terjadi jika sintesis protein otot atau MPS melebihi pemecah protein otot atau MPB. Dua faktor utama yang mempengaruhinya adalah pola makan dan olahraga. MPS yang lebih banyak dari nutrisi dan latihan, maka otot bisa tumbuh maksimal. Namun, jika olahraga dan pola makan merangsang MPB lebih banyak maka otot bisa menyusut.
Namun, dikutip Men’s Health, lari bisa membantu pertumbuhan otot jangka panjang dengan dua alasan. Pertama berlari bisa meningkatkan kapasitas aerobik sehingga tubuh tidak mudah lelah dan memiliki lebih banyak energi. Alasan kedua adalah lari aerobik bisa meningkatkan kapiler di otot sehingga aliran darah lancar. Dengan energi lebih banyak dan aliran darah yang lancar bisa membangun kebiasaan untuk berlatih lebih keras sehingga otot terbangun lebih banyak.
2. Otot-otot yang terbentuk saat lari

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lari bisa meningkatkan otot bagian bawah. Termasuk seluruh bagian kaki seperti paha hingga betis. Otot-otot berikut ini yang dilatih saat berlari:
3. Cara membentuk otot dari berlari

Untuk membentuk otot bagian bawah dengan cara berlari bisa dilakukan latihan dengan durasi pendek dan intensitas tinggi. Dengan begitu tubuh bagian bawah akan menerima dorongan besar sehingga otot bisa terbentuk. Dua cara yang bisa dilakukan adalah sprint menanjak dan latihan interval tapi bisa juga kombinasi keduanya.
Sebagai contoh, untuk sprint menanjak bisa berlatih di bukit yang pendek dan curam. Lari ke bukit 20—30 detik kemudian turun dengan berjalan. Ulangi latihan tersebut sebanyak 6—10 kali.
Sedangkan latihan interval bisa dilakukan dengan lari sprint sebanyak 8 kali sejauh 200 meter. Setiap lari cepat istirahat selama 60—90 detik. Pastikan menggunakan 90—95 persen kekuatan saat sprint.
4. Nutrisi otot membangun otot

Selain olahraga, nutrisi juga penting terutama jika tujuan lari untuk membangun otot. Protein adalah nutrisi yang bisa meningkatkan sintesis protein otot atau MPS. Disarankan makan protein sebanyak 1,4—2 gram protein per kilogram berat badan setiap hari. Jika berat badan 75 kg maka protein harian kurang lebih sebanyak 105—150 gram. Protein banyak terkandung di susu, telur daging, ikan bahkan kacang dan biji-bijian.
Jangan hanya protein saja, karbohidrat dan lemak juga harus dipenuhi. Pasalnya, lemak dan karbohidrat adalah sumber energi untuk bergerak. Penuhi kebutuhan 45—65% karbohidrat dan 20—35% lemak dari buah, biji-bijian, susu, telur, kacang-kacangan, alpukat dan lain-lain.
Air tidak kalah penting dibandingkan nutrisi. Untuk pria 3,7 liter sedangkan untuk perempuan 2,7 liter per hari. Jangan sampai fokus olahraga dan lupa minum, akibatnya tubuh bisa dehidrasi.
5. Tips membentuk otot dengan berlari

Kunci dari pembentukan otot dengan lari adalah konsisten. Walaupun tampaknya mudah, konsisten perlu dipadukan dengan ketekunan dan kegigihan. Beberapa tips yang bisa dilakukan adalah
Memprioritaskan latihan kekuatan untuk melatih perkembangan otot. Contoh yang bisa dilakukan adalah jika lari tiga kali dalam seminggu selama 60 menit maka lakukan juga latihan kekuatan lebih dari tiga kali seminggu.
Dalam rutinitas pasti adalah rasa bosan. Agar terhindar dari rasa bosan, lakukan latihan dan tempat yang bervariasi. Misalnya minggu pertama sprint di lapangan, minggu kedua tanjakan di bukit dan begitu seterusnya.
Nutrisi yang kurang tak hanya berdampak pada tubuh yang lemas tapi juga menghambat pertumbuhan otot. Untuk itu, cukupi asupan protein, karbohidrat, lemak dan air agar program peningkatan massa otot bisa berjalan lancar.
Istirahat cukup menjadi kunci keberhasilan membentuk otot. Tidur 7-9 jam pada malam hari baik untuk perbaikan dan pertumbuhan otot. Tak hanya itu, tidur juga baik untuk melepas hormon pertumbuhan.
Jadi, apakah lari bisa membentuk otot? Jawabannya bisa, terutama di bagian bawah tubuh seperti paha, betis, dan glutes. Tak hanya lari saja yang berpengaruh, nutrisi dan tidur juga berdampak pada peningkatan massa otot. Selain itu, konsistensi juga menjadi kunci agar otot tumbuh secara optimal.


















