Comscore Tracker

6 Fakta ADH, Hormon yang Berfungsi Mengatur Jumlah Cairan Tubuh

Kadar ADH yang tidak normal dapat menyebabkan masalah

Ada berbagai jenis hormon yang diproduksi oleh tubuh dan masing-masing punya fungsi yang berbeda-beda. Salah satu hormon yang diproduksi oleh tubuh adalah hormon antidiuretik atau antidiuretic hormone (ADH) atau juga dikenal dengan arginine vasopressin (AVP) atau argipressin.

Hormon ini kurang begitu dikenal, padahal punya peran penting dalam mengatur jumlah air dalam tubuh.

ADH bertugas mengendalikan kadar air yang diserap kembali oleh ginjal saat sedang menyaring limbah dari darah. Untuk mengetahui lebih detail seputar hormon ADH, simak ulasan berikut yang dirangkum dari laman Healthline, Your Hormones, dan WebMD.

1. Apa itu ADH?

6 Fakta ADH, Hormon yang Berfungsi Mengatur Jumlah Cairan Tubuhilustrasi ginjal (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Antidiuretic hormone atau ADH dibuat di bagian otak yang disebut sebagai hipotalamus. ADH berperan mengendalikan tekanan darah dengan bekerja pada ginjal dan pembuluh darah.

Salah satu peran terpenting ADH adalah menghemat volume cairan tubuh dengan mengurangi jumlah air yang dikeluarkan melalui urine. Cara kerjanya adalah dengan membiarkan air dalam urine dibawa kembali ke tubuh di area tertentu di ginjal. Dengan begitu, ada lebih banyak air yang kembali ke aliran darah dan konsentrasi urine meningkat.

2. Bagaimana ADH dikendalikan?

6 Fakta ADH, Hormon yang Berfungsi Mengatur Jumlah Cairan Tubuhilustrasi dehidrasi (unsplash.com/Hans Reniers)

Pelepasan ADH dari kelenjar pituitari ke dalam aliran darah dikendalikan oleh sejumlah faktor. Penurunan volume darah atau tekanan darah rendah, yang terjadi saat individu mengalami dehidrasi atau perdarahan, dideteksi oleh sensor di jantung dan pembuluh darah besar yang kemudian merangsang pelepasan hormon antidiuretik. 

Sekresi ADH juga terjadi apabila konsentrasi garam dalam aliran darah meningkat, misalnya saat kamu tidak cukup minum di hari yang panas. Kondisi ini dideteksi oleh sel-sel saraf khusus di hipotalamus yang menstimulasi pelepasan ADH dari hipofisis.

Hormon ADH juga dilepaskan saat seseorang haus, mual, muntah, nyeri, dan bertindak untuk menjaga volume cairan dalam aliran darah pada saat stres atau cedera. Alkohol mencegah pelepasan ADH, yang menyebabkan peningkatan produksi urine dan dehidrasi.

3. Yang akan terjadi jika kadar ADH tubuh berlebihan

6 Fakta ADH, Hormon yang Berfungsi Mengatur Jumlah Cairan Tubuhilustrasi masalah ginjal (freepik.com/wayhomestudio)

Kadar ADH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ginjal menahan air dalam tubuh. Ada kondisi yang disebut syndrome of inappropriate ADH secretion (SIADH), di mana tubuh melepaskan ADH dalam jumlah berlebih saat tidak dibutuhkan.

Pada kondisi ini, retensi air yang berlebihan akan mengencerkan darah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelepasan kadar ADH yang berlebihan, seperti efek samping obat, penyakit paru-paru, dinding dada, hipotalamus, atau hipofisis. Beberapa tumor juga dapat menyebabkan pelepasan ADH.

Baca Juga: 5 Tanda Ketidakseimbangan Hormon pada Laki-laki, Segera Kenali!

4. Apa yang terjadi jika tubuh memproduksi terlalu sedikit ADH?

6 Fakta ADH, Hormon yang Berfungsi Mengatur Jumlah Cairan Tubuhilustrasi diabetes (freepik.com/xb100)

Jumlah ADH yang terlalu rendah dapat menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak air. Pada kondisi tersebut, volume urine akan meningkat yang menyebabkan dehidrasi dan penurunan tekanan darah.

Kadar ADH yang terlalu rendah juga dapat menjadi indikasi kerusakan pada hipotalamus, kelenjar pituitari, atau polidipsia primer. Pada polidipsia primer, rendahnya kadar ADH merupakan upaya tubuh untuk membuang kelebihan air untuk menghentikan darah menjadi terlalu encer.

Diabetes insipidus adalah suatu kondisi di mana tubuh membuat terlalu sedikit ADH atau di mana ginjal tidak peka terhadapnya. Diabetes insipidus terkait dengan peningkatan rasa haus dan produksi urine berwarna pucat dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan dehidrasi cepat jika tidak diobati.

5. Tes ADH

6 Fakta ADH, Hormon yang Berfungsi Mengatur Jumlah Cairan Tubuhilustrasi tes darah (pexels.com/Los Muertos Crew)

Tes ADH dilakukan untuk mengetahui jumlah ADH dalam darah. Tes ini sering dikombinasikan dengan tes lain guna mengetahui apa yang menyebabkan terlalu banyak atau sedikit hormon ini dalam darah.

Jumlah ADH yang normal adalah 1-5 pikogram per mililiter (pg/mL). Untuk melakukan tes ini, penyedia layanan kesehatan akan mengambil darah dari pembuluh darah, biasanya di bagian bawah siku. Selama proses ini, hal berikut terjadi:

  • Tempat yang akan diambil darahnya terlebih dahulu dibersihkan dengan antiseptik untuk membunuh kuman.
  • Pita elastis dililitkan di lengan di atas area potensial vena tempat darah akan diambil.
  • Penyedia layanan kesehatan memasukkan jarum suntik ke dalam pembuluh darah. Darah ditampung di tabung spuit. Saat tabung penuh, jarum kemudian dilepas.
  • Setelah selesai, pita elastis dilepas dan tempat bekas pengambilan darah dibalut dengan kasa untuk menghentikan pendarahan.

6. Mengobati dan mencegah masalah ADH

6 Fakta ADH, Hormon yang Berfungsi Mengatur Jumlah Cairan Tubuhilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Blue Bird)

Kita tidak dapat sepenuhnya mencegah fluktuasi ADH dari waktu ke waktu. Namun, kamu dapat menjaganya dengan mempertahankan pola makan yang sehat dan minum banyak air.

Mengobati masalah ADH adalah hal yang mungkin. Kadarnya yang terlalu rendah bisa diatasi dengan suplementasi hormon ADH dalam bentuk sintetis. Dokter mungkin juga menyarankan untuk minum lebih banyak air dan melakukan perubahan pada pola makan dan gaya hidup.

Jika kamu sedang mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi kadar ADH, dokter mungkin menyarankan untuk mempertimbangkan pilihan alternatif. Jika kamu merokok atau minum alkohol, kamu mungkin perlu mengurangi atau berhenti untuk melihat peningkatan kondisi.

Demikianlah beberapa informasi seputar hormon ADH. Semoga informasi ini dapat membantu kamu lebih memahami salah satu jenis hormon yang diproduksi tubuh ini, ya.

Baca Juga: Menjaga Mood, 5 Jenis Hormon Ini Meningkatkan Perasaan Bahagia

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya