Meja makan saat Iduladha biasanya dipenuhi hidangan daging, dan banyak orang akhirnya makan daging (plus jeroan) lebih banyak dari biasanya selama beberapa hari. Tidak sedikit orang merasa tubuhnya lebih berat, tenggorokan tidak nyaman, perut begah, dan khawatir kolesterolnya naik setelah beberapa hari pesta daging.
Wajar merasa khawatir, karena daging merah berlemak, jeroan, dan daging olahan mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar (low-density lipoprotein) LDL atau “kolesterol jahat”, yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Daging olahan seperti sosis, kornet, atau dendeng juga sering tinggi garam dan lemak tambahan.
Namun, bukan berarti tubuh langsung terkena efek buruk hanya karena beberapa kali makan sajian daging kurban. Yang terpenting adalah bagaimana pola makan dan gaya hidup kamu sebelum dan setelahnya.
Berikut beberapa cara yang direkomendasikan berdasarkan bukti ilmiah untuk membantu menurunkan kolesterol setelah banyak makan daging kurban.
