ilustrasi sakit tenggorokan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Produksi suara melibatkan kerja sama antara aliran udara dari paru-paru dan gerakan pita suara di tenggorokan. Berdasarkan studi yang sama (The Laryngoscope, 2025), pengguna vape harian menunjukkan perbedaan pada kecepatan gerakan pita suara saat menghasilkan suara tertentu dibandingkan orang yang tidak menggunakan vape. Selain itu, pengguna vape juga melaporkan lebih banyak keluhan gangguan suara dan batuk.
Perubahan gerakan pita suara tersebut berpotensi memengaruhi proses pembentukan suara, tetapi dampaknya terhadap kemampuan berbicara sehari-hari masih perlu diteliti lebih lanjut. Dilansir Cleveland Clinic, pita suara menghasilkan suara melalui getaran ketika udara dari paru-paru melewatinya, sehingga gangguan pada fungsi pita suara bisa memengaruhi kemampuan seseorang berbicara dengan jelas. Karena itu, penggunaan vape perlu diperhatikan sebagai salah satu faktor yang berpotensi mengganggu kesehatan suara, meskipun hubungan sebab-akibatnya masih membutuhkan bukti lebih kuat.
Hal yang dialami Selena Gomez mengingatkan kita bahwa sejumlah penyanyi juga pernah mengeluhkan gangguan suara akibat kebiasaan merokok. Kini, penggunaan vape turut menjadi perhatian karena aerosolnya berpotensi mengganggu kesehatan pita suara dan kualitas suara. Menurutmu, seberapa besar risiko vape terhadap kesehatan suara, terutama bagi penyanyi dan anak muda?
Referensi
“Exposure to E-Cigarette Vapor Extract Induces Vocal Fold Epithelial Injury and Triggers Intense Mucosal Remodeling.” Disease Models & Mechanisms, 2022. Diakses pada Oktober 2026.
“Effects of Daily Electronic Cigarette Use on the Vocal Mechanism: A Multimodality Study.” The Laryngoscope, 2025. Diakses pada Oktober 2026.
“What Are Your Vocal Cords?” Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026.