Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cedera yang Sering Muncul saat Latihan Angkat Beban

5 Cedera yang Sering Muncul saat Latihan Angkat Beban
ilustrasi mengangkat dumbbell (unsplash.com/Luke Witter)
Intinya Sih
  • Latihan angkat beban efektif meningkatkan kekuatan dan massa otot, tapi teknik yang salah atau beban berlebihan bisa memicu cedera serius pada otot, sendi, dan jaringan tubuh.
  • Lima cedera umum saat latihan beban meliputi nyeri punggung bawah, cedera rotator cuff, pergelangan tangan, nyeri lutut, serta robekan otot akibat tekanan atau gerakan mendadak.
  • Pencegahan cedera dapat dilakukan dengan menjaga teknik latihan yang benar, mengatur intensitas secara bertahap, serta memberi waktu pemulihan cukup agar tubuh tetap aman dan bugar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Latihan beban menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kekuatan, massa otot, dan kebugaran tubuh. Namun, aktivitas ini juga memberikan tekanan yang cukup besar pada otot, sendi, tendon, dan jaringan lainnya. Ketika teknik latihan tidak dilakukan dengan benar atau tubuh dipaksa bekerja melebihi kemampuannya, risiko cedera dapat meningkat secara signifikan.

Banyak orang menganggap nyeri saat latihan sebagai hal yang wajar sehingga sering mengabaikan tanda awal cedera. Padahal, beberapa cedera dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat. Berikut beberapa cedera yang sering muncul saat latihan angkat beban dan perlu mendapat perhatian.

1. Nyeri punggung bawah

ilustrasi sakit punggung
ilustrasi sakit punggung (pexels.com/Karolina Kaboompics)

Punggung bawah merupakan area yang sering menerima tekanan besar selama latihan beban. Gerakan seperti deadlift, barbell row, maupun squat mengharuskan tulang belakang tetap stabil saat menahan beban. Ketika posisi punggung tidak terjaga dengan baik, tekanan yang diterima jaringan di sekitarnya dapat meningkat secara signifikan.

Keluhan biasanya berupa rasa nyeri, kaku, atau tidak nyaman saat membungkuk dan berdiri. Pada beberapa kasus, rasa sakit dapat bertahan selama beberapa hari setelah latihan selesai. Kondisi ini sering terjadi akibat teknik yang kurang tepat, beban yang terlalu berat, atau kurangnya kekuatan otot inti yang berfungsi menopang tulang belakang.

2. Cedera rotator cuff

ilustrasi sakit pada bahu
ilustrasi sakit pada bahu (pexels.com/Kindel Media)

Rotator cuff adalah kelompok otot dan tendon yang berperan menjaga stabilitas sendi bahu. Struktur ini bekerja saat kita melakukan berbagai gerakan mendorong, menarik, maupun mengangkat beban di atas kepala. Karena sering digunakan, area tersebut cukup rentan mengalami iritasi maupun cedera akibat penggunaan berlebihan.

Cedera biasanya ditandai dengan nyeri di bagian bahu yang semakin terasa saat lengan diangkat. Beberapa orang juga mengalami penurunan kekuatan dan keterbatasan rentang gerak. Risiko cedera meningkat ketika teknik latihan kurang baik atau ketika volume latihan bahu dilakukan secara berlebihan tanpa waktu pemulihan yang cukup.

3. Cedera pergelangan tangan

ilustrasi mengangkat dumbbell
ilustrasi mengangkat dumbbell (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pergelangan tangan memiliki peran penting dalam menjaga kontrol terhadap beban selama latihan. Hampir semua latihan tubuh bagian atas melibatkan area ini untuk membantu menahan dan mengarahkan gerakan. Jika posisi pergelangan terlalu menekuk atau menerima tekanan yang berlebihan, jaringan di sekitarnya dapat mengalami gangguan.

Cedera pada pergelangan tangan sering menyebabkan nyeri saat menggenggam atau mengangkat beban. Kondisi ini dapat membuat berbagai latihan menjadi sulit dilakukan karena kekuatan genggaman ikut menurun. Penggunaan teknik yang benar dan pengendalian beban secara bertahap dapat membantu mengurangi risiko terjadinya masalah tersebut.

4. Nyeri lutut saat latihan

ilustrasi sakit pada lutut
ilustrasi sakit pada lutut (pexels.com/Funkcinės Terapijos Centras)

Lutut menjadi salah satu sendi utama yang bekerja saat melakukan latihan tubuh bagian bawah. Gerakan seperti squat, lunges, dan leg press memberikan tekanan yang cukup besar pada area ini. Apabila pola gerakan kurang tepat, distribusi beban pada sendi lutut dapat menjadi tidak seimbang.

Nyeri lutut sering berkembang secara perlahan dan tidak selalu muncul setelah satu sesi latihan. Dalam banyak kasus, keluhan muncul akibat akumulasi tekanan yang terjadi berulang kali. Jika tidak diperhatikan, rasa tidak nyaman tersebut dapat mengganggu kemampuan bergerak dan mengurangi kualitas latihan yang dilakukan.

5. Robekan otot saat angkat beban

ilustrasi latihan di gym
ilustrasi latihan di gym (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Otot memiliki batas kemampuan tertentu dalam menerima tekanan selama latihan. Ketika beban yang digunakan terlalu berat atau gerakan dilakukan secara mendadak, sebagian serat otot dapat mengalami robekan. Cedera ini sering terjadi pada otot dada, paha, betis, maupun lengan.

Gejala yang muncul biasanya berupa nyeri mendadak yang disertai penurunan kekuatan pada area yang cedera. Pada kondisi tertentu, pembengkakan atau memar juga dapat terlihat beberapa waktu setelah cedera terjadi. Karena melibatkan kerusakan jaringan otot, proses pemulihan memerlukan waktu yang cukup agar fungsi otot dapat kembali optimal.

Cedera yang sering muncul saat latihan angkat beban tidak selalu terjadi karena muatan yang terlalu berat. Dalam banyak kasus, faktor seperti teknik latihan, kelelahan, dan kurangnya pemulihan justru memiliki peran yang besar. Dengan memahami cedera yang sering muncul dan menerapkan latihan secara benar, kita dapat memperoleh manfaat latihan beban sekaligus mengurangi risiko cedera yang tidak diinginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More