Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
gambar seorang penderita diabetes sedang melakukan suntik insulin (unsplash.com/Sweet Life)
  • Stevia alami dari daun Stevia rebaudiana tidak mengandung kalori atau karbohidrat, sehingga tidak meningkatkan gula darah seperti gula pasir.

  • Mengganti gula dengan stevia saja belum tentu mencegah diabetes karena risiko juga dipengaruhi riwayat keluarga, berat badan, usia, aktivitas fisik, diabetes gestasional, dan keturunan.

  • Produk stevia perlu diperiksa karena campuran seperti dekstrosa, maltodekstrin, xylitol, atau eritritol dapat memengaruhi gula darah; daun utuh dan ekstrak mentah juga perlu dihindari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diabetes menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita di Indonesia. Untungnya semakin hari, kesadaran mengenai berbahayanya penyakit ini juga semakin baik. Diabetes sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh terlalu tinggi. Hal ini terjadi karena pankreas gak menghasilkan insulin yang cukup atau bahkan gak menghasilkan insulin sama sekali untuk menurunkan kadar gula darah. 

Untuk menghindari penyakit ini, banyak orang mulai beralih pada pola makan yang lebih sehat. Termasuk salah satunya dengan mengganti gula pasir dan pemanis buatan ke stevia. Namun benarkah mengganti gula dengan stevia bisa mengurangi risiko diabetes? Berikut penjelasannya!

1. Stevia tidak meningkatkan kadar gula darah seperti gula pasir

gambar seorang penderita diabetes sedang mengecek kadar gula darahnya (unsplash.com/isens usa)

Stevia merupakan pemanis alami yang terbuat dari daun tanaman Stevia rebaudiana, sejenis tanaman semak yang berasal dari Amerika Selatan. Dilansir Very Well Health, berbeda dengan tanaman semak biasa, daun dari tanaman Stevia secara alami memang mengandung zat Glikosida steviol yang menghasilkan rasa manis. Menariknya, rasa manis yang yang dihasilkan oleh tanaman ini bahkan 200 hingga 300 kali lebih manis dari gula pasir yang biasa kita konsumsi. Eits meski jauh lebih manis, stevia lebih aman dikonsumsi karena gak mengandung kalori atau karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Dengan catatan, stevia yang digunakan merupakan stevia alami tanpa campuran apapun. 

2. Mengganti gula dengan stevia belum tentu dapat mencegah diabetes

gambar sekelompok orang sedang berolahraga (unsplash.com/Gabin Vallet)

Banyak orang beranggapan, dengan mengurangi konsumsi gula pasir dan menggantinya dengan stevia sudah cukup untuk membuat mereka terhindar dari diabetes. Benar bahwa stevia alami gak meningkatkan kadar gula darah. Namun salah satu hal yang perlu diingat adalah, pola makan bukan satu-satunya penyebab. Pasalnya dilansir CDC, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes seperti memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, berusia lebih dari 45 tahun, kurangnya aktivitas fisik, dan pernah mengalami diabetes gestasional selama kehamilan.

Selain itu, ras juga ternyata mempengaruhi besar kecilnya risiko terkena diabetes. Mereka yang berasal dari keturunan Afrika-Amerika, Hispanik, Latino, Indian Amerika, hingga keturunan Asia-Amerika juga memiliki risiko yang lebih tinggi terkena diabetes. Untuk terhindar dari diabetes, mengganti gula dengan stevia aja gak cukup. Kamu juga perlu memperbaiki pola hidup, termasuk pola makan, pola tidur, hingga berolahraga secara rutin.

3. Hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi stevia

gambar daun stevia (commons.m.wikimedia.org/Robert Lynch, Melbourne/Australia)

Saat ini ada banyak produk stevia yang dijual bebas di pasaran. Namun sayangnya gak semuanya merupakan produk stevia murni. Kebanyakan justru mengandung bahan tambahan seperti dekstrosa, maltodekstrin, xylitol, eritritol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, stevia dengan campuran bahan tambahan juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Untuk itu sangat penting memeriksa kemasan sebelum membelinya.

Dilansir WebMd, selain itu pastikan kamu juga gak menggunakan daun stevia utuh atau ekstrak stevia mentah. Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, Food and Drug Administration atau FDA menyatakan bahwa mereka belum memiliki banyak informasi mengenai dampak dari penggunaan daun stevia atau ekstrak stevia mentah. Konsumsi keduanya dikhawatirkan dapat mempengaruhi bakteri baik di perut dan menyebabkan penumpukan gas serta kembung.

Mengganti gula pasir dengan stevia memang bisa menjadi langkah cerdik untuk mengendalikan kadar gula darah. Namun untuk bisa menurunkan risiko diabetes, kamu perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Terutama jika kamu termasuk dalam kelompok orang yang punya risiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Referensi

“Diabetes Risk Factors.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses November 2026.

“What Is Stevia?” WebMD. Diakses November 2026.

“Is Stevia Safe? What to Know About This Sweetener.” Healthline. Diakses November 2026.

“Does Stevia Raise Blood Sugar?” Verywell Health. Diakses November 2026.

“What Is Stevia?” Cleveland Clinic. Diakses November 2026.

“Diabetes: Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses November 2026.

“Stevia: Diabetic-Friendly Sweetener?” Homage. Diakses November 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article