Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Tuna Kaleng Aman untuk Diet? Ini Fakta yang Perlu Diketahui!

Apakah Tuna Kaleng Aman untuk Diet? Ini Fakta yang Perlu Diketahui!
ilustrasi sandwich tuna (freepik.com/topntp26)
Intinya Sih
  • Tuna kaleng kaya protein yang membantu pembentukan otot dan menjaga metabolisme, menjadikannya pilihan praktis untuk mendukung program diet sehat bila dikonsumsi dengan porsi tepat.
  • Jenis tuna kaleng berbasis air lebih rendah kalori dibanding yang diawetkan dalam minyak, sehingga pemilihan kemasan menjadi faktor penting agar asupan lemak dan kalori tetap terkontrol.
  • Kandungan sodium pada tuna kaleng perlu dibatasi karena dapat memicu retensi cairan dan tekanan darah tinggi; membilasnya sebelum diolah membantu menurunkan kadar garam tanpa mengurangi nutrisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tuna kaleng kerap dipilih sebagai menu andalan karena praktis dan mudah diolah saat menjalani diet. Tingginya kandungan protein membuatnya dipercaya dapat menahan rasa lapar lebih lama. Namun, di balik kepraktisan makanan kaleng ini, muncul pertanyaan tentang keamanan dan kandungan gizinya saat dikonsumsi rutin.

Apakah tuna kaleng benar-benar aman untuk diet, atau justru menyimpan risiko tertentu? Memahami fakta seputarnya penting agar pola makan tetap sehat dan seimbang. Yuk, simak penjelasan lengkapnya sebelum memasukkan tuna kaleng ke dalam menu diet harianmu!

1. Kandungan protein tinggi pada tuna kaleng

ilustrasi tuna kaleng untuk campuran bibimbap (freepik.com/freepik)
ilustrasi tuna kaleng untuk campuran bibimbap (freepik.com/freepik)

Tuna kaleng dikenal sebagai sumber protein hewani yang cukup tinggi dan mudah diperoleh. Protein berperan penting dalam membantu pembentukan otot sekaligus menjaga metabolisme tubuh tetap optimal saat diet. Konsumsi protein yang cukup juga membantu mengurangi rasa lapar berlebihan.

Karena praktis, tuna kaleng sering menjadi pilihan menu sarapan atau makan siang. Menariknya lagi, protein dalam tuna membantu tubuh mempertahankan otot saat asupan kalori sedang dipangkas. Dengan porsi yang tepat, tuna kaleng dapat mendukung program penurunan berat badan secara sehat.

2. Kalori relatif rendah, tetapi tetap perlu diperhatikan jenisnya

ilustrasi jenis-jenis tuna kaleng
ilustrasi jenis-jenis tuna kaleng (pixabay.com/Joenomias)

Dibandingkan daging berlemak, tuna kaleng menawarkan asupan kalori yang lebih ringan untuk menu diet. Jenis tuna kaleng berbasis air cenderung lebih rendah kalori daripada yang diawetkan menggunakan minyak. Namun, perbedaan jenis kemasan ini sering kali diabaikan oleh konsumen.

Tuna kaleng dalam minyak mengandung lemak tambahan yang bisa meningkatkan asupan kalori harian. Jika tidak dikontrol, hal ini berpotensi menghambat proses diet. Oleh karena itu, memilih jenis tuna kaleng yang tepat menjadi langkah penting.

3. Kandungan sodium dalam tuna kaleng perlu dibatasi

ilustrasi tuna kaleng
ilustrasi tuna kaleng (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari tuna kaleng adalah kandungan sodium atau garamnya. Proses pengalengan umumnya menggunakan garam dalam kadar yang tinggi untuk menjaga rasa dan daya simpan. Asupan sodium berlebih dapat menyebabkan retensi cairan dan membuat berat badan terlihat naik.

Konsumsi sodium yang berlebihan berpotensi menimbulkan masalah pada tekanan darah dan kesehatan jantung. Untuk menguranginya, tuna kaleng sebaiknya dibilas dengan air sebelum diolah. Langkah sederhana ini cukup efektif menurunkan kadar garam tanpa mengurangi kandungan nutrisi pentingnya.

4. Kandungan lemak dan omega-3 yang bermanfaat

ilustrasi tuna kaleng yang memiliki banyak manfaat
ilustrasi tuna kaleng yang memiliki banyak manfaat (pixabay.com/pexels.com/Taken)

Tuna kaleng tetap mengandung lemak sehat, terutama asam lemak omega-3, meski jumlahnya bervariasi. Omega-3 dikenal baik untuk kesehatan jantung dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Lemak sehat ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan hormon selama diet.

Namun, kandungan lemak pada tuna kaleng tidak boleh dijadikan alasan untuk konsumsi berlebihan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah membatasi porsi sesuai dengan target kalori yang dibutuhkan. Dengan konsumsi yang seimbang, manfaat lemak sehat dari tuna bisa diperoleh secara optimal.

5. Cara aman mengonsumsi tuna kaleng saat diet

ilustrasi spicy tuna bibimbap (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)
ilustrasi spicy tuna bibimbap (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)

Agar tetap aman untuk diet, tuna kaleng sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari menu seimbang. Padukan dengan sayuran segar, sumber serat, dan karbohidrat kompleks agar nutrisinya lebih lengkap. Hindari mencampur tuna dengan saus tinggi gula atau lemak berlebih seperti mayones.

Pastikan juga untuk tidak terlalu sering mengonsumsinya dalam jangka waktu satu minggu. Variasi sumber protein tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Dengan pengolahan yang tepat, tuna kaleng bisa menjadi pilihan praktis sekaligus sehat selama diet.

Tuna kaleng bisa menjadi pilihan praktis dan bergizi selama diet jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Memahami kandungan gizi, jenis kemasan, serta cara pengolahannya akan membantu menjaga manfaat tanpa menimbulkan risiko. Karena itu, pemilihan dan cara konsumsi tuna kaleng perlu diperhatikan agar diet tetap berjalan sehat dan seimbang.

Referensi

“Total Mercury Exposure Through Canned Tuna in Oil Sold in Quito Ecuador.” npj Science of Food. Diakses April 2026.

“Analisis Cemaran Logam Berat (Pb, Cd, Zn) pada Ikan Tuna Kemasan Kaleng dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).” OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan. Diakses April 2026.

“Pengujian Mutu Organoleptik dan Logam Berat Merkuri, Timbal, Kadmium pada Ikan Tuna.” Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. Diakses April 2026.

“Pengendalian Mutu Proses Pengemasan Ikan Tuna Kaleng Metode Seven Tools.” Jurnal IGNITE. Diakses April 2026.

“Peningkatan Kebutuhan Gizi Protein Hewani Melalui Kebiasaan Konsumsi Ikan.” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia. Diakses April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More