Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengatasi Nyeri Tulang Ekor Saat Bersepeda
ilustrasi bersepeda (magnific.com/magnific)
  • Nyeri di sekitar pantat saat bersepeda belum tentu berasal dari tulang ekor. Nyeri tulang ekor biasanya terasa di pangkal tulang belakang dan dapat memburuk saat duduk atau berdiri.

  • Kurangi dulu aktivitas yang memicu nyeri. Kompres dingin dan bantal khusus tulang ekor bisa membantu mengurangi tekanan saat duduk.

  • Periksa kecocokan sadel dan posisi bersepeda. Cari pertolongan medis apabila nyeri menetap, mengganggu kegiatan sehari-hari, atau disertai gejala lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rasa sakit bisa muncul setelah cukup lama duduk di sadel, lalu terasa lagi saat turun dari sepeda atau duduk di kursi. Nyeri tepat di pangkal tulang belakang dapat melibatkan tulang ekor, tetapi keluhan di sekitar pantat juga bisa berasal dari jaringan lain.

Penyebab nyeri tulang ekor beragam, jadi sadel bukan satu-satunya penyebab.

Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba untuk meredakan nyeri tulang ekor saat bersepeda.

1. Kurangi dulu kayuhan yang memicu nyeri

Beri jeda atau pendekkan durasi gowes sementara. Hindari juga duduk terlalu lama di luar sepeda. Tekanan berulang atau berkepanjangan, termasuk saat bersepeda, dapat memperburuk nyeri tulang ekor.

2. Kurangi tekanan saat duduk

Coba bantal khusus tulang ekor ketika duduk di kursi. Kompres area yang sakit dengan es yang dibungkus kain selama 20–30 menit. Jangan tempelkan es langsung ke kulit.

3. Periksa kecocokan sadel dan posisi tubuh

ilustrasi bersepeda (pexels.com/Masood Aslami)

Studi kecil terhadap 10 perempuan sehat menemukan bahwa lebar sadel memengaruhi distribusi tekanan saat bersepeda. Namun, studi ini tidak meneliti orang dengan nyeri tulang ekor, sehingga temuannya bukan bukti bahwa satu jenis sadel dapat mengatasi keluhan tersebut.

Pertimbangkan meminta bantuan ahli bike fitting untuk menilai kecocokan sadel dan posisi bersepeda.

4. Mulai kembali secara bertahap

Setelah keluhan mereda, coba rute yang lebih pendek dan gowes dengan intensitas ringan. Berhenti jika nyeri kembali atau bertambah. Penyesuaian seperti ini membantu menghindari tekanan berulang saat tubuh masih sensitif.

5. Periksakan diri jika nyeri menetap atau memburuk

Temui tenaga kesehatan jika keluhan tidak membaik setelah beberapa minggu atau mengganggu kegiatan sehari-hari.

Cari pertolongan lebih cepat jika nyeri muncul setelah cedera berat atau disertai demam, baal atau kesemutan, maupun gangguan buang air kecil atau besar.

Tinjauan sistematis terhadap 16 studi klinis menemukan bahwa penanganan konservatif umumnya dicoba lebih dulu, tetapi bukti untuk berbagai terapi masih beragam.

Jika keluhan terus berulang, pemeriksaan dapat membantu memastikan sumber nyeri dan menentukan penanganan yang sesuai.

Referensi

National Health Service, “Tailbone (Coccyx) Pain,” diakses 29 Oktober 2026.

Drayton Daily, James Bridges, William B. Mo, Andrew Z. Mo, Patrick Allan Massey, and Andrew S. Zhang, “Coccydynia: A Review of Anatomy, Causes, Diagnosis, and Treatment,” JBJS Reviews 12, no. 5 (2024): e24.00007, https://doi.org/10.2106/JBJS.RVW.24.00007.

Zi-Jun Lin, Hsin-Huan Wang, and Chia-Hsiang Chen, “The Effect of Bicycle Saddle Widths on Saddle Pressure in Female Cyclists,” Journal of Sports Science & Medicine 22, no. 3 (2023): 424–29, https://doi.org/10.52082/jssm.2023.424.

Healthdirect Australia, “Tailbone (Coccyx) Pain and Injury,” diakses 29 Oktober 2026.

Manuel Giovanni Mazzoleni, Nicola Maffulli, Tommaso Bardazzi, Michael Memminger, Francesca Alzira Bertini, and Filippo Migliorini, “Management of Coccygodynia: Talking Points from a Systematic Review of Recent Clinical Trials,” Annals of Joint 10 (2025): 9, https://doi.org/10.21037/aoj-24-40.

Curated For You

Editorial Team

Related Article